Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan Arsenal menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal Liga Champions tak hanya menghadirkan euforia kemenangan, tetapi juga menyorot performa impresif pemain muda mereka, Myles Lewis-Skelly. Gelandang belia itu tampil menonjol di laga krusial, sekaligus membuktikan dirinya layak bersaing di level tertinggi.
Dalam pertandingan tersebut, Lewis-Skelly dipercaya mengisi lini tengah dan bahkan mampu menggeser peran Martin Zubimendi dari susunan utama.
Advertisement
Lewis-Skelly menunjukkan ketenangan luar biasa saat menguasai bola, distribusi yang rapi, serta keberanian dalam membantu serangan, atribut yang jarang terlihat dari pemain seusianya.
Arteta Terapkan ‘Tough Love’ untuk Lewis-Skelly
Usai pertandingan, gelandang senior Declan Rice mengungkap sisi lain dari perkembangan Lewis-Skelly. Menurutnya, manajer Mikel Arteta memiliki pendekatan yang cukup keras di balik layar demi memaksimalkan potensi sang pemain muda.
Rice menyebut bahwa meski Lewis-Skelly tidak selalu mendapatkan menit bermain yang diharapkan musim ini, ia tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Pemain muda itu disebut selalu datang lebih awal ke sesi latihan, bekerja keras di gym, dan menjalani setiap instruksi pelatih dengan disiplin penuh.
“Dia mungkin tidak bermain sebanyak yang diinginkan, tapi sikapnya luar biasa. Dia terus menundukkan kepala dan bekerja keras setiap hari,” ungkap Rice dalam wawancara pascalaga.
Bukti Kesiapan di Panggung Besar
Kesabaran dan kerja keras Lewis-Skelly kini mulai berbuah manis. Diberi kesempatan tampil di laga semifinal Liga Champions, sebuah panggung besar yang sarat tekanan, ia mampu menjawab kepercayaan dengan performa matang.
Rice bahkan mengaku tidak terkejut dengan penampilan rekan setimnya tersebut. Ia sudah melihat potensi besar Lewis-Skelly sejak musim lalu, termasuk saat tampil berani dalam laga tandang melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
“Sekarang dia mendapat kesempatan dan langsung memanfaatkannya. Untuk tampil seperti itu di semifinal Liga Champions, itu bukan kebetulan. Dia memang pemain yang sangat bagus,” tambah Rice.
Sulit Digeser dari Starting XI?
Dengan performa gemilang yang ditunjukkan, peluang Lewis-Skelly untuk terus menghuni starting XI Arsenal terbuka lebar. Terlebih, The Gunners kini bersiap menghadapi final besar melawan salah satu dari Bayern Munchen atau PSG.
Jika melihat kontribusinya di laga semifinal, sulit membayangkan Arteta akan mencadangkannya di partai puncak. Lewis-Skelly tampaknya telah memenangkan kepercayaan sang pelatih, bukan hanya lewat bakat, tetapi juga melalui etos kerja dan mentalitas yang kuat.