Taufik: Tim Thomas Tidak Kompak!

on May 25, 2012 at 12:06 WIB

Liputan6.com, Wuhan: Anggota tim Piala Thomas Indonesia Taufik Hidayat secara terus terang mengaku prihatin dengan kondisi tim yang tidak kompak. Kondisi ini berimbas Tim Merah Putih untuk pertama kalinya secara menyakitkan tersingkir di babak perempat final setelah dikalahkan Jepang.

Taufik juga mempertanyakan komitmen para pemain yang ada di dalam tim. "Kalau boleh berkata jujur, saya ingin mengatakan tim (Thomas) memang tidak kompak dan kenyataan memang begitu. Saya juga prihatin dan ingin mempertanyakan komitmen teman-teman untuk berjuang membela tim nasional," katanya.

Taufik memberikan contoh pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan yang meninggalkan pelatnas dan main di laga eksibisi di Manokwari yang digambarkannya sebagai ajang tarkam (antarkampung). "Kita semua berkumpul untuk latihan bersama di Pelatnas, tapi Kido dan Hendra malah pergi ke Papua. Disana dia latihan sama siapa? Sebagai pemain kelas dunia yang sedang mempersiapkan diri di pelatnas, dia harus menjaga kebersamaan," katanya.

Juara dunia 2005 itu juga merasa serba salah dengan kondisi yang ada dalam dunia bulu tangkis nasional, terutama di bagian putra. Ia sebenarnya sudah lelah dan ingin segera pensiun sebagai anggota tim nasional dan ingin memberikan peluang kepada pemain yang lebih muda demi untuk tercapainya regenerasi.

Namun kenyataan yang terjadi, para pemain muda belum ada yang mampu berprestasi dan masih kalah dibanding pemain senior dan sebagai akibatnya, dengan berat hati ia harus kembali turun ke lapangan. "Saya merasa dalam posisi serba salah. Kalau saya menolak ikut nanti saya dianggap sombong dan tidak nasionalis, sebaliknya pemain muda belum ada yang muncul menggantikan posisi pemain senior, akhirnya saya lagi yang dipanggil," katanya.

Seperti halnya Kido/Hendra, Taufik juga sudah tidak menjadi anggota pelatnas di Cipayung karena memilih jalan sendiri sebagai pemain profesional. "Tapi anehnya, saya tidak mendapat bantuan dari Kantor Menpora dengan alasan saya bukan anggota pelatnas. Seharusnya saya kan juga dapat hak yang sama."

Taufik juga mengritik pengurus yang juga dianggapnya tidak kompak dan suka menerapkan aturan yang aneh-aneh. "Contohnya pengurus melarang saya membawa teman saya Alamsyah sebagai lawan tanding di pelantas sementara, tapi di lain pihak pengurus justru mendatangkan lawan tanding asal Hong Kong," katanya.

Melihat kondisi yang ada dalam kepengurusan PBSI, Taufik menegaskan tidak akan bersedia lagi dipanggil untuk tampil di Piala Thomas. "Saya tidak mau main lagi di Piala Thomas mendatang, meski ranking saya masih tetap lebih tinggi dibanding pemain lain," katanya.

Markis Kido yang ditanya tanggapannya soal kritik Taufik terhadap dirinya menegaskan tidak merasa telah merusak kebersamaan dalam pelatnas karena ia juga punya agenda sendiri. "Saya kan bukan pemain pelatnas, jadi boleh saja pergi ke Papua karena acara itu sudah diagendakan sebelumnya. Lagi pula saya hanya lima hari disana dan tidak berpegaruh terhadap program latihan," katanya.(ANT/JUM)
Suka artikel ini?

0 Comments