Jadwal Serie A Kacau: Derby Roma Bentrok dengan Final Tenis Italian Open

Jadwal Liga Italia pekan 37 kacau balau akibat bentrok Derby Roma dengan final Italian Open. Simak konflik Lega Serie A, Federasi Tenis, hingga ancaman Sarri.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 15 Mei 2026, 15:29 WIB
Gelandang muda AS Roma, Niccolo Pisilli. (Filippo MONTEFORTE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi Serie A akhir pekan ini tengah dilanda ketidakpastian besar. Pihak otoritas liga bersama pemerintah setempat akhirnya menyetujui perubahan jadwal untuk lima laga krusial pada pekan ke-37. Ketetapan yang diambil secara mendadak ini sempat membuat sepuluh tim berada dalam situasi tidak pasti terkait waktu bertanding mereka.

Langkah darurat ini diambil menyusul pertemuan untuk menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung selama beberapa hari. Upaya banding melalui tribun TAR sebelumnya telah ditolak secara tegas. Oleh karena itu, seluruh pertandingan tetap dijadwalkan pada hari Minggu guna menjaga sportivitas kompetisi yang kian sengit.

Sebanyak lima laga yang melibatkan tim-tim pemburu tiket Liga Champions diwajibkan memulai pertandingan secara serentak. Pertandingan tersebut meliputi laga sengit Roma vs Lazio, Como vs Parma, Genoa vs Milan, Juventus vs Fiorentina, serta Pisa vs Napoli. Kebijakan ini diterapkan agar tidak ada pihak yang mendapatkan keuntungan dari hasil laga tim pesaing lainnya.

Meski demikian, regulasi ini justru melahirkan friksi baru dengan pihak keamanan dan cabang olahraga lain. Penentuan jam pertandingan dinilai mengabaikan faktor keselamatan publik di Roma. Saat ini, tensi menjelang pekan ke-37 justru lebih terasa pada konflik di luar lapangan daripada persaingan di rumput hijau.

Bentrok Jadwal dengan Final Tenis Italian Open

Pelatih Lazio, Maurizio Sarri memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Juventus pada laga pekan ke-29 Liga Italia 2022/2023 di Olimpico Stadium, Roma, Minggu (9/4/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Akar masalah utama terletak pada duel antara Roma dan Lazio yang bertempat di Stadion Olimpico. Area stadion yang sangat dekat dengan lokasi final tunggal putra Italian Open memicu kekhawatiran terkait kepadatan massa yang luar biasa di wilayah Foro Italico.

Pihak kepolisian memprediksi risiko keamanan akan melonjak jika dua ajang olahraga raksasa tersebut digelar dalam waktu yang hampir bersamaan. Area yang sama diperkirakan akan dipenuhi oleh ribuan fans sepak bola dan penonton tenis di hari tersebut.

Pemerintah setempat sempat memberikan saran agar Derby della Capitale digeser ke hari Senin. Namun, alternatif tersebut sulit dijalankan lantaran adanya rencana aksi mogok transportasi publik yang akan dilakukan pada hari yang sama.

Kritik Pedas dan Penolakan dari Federasi Tenis

Di menit ke-26, melalui skema serangan balik, Lazio berhasil membobol gawang sang tamu lewat aksi Gustav Isaksen. Lazio unggul 1-0. Tampak dalam foto, penyerang Lazio asal Denmark, Gustav Isaksen (kanan) merayakan golnya saat pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026 melawan AC Milan di Olimpico Stadium, Roma, Minggu 15 Maret 2026 waktu setempat atau Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Keinginan Lega Serie A untuk mengintervensi jadwal final Italian Open agar Derby Roma memiliki ruang lebih luas langsung mendapat penolakan keras dari Federasi Tenis Italia. Angelo Binaghi selaku Presiden Federasi menyampaikan responsnya dengan sangat tegas.

"Supervisor ATP ada di sini dan turnamen ini diatur secara berbeda dari kompetisi sepak bola," tegas Angelo Binaghi.

Binaghi menjelaskan bahwa pihaknya memiliki keterbatasan dalam mengubah jadwal karena terikat komitmen dengan pihak luar. Ia bahkan memberikan sindiran tajam terhadap manajemen Serie A yang dianggap tidak profesional dalam menyusun kalender pertandingan sejak awal.

"Mereka bisa berubah kapan saja mereka mau, kami tidak bisa, karena kami punya kewajiban lain. Dan kami tidak bisa diharapkan untuk memindahkan final kami hanya karena beberapa orang bodoh mengetik daftar jadwal dengan kaki mereka," tutur Binaghi.

Perpecahan Sikap Antar-Klub

Situasi panas ini juga merembet ke internal klub-klub yang bertanding. Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, bahkan melontarkan ancaman untuk tidak mendampingi tim jika mereka dipaksa bertanding pada Minggu siang.

Di sisi lain, pihak Roma memiliki pandangan yang bertolak belakang. Manajemen tim Serigala Ibu Kota justru berdiri di belakang para suporter yang mendesak agar laga tetap dilangsungkan pada hari Minggu sesuai rencana semula.

Pilihan untuk memajukan pertandingan ke hari Sabtu juga dianggap mustahil. Hal ini dikarenakan Lazio baru saja menyelesaikan partai final Coppa Italia melawan Inter Milan pada Rabu malam, sehingga faktor kebugaran pemain menjadi kendala utama.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya