Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan Arsenal menembus final Liga Champions 2025/2026 bukan hanya menghadirkan prestasi besar di atas lapangan. The Gunners juga mendapatkan keuntungan finansial luar biasa yang memperkuat posisi klub menghadapi musim depan.
Arsenal memastikan tiket final setelah menyingkirkan Atletico Madrid di babak semifinal. Pencapaian tersebut menjadi final Liga Champions pertama bagi klub asal London Utara itu dalam 20 tahun terakhir.
Advertisement
Perjalanan impresif di kompetisi Eropa musim ini membawa pemasukan sangat besar bagi Arsenal. Berdasarkan data Swiss Ramble, total pendapatan Arsenal dari Liga Champions diperkirakan mencapai 167,2 juta dolar AS atau sekitar Rp2,9 triliun.
Nilai tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh wakil Premier League musim ini. Situasi itu membuat Arsenal memiliki ruang finansial lebih luas untuk menyusun strategi transfer pada musim panas mendatang.
Bonus Performa Jadi Sumber Pendapatan Terbesar
Sebagian besar pemasukan Arsenal berasal dari bonus performa yang diberikan UEFA sepanjang kompetisi. Konsistensi hasil sejak fase liga menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan klub.
UEFA memberikan hadiah sebesar 2,5 juta dolar AS untuk setiap kemenangan di fase liga. Sementara hasil imbang bernilai sekitar 820 ribu dolar AS bagi masing-masing klub peserta.
Arsenal menjadi satu-satunya tim yang mencatatkan delapan kemenangan beruntun pada rangkaian pertandingan pembuka. Mereka juga finis di puncak klasemen fase liga dan mendapatkan bonus tambahan sebesar 15 juta dolar AS.
Selain itu, delapan tim yang lolos otomatis ke babak 16 besar memperoleh tambahan insentif senilai 12,9 juta dolar AS. Dengan keberhasilan melaju hingga final, Arsenal disebut sudah mengumpulkan lebih dari 100 juta dolar AS hanya dari hadiah pertandingan.
Jika seluruh komponen pemasukan dihitung, total pendapatan Arsenal diperkirakan menyentuh angka 167,2 juta dolar AS. Dana tersebut dinilai bisa menjadi modal penting bagi klub untuk bergerak agresif di bursa transfer mendatang.
Arsenal Ungguli Klub Premier League Lain
Dalam urusan pemasukan Liga Champions musim ini, Arsenal unggul cukup jauh dibanding klub Inggris lainnya. Meski enam wakil Premier League mampu mencapai babak 16 besar, hanya Arsenal yang berhasil melangkah hingga final.
Liverpool berada di posisi kedua dengan pendapatan sekitar 128,7 juta dolar AS. Sementara Manchester City dan Chelsea juga berhasil menembus angka lebih dari 100 juta dolar AS meski tersingkir lebih awal.
Newcastle United menjadi klub Inggris dengan pemasukan paling kecil di Liga Champions musim ini. Faktor sejarah dan nilai komersial di kompetisi Eropa disebut memengaruhi besarnya distribusi pendapatan yang diterima.
Sistem value pillar UEFA juga memberikan keuntungan signifikan bagi Arsenal. Rekam jejak mereka di kompetisi Eropa dalam dua musim terakhir membantu klub memperoleh tambahan sekitar 43,5 juta dolar AS.
Sumber: SportsIlustrated