Kini, Sinyo Supit Mencoba Bertahan Hidup

on

Liputan6.com, Kediri: Tak selamanya hidup ini indah. Hal itu dialami mantan atlet nasional tenis meja, Sinyo Supit, yang sempat hidup serba kekurangan. Bahkan, kehidupan di Jakarta sempat membuatnya frustasi. Karena itu, kini Sinyo bersama keluarga lebih memilih menetap di sebuah desa kecil, di Peh Kulon, Kecamatan Papar, Kediri, Jawa Timur. Demikian laporan SCTV, baru-baru ini.

Pria kelahiran Surabaya 42 tahun silam itu mengawali karir sebagai atlet tenis meja ketika masih berumur 16 tahun di Kejuaraan Tenis Meja Junior Palembang 1976. Selepas kejuaraan itu, Sinyo junior terpilih menjadi petenis meja untuk mengikuti gemblengan selama tiga tahun di Yugoslavia. Di negara itu, Sinyo mampu meraih juara pada Yugoslavia Terbuka 1978. Bak meteor, Sinyo menunjukkan prestasi gemilang. Buktinya, sejak 1977 hingga 1987, Sinyo terus memperkuat tim nasional tenis meja di sejumlah kejuaraan, di antaranya Asian Games, Yugoslavia Terbuka, dan SEA Games. Namun, ketika suami Nila ambarwati ini tak lagi terjun menjadi anggota timnas pada 1988, sinar bintang Sinyo pun mulai meredup.

Kini, Sinyo bersama istrinya membuka salon kecantikan di bagian ruangan yang menyatu dengan ruang tamu. Dengan moto hidup pantang menyerah dan terus berdoa, Sinyo tua mengajak anak-anaknya belajar mengaji. Akhirnya berkat ketekunan beribadah, Sinyo mendapatkan tawaran melatih sebuah klub tenis meja yang baru berdiri di daerah tersebut. Dengan mengendarai sepeda motor tua, Sinyo berangkat ke tempat melatih sambil berharap akan muncul bibit atlet nasional tenis meja dari klub tersebut.(ORS/Agus Ainul Yaqin dan Danang Sumirat)
Suka artikel ini?

0 Comments