Sudah Berusia 74 Tahun, Claudio Ranieri Siap Melatih Timnas Italia

Claudio Ranieri mengaku siap melatih Timnas Italia jika mendapat panggilan. Pelatih senior itu kini berstatus bebas setelah meninggalkan AS Roma.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 12 Mei 2026, 15:53 WIB
Claudio Ranieri pada momen konferensi pers perkenalan sebagai pelatih AS Roma. (X/AS Roma)

Liputan6.com, Jakarta - Claudio Ranieri menjadi sorotan setelah membuka peluang menangani Timnas Italia dalam waktu dekat. Pelatih senior asal Italia itu mengaku tidak akan menolak jika Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) datang menawarkan jabatan penting kepadanya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Gli Azzurri dalam beberapa tahun terakhir. Italia diketahui gagal tampil dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun dan terus mencari sosok yang mampu mengembalikan identitas mereka.

Ranieri sendiri sedang tidak terikat kontrak dengan klub mana pun setelah mengakhiri pekerjaannya bersama AS Roma pada April 2026. Mantan pelatih Leicester City itu sebelumnya sempat diberi peran sebagai penasihat klub sebelum akhirnya berpisah karena perbedaan pandangan dengan Gian Piero Gasperini.

Nama Ranieri kini dianggap sebagai salah satu kandidat ideal untuk membangun ulang fondasi Timnas Italia. Pengalaman panjang, kemampuan mengelola ruang ganti, dan rekam jejaknya di level elite menjadi alasan mengapa publik mulai mendorong FIGC mempertimbangkan jasanya.

Ranieri Siap Jika Italia Memanggil

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Claudio Ranieri berbicara terbuka soal peluang menangani Timnas Italia saat menghadiri Penghargaan Gianni Di Marzio. Dalam wawancaranya bersama Sky Sport Italia, pelatih berusia 74 tahun itu mengakui dirinya kini terbuka terhadap segala kemungkinan.

“Saya menolak Italia sebelumnya karena saya sudah memiliki pekerjaan di Roma dan tidak bisa melakukan dua pekerjaan,” kata Ranieri kepada Sky Sport Italia.

Ranieri menegaskan situasinya kini berbeda karena dirinya tidak lagi terikat dengan klub mana pun. Hal tersebut membuat peluang untuk menerima tawaran dari tim nasional menjadi jauh lebih realistis dibanding sebelumnya.

“Saat ini, saya bebas, jadi jika ada yang memanggil, mengapa tidak? Jangan pernah mengatakan tidak mungkin," ucap Ranieri.

Luka Ranieri Melihat Kondisi Leicester City

Claudio Ranieri. Pelatih asal Italia yang kini berusia 70 tahun ini merebut gelar Manager of The Season di Liga Inggris musim 2015/2016 bersama Leicester City yang dibesutnya Juli 2015 hingga Februari 2017. Seperti dongeng, The Foxes dibawanya juara Liga Inggris musim tersebut. (AFP/Adrian Dennis)

Meski lama berkecimpung di Serie A, nama Ranieri tetap identik dengan Leicester City setelah sukses menghadirkan gelar Premier League yang legendaris pada musim 2015/2016. Namun, satu dekade setelah keajaiban tersebut, kondisi Leicester justru berbanding terbalik.

Ranieri mengaku sedih melihat The Foxes kini terdegradasi ke divisi ketiga sepak bola Inggris. Ia menyebut Leicester sejak lama memang dikenal sebagai klub yang kerap naik turun kasta kompetisi.

“Itu dianggap sebagai klub yo-yo di Inggris, naik turun di dua divisi teratas,” kata Ranieri.

“Sayang sekali mereka telah terdegradasi ke divisi ketiga. Saya akan segera pergi ke Leicester untuk perayaan 10 tahun setelah gelar Liga Primer, dan para penggemar peduli untuk menciptakan kembali suasana itu," tutupnya.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya