AC Milan: Mimpi Bartesaghi dan Cerita tentang Hadiah Tak Terduga dari Rafael Leao

Davide Bartesaghi mengungkap mimpi bertahan lama di AC Milan dan cerita hadiah spesial dari Rafael Leao.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 Mei 2026, 10:37 WIB
Bek AC Milan asal Italia bernomor punggung 33, Davide Bartesaghi, merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Sassuolo di Stadion San Siro di Milan, Italia pada 14 Desember 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan mendapatkan kabar positif dari pemain muda binaan akademi mereka, Davide Bartesaghi. Bek kiri berusia 20 tahun itu mengaku ingin bertahan selama mungkin bersama Rossoneri.

Bartesaghi mulai rutin masuk skuad utama AC Milan sepanjang musim ini. Ia sudah mencatatkan 30 penampilan kompetitif dengan kontribusi dua gol dan satu assist.

Dalam podcast Off The Pitch bersama legenda klub, Serginho, Bartesaghi berbicara soal perjalanan karier hingga atmosfer ruang ganti AC Milan. Ia juga membagikan cerita unik mengenai hadiah spesial dari Rafael Leao.

Mimpi Bertahan Lama di AC Milan

Penyerang Portugal Genoa #09, Vitinha, berebut bola dengan bek AC Milan Italia #33, Davide Bartesaghi (kanan), selama pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Genoa di stadion San Siro di Milan, Italia utara, Jumat (9-1-2026) dini hari WIB. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Bartesaghi mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan AC Milan sejak kecil. Ia tumbuh dan berkembang sepenuhnya bersama akademi Rossoneri.

“Ini mimpi saya untuk bertahan di Milan selama mungkin. Ini klub yang luar biasa, saya punya gairah terhadap Milan dan sejarah klub sudah berbicara sendiri,” ujar Bartesaghi.

Pemain muda Italia itu baru saja menandatangani kontrak baru hingga Juni 2030. Langkah tersebut memperlihatkan kepercayaan besar klub terhadap perkembangannya.

Bartesaghi juga berharap bisa mengikuti jejak Paolo Maldini sebagai pemain yang menghabiskan karier di satu klub. Target tersebut menjadi motivasi besar dalam perjalanan profesionalnya.

Momen Tak Terlupakan dan Hadiah Rafael Leao

Pemain AC Milan, Rafael Leao, merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bartesaghi turut mengenang keberhasilan AC Milan menjuarai Supercoppa Italiana musim lalu usai mengalahkan Inter Milan 3-2. Ia menilai trofi tersebut sebagai salah satu momen terbaik dalam hidupnya.

“Itu benar-benar tidak terduga, tetapi kami tetap yakin bisa melakukannya. Itu trofi pertama saya dan menjadi momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.

Bek kiri muda itu juga bercerita soal perhatian Rafael Leao setelah dirinya mencetak dua gol melawan Sassuolo. Hadiah yang diberikan winger Portugal tersebut membuatnya terkejut.

“Setelah saya mencetak dua gol melawan Sassuolo, Rafael Leao memberi selamat kepada saya, lalu keesokan harinya dia memberi saya foto besar berbingkai dari selebrasi saya,” tutur Bartesaghi.

Kedekatan antara pemain muda dan senior dinilai menjadi faktor penting di ruang ganti AC Milan. Bartesaghi merasa para pemain senior selalu membantu proses adaptasinya.

Suasana Ruang Ganti Tetap Positif

Skuad AC Milan memeluk Mike Maignan usai laga lawan Inter Milan di pekan ke-12 Serie A 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Senin (24/11/2025) (AP Photo/Antonio Calanni)

Meski performa AC Milan sempat tidak stabil di Serie A, Bartesaghi memastikan kondisi tim tetap kondusif. Para pemain tetap menjaga semangat untuk mengakhiri musim dengan hasil maksimal.

“Kami harus selalu menghormati pemain yang lebih senior, mau mendengar dan belajar, tetapi juga harus berani berbicara dan tidak hanya diam,” ucapnya.

Bartesaghi turut memberikan penilaian terhadap beberapa rekan dan pelatih yang pernah bekerja dengannya. Alexis Saelemaekers dianggap sebagai pemain paling lucu di tim, sedangkan Mike Maignan dikenal paling serius.

Ia juga menganggap Sergio Conceicao sebagai pelatih paling tegas sepanjang kariernya sejauh ini. Sementara itu, Massimiliano Allegri dan Stefano Pioli masuk dalam daftar pelatih favoritnya.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya