Petugas Medis di Atletik Tidak Memadai

on Sep 14, 2012 at 02:00 WIB

Liputan6.com, Rumbai: Pertandingan cabang atletik nomor 1.500 meter putri di Stadion Atletik Rumbai, Riau, Kamis (13/9), diwarnai insiden pingsannya sejumlah pelari. Adalah Yuniartha yang pertama kali jatuh pingsan di lintasan. Pelari Jambi itu jatuh pingsan sekitar 50 meter setelah melampaui sekali putaran lintasan.

Petugas medis pun langsung berupaya mengevakuasi Yuniartha. Namun, proses evakuasi berjalan lambat. Bahkan, pengawas pertandingan sampai harus berteriak agar petugas medis segera keluar dari lintasan karena pelari yang sedang berlari akan melewati lintasan.

Pelari kedua dan ketiga yang pingsan adalah Ambar Winarsih dari Jawa Tengah serta Friska asal Riau. Namun, keduanya pingsan seusai menyentuh garis finis. Selain itu, Septiana Dita Sari, atlet Jateng, merasakan sakit di bagian paha belakang. Ia juga sempat beberapa kali terlihat ingin muntah.

Sayangnya, jumlah petugas medis yang cuma lima orang, dengan satu dokter, membuat ketiga pelari ini sempat terlantar di lintasan. Sebab, mereka tengah sibuk menangani Yuniartha yang akan dibawa mobil ambulans. Kondisi tersebut membuat seorang petugas pertandingan meminta petugas medis bekerja cepat karena nomor 4 X 100 meter putra akan dimulai.

Sekitar sepuluh menit kemudian, ketiga pelari akhirnya dievakuasi ke pinggir lintasan. Namun, mereka hanya ditidurkan di atas spanduk. Ambar yang sempat pingsan, akhirnya siuman dan dibawa oleh timnya. Begitu juga dengan Septiana. Sementara Friska dibawa dengan mobil ambulans yang sebelumnya mengantar Yuniartha ke pusat medis di Hall Basket Rumbai.(BOG)
Suka artikel ini?

0 Comments