Liputan6.com, Jakarta - Wesley Sneijder melontarkan kritik terhadap Arsenal meski berhasil melaju ke final Liga Champions usai mengalahkan Atletico Madrid. Ia secara khusus menyoroti performa Ben White dalam laga tersebut.
Arsenal memastikan tiket final setelah menang 1-0 atas Atletico Madrid di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Gol Bukayo Saka menjelang turun minum menjadi penentu kemenangan agregat 2-1.
Advertisement
Hasil ini membawa Arsenal ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006. Di partai puncak, mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain atau Bayern Munchen.
Meski mengapresiasi pencapaian tersebut, Sneijder tetap menilai ada kekurangan dalam skuad asuhan Mikel Arteta. Ia menilai kedalaman tim bisa menjadi kendala besar dalam perebutan gelar.
Kritik Terhadap Ben White dan Absennya Timber
Sneijder menyoroti absennya Jurrien Timber yang sudah lama menepi akibat cedera. Situasi ini membuat Arsenal harus mengandalkan Ben White di lini belakang.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya masalah dalam kedalaman skuad. Ia menilai perbedaan kualitas pemain pengganti cukup signifikan.
"Anda punya Timber di skuad Anda, dan Anda berpikir itu bek sayap yang bagus, dia akan membantu saya. Lalu dia absen dalam waktu lama dan kemudian Anda harus memainkan White, Timber bahkan tidak akan membiarkannya mengikat tali sepatunya," ujar Sneijder kepada Ziggo Sport.
"Arteta tidak bisa menurunkan dua tim berbeda, sementara tim lain bisa. Jadi saya tidak berpikir itu cukup," lanjut Sneijder.
Sorotan Terhadap Kualitas Skuad Arsenal
Sneijder juga menyinggung persaingan ketat yang dihadapi Arsenal di level domestik dan Eropa. Ia menilai ada banyak tim dengan kualitas pemain yang lebih baik.
Meski demikian, ia tetap memberikan pengakuan atas kerja yang dilakukan Arteta bersama timnya. Menurutnya, capaian Arsenal sejauh ini tetap mengesankan.
"Selama bertahun-tahun, Anda memiliki Liverpool dan City di Inggris yang harus Anda hadapi. Mereka memiliki pemain yang jauh lebih baik, dan di Eropa ada banyak pemain yang bahkan lebih baik," kata Sneijder.
"Dia melakukan pekerjaan yang sangat mengesankan dengan timnya," sambung Sneijder.
Kritik Permainan di Babak Pertama
Saat pertandingan berlangsung, Sneijder sempat mengkritik jalannya laga di babak pertama. Ia merasa permainan kedua tim kurang menarik untuk ditonton.
Menurutnya, gaya bermain Atletico yang bertahan dan dominasi Arsenal membuat pertandingan berjalan monoton. Hal itu bahkan membuatnya melontarkan komentar tajam.
"Saya mengatakan setelah 35 menit bahwa UEFA perlu turun tangan," ujar Sneijder.
"Mereka harus menelepon London dan mengatakan hentikan pertandingan, final dimainkan besok saja. Kami tahu ini akan terjadi, Atletico bertahan dan Arsenal menguasai bola," tambah Sneijder.
Pujian untuk Arteta usai Lolos ke Final
Terlepas dari kritiknya, Sneijder tetap memberikan pujian kepada Arteta. Ia menilai pencapaian Arsenal ke final merupakan sesuatu yang luar biasa.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan kualitas kerja pelatih asal Spanyol tersebut. Ia bahkan menilai Arteta layak mendapatkan penghargaan khusus.
"Saya tidak bisa cukup sering mengatakan ini, tetapi dia benar-benar pantas mendapatkan patung," ujar Sneijder.
"Dengan tim ini, sangat mengesankan bisa mencapai final dan menyingkirkan tim-tim kelas dunia lainnya," tutup Sneijder.
Sumber: Metro