Aremania Mengamuk, Pertandingan Arema-Pasuruan Ditunda

  • Berita
  • 0
  • 11 Apr 2005 09:41

110405aBola.jpg
Liputan6.com, Madiun: Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) kembali tercoreng dengan ulah para suporter. Kali ini ribuan suporter Arema Malang yang dikenal dengan Aremania mengamuk dan sempat bentrok dengan pendukung Persekabpas Pasuruan di Stadion Wilis, Madiun, Jawa Timur, Ahad (10/4). Kerusuhan membesar setelah panitia pertandingan memutuskan menunda pertarungan dua kesebelasan. Satu orang pendukung Arema dikabarkan tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

Ribuan Aremania sudah berdatangan ke stadion sejak siang hari. Bahkan dikabarkan pendukung Arema dari luar kota sudah nongkrong sehari sebelumnya, Sabtu. Di kubu lawan, ribuan suporter Persekabpas Pasuruan pun mulai bermunculan dari sisi utara dan timur luar stadion.

Gelagat keributan sudah mulai terlihat saat suporter Persekabpas Pasuruan yang tertahan di luar melemparkan batu ke arah massa Aremania yang sudah berada di dalam stadion. Aremania tunggang langgang menyelamatkan diri. Sementara yang lainnya justru balas menyerang pendukung Laskar Sakera--julukan Persikabpas Pasuruan. Aksi saling lempar batu pun tak terelakkan.

Akibat aksi saling lempar batu tadi, sedikitnya 14 suporter harus dirawat di rumah sakit. Satu pendukung Arema dikabarkan tewas. Korban yang sempat terkapar menjadi bulan-bulanan pendukung Persikabpas Pasuruan. Kericuhan akhirnya bisa diredam setelah gabungan personel Kepolisian Wilayah Madiun dan Kepolisian Resor Kota Madiun memisah dua kelompok yang bentrok. Polisi lantas menggiring pendukung Persekabpas ke luar Kota Madiun, untuk mengantisipasi kericuhan lebih besar. Puluhan bus yang disewa pendukung Persikabpas rusak akibat lemparan batu Aremania.

Praktis setelah kerusuhan tersebut, Stadion Wilis dikuasai massa Aremania. Mereka naik ke tribun untuk menunggu jalannya pertandingan. Namun panitia memutuskan menunda pertandingan dengan pertimbangan keamanan. Keputusan itu justru memicu kembali keributan. Ribuan Aremania kembali mengamuk dengan merusak fasilitas stadion, sebagian di antaranya dibakar.

Di tempat terpisah, Persik Kediri menuai angka penuh setelah mengalahkan tamunya, Persipura Jayapura dengan skor 2-1. Bermain di hadapan publik sendiri, anak-anak Persik Kediri tampil lepas dan langsung menggebrak lini pertahanan Persipura sejak pertandingan dimulai. Namun Persipura justru menang lebih dulu setelah tendangan kapten tim Eduard Ivakdalam di menit kedelapan tak bisa dibendung penjaga gawang Persik. Eduard memanfaatkan umpan matang Boaz Solossa.

Persik akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui gol kaptennya, Harianto, yang mendapat umpan Budi Sudarsono di menit ke-18. Kemenangan Persik ditentukan lewat gol Aldo Jamud di menit ke-29. Walaupun kalah, Persipura yang diasuh pelatih Rahmat Darmawan masih memimpin klasemen Wilayah II dengan perolehan 12 angka.

Dalam pertandingan lainnya di Jatim, Deltras Sidoarjo harus mengakui ketangguhan tamunya, Persija Jakarta. Deltras sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol pemain asingnya, Leandro Braga di awal babak kedua. Namun pada menit ke-65, Persija Jakarta menyamakan kedudukan lewat gol Batoum Roger. Gol kedua Persija kembali dicetak Roger menjelang pertandingan usai, yakni menit ke-89. Hasil itu membuat Persija mengemas 18 angka kemenangan dan menempati peringkat teratas Wilayah I.

Sementara Persela Lamongan hanya bermain imbang melawan Persejap Jepara. Persela mengawali kemenangan melalui Colly Misrun di menit kesatu. Menit ketiga babak pertama, Persejap menyamakan kedudukan melalui pemain Miro Baldo Bento. Kedudukan 1-1 ini bertahan hingga akhir pertandingan.

Pada duel lainnya, PSM Makassar tampil gemilang saat menjamu Pelita Krakatau Steel di Stadion Mattoangin, Makassar, Sulawesi Selatan. PSM menang telak dengan skor 4-2. Dua gol PSM dicetak pemain asing mereka, Ronald Fegundes. Dua gol lainnya disumbangkan Fernando dan Ponaryo Astaman.

Sejak kick off, PSM langsung tampil menyerang. Namun serangan itu mampu dipatahkan benteng Pelita. Sebaliknya Pelita justru berhasil membobol gawang PSM lebih dulu melalui tendangan Ulises di menit ke-14 yang memanfaatkan kelemahan kiper Syamsidar.

Tertinggal 0-1 membuat anak-anak PSM lebih meningkatkan penyerangan. Dan itu berbuah hasil. Tendangan bebas Ronald Fegundes dari jarak jauh tak bisa ditepis penjaga gawang Pelita, Bayu Cahyo. Pelita kembali menambah golnya melalui tendangan keras Esteban dari luar kotak penalti pada menit ke-19. Kedudukan 2-1 bagi Pelita bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSM berhasil menyamakan kedudukan 2-2 melalui gol Fernando yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Kedudukan berbalik setelah PSM mendapat hadiah penalti dari wasit menyusul pelanggaran pemain belakang Pelita terhadap Syamsul Haeruddin. Ponaryo Astaman yang menjadi algojo berhasil mengecoh kiper Bayu Cahyo. Gol kedua Ronald Fegundes pada menit ke-86 memperbesar kemenangan PSM menjadi 4-2. Dan kedudukan ini tak berubah hingga pertarungan usai.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)