Kenapa Timnas Indonesia Jarang Main Tandang Pas FIFA Matchday? PSSI Beri Penjelasan Begini

Timnas Indonesia sudah sangat lama tidak pernah bertanding di luar negeri untuk laga uji coba dalam FIFA Matchday.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 09 Mei 2026, 20:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, saat melawan Australia pada laga kedua Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Selasa (10/9/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan tandang jadi sesuatu yang jarang dilakukan oleh Timnas Indonesia selama periode FIFA Matchday. Skuad Garuda lebih sering memainkan laga persahabatan di kandang sendiri.

Terakhir kali Timnas Indonesia memainkan pertandingan persahabatan sebagai tim tamu adalah pada Juni 2019. Kala itu skuad Garuda menantang tuan rumah Yordania dan hasilnya mereka kalah 1-4.

Sejak saat itu, Timnas Indonesia lebih sering melakoni laga kandang (home) dalam agenda FIFA Matchday. Bahkan sepanjang 2025 dan 2026, semua pertandingan persahabatan yang dimainkan digelar di Indonesia.

Laga tandang hanya dirasakan oleh Timnas Indonesia dalam pertandingan kompetitif. Terakhir adalah pada rangkaian Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, mulai dari ronde pertama hingga keempat.

Seringnya Timnas Indonesia bermain kandang pada FIFA Matchday ini telah memunculkan banyak tanda tanya dan perdebatan di kalangan penggemar. Bahkan tak sedikit yang mengkritik PSSI karena hal itu.

Penjelasan PSSI

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi menjawab alasan di balik seringnya Timnas Indonesia bermain di kandang sendiri pada FIFA Matchday. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan)

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi pun angkat bicara. Dia membeberkan alasan mengapa Timnas Indonesia lebih sering memainkan laga kandang pada FIFA Matchday, alih-alih bertandang ke negara lain.

Yunus menjelaskan ada sejumlah alasan yang mendasari keputusan itu. Salah satunya adalah keinginan untuk mengundang negara federasi lain bermain di Indonesia.

"Di samping memang keinginan kita untuk mengundang beberapa federasi atau tim yang dari luar, kita juga belum begitu banyak negara yang mengundang kita," kata Yunus ditemui di GBK Arena, Jakarta pada Jumat (8/5).

Undangan Tandang Harus Bermanfaat

Pemain Timnas Irak, Zaid Tahseen (kanan), ditantang oleh pemain Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dalam pertandingan babak keempat Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12-10-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Ali Issa)

Selain itu, PSSI juga disebut Yunus Nusi tak ingin sembarangan dalam menerima undangan untuk Timnas Indonesia. Dia ingin setiap ajakan uji coba internasional memberikan manfaat untuk federasi.

"Kalau pun ada, kita juga harus melihat apakah bermanfaat baik bagi PSSI. Dan, selama ini memang kita yang lebih dahulu mengundang beberapa klub dan federasi negara lain untuk datang ke Indonesia," jelas Yunus.

Antusiasme Suporter

Nah alasan terakhir yang membuat PSSI lebih sering mengadakan FIFA Matchday di Indonesia adalah antusiasme suporter yang besar. Menurut Yunus, itu jadi keunggulan tersendiri sehingga PSSI kerap mengundang negara lain.

"Karena kita juga tahu euforia masyarakat dan suporter Indonesia yang begitu besar di Indonesia. Maka dari itu, lebih kita mengundang tim-tim dari luar negari lebih ke Indonesia," jelas Yunus Nusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya