Mantan Pelatih MU Sodorkan Sosok 38 Tahun untuk Nakhodai AC Milan

Ralf Rangnick rekomendasikan Matthias Jaissle jadi pelatih baru AC Milan. Langkah awal revolusi total Rossoneri untuk kembali ke Liga Champions.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 29 Mei 2026, 08:47 WIB
Logo dan ilustrasi AC Milan. (AFP/Paco Serinelli)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan sedang mengalami perombakan besar setelah gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Keputusan mendepak Massimiliano Allegri membuat kursi pelatih kepala Rossoneri saat ini sedang kosong.

Di tengah situasi krusial ini, nama mantan manajer Manchester United yaitu Ralf Rangnick muncul sebagai kandidat utama sektor teknis. Pria asal Austria tersebut siap mengambil alih jabatan penting di San Siro setelah Piala Dunia 2026.

Namun, Rangnick mengajukan syarat berat berupa kendali penuh atas pemilihan staf dan penunjukan pelatih baru. Menariknya, ia langsung menyodorkan satu nama muda yang dinilai cocok untuk memimpin skuad Milan.

Sosok yang direkomendasikan adalah Matthias Jaissle, pelatih berbakat yang saat ini baru berusia 38 tahun. Kehadiran nama Jaissle langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung setia Milan.

Alasan Ralf Rangnick Menginginkan Matthias Jaissle

Manajer Manchester United Ralf Rangnick sebelum pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Burnley di Old Trafford di Manchester, Inggris, Kamis, 30 Desember 2021. (AP Photo/Rui Vieira)

Ralf Rangnick dilaporkan menginginkan Matthias Jaissle yang berusia 38 tahun untuk memimpin Rossoneri. Keduanya dikenal memiliki kesamaan visi dalam menerapkan strategi sepak bola modern yang menyerang.

Rekam jejak Jaissle terbukti sangat impresif saat pertama kali melatih klub Austria, RB Salzburg. Ia sukses memenangkan gelar ganda domestik sekaligus membawa klub tersebut lolos ke babak gugur Liga Champions.

Reputasi pelatih muda ini semakin meningkat ketika ia memutuskan pindah ke Arab Saudi pada tahun 2023. Bersama Al-Ahli, Jaissle sukses merengkuh trofi bergengsi yaitu Liga Champions AFC 2025 kemarin.

Pengalaman berharga tersebut membuat Rangnick yakin bahwa Jaissle adalah sosok tepat untuk membangkitkan Milan. Karakter kepemimpinannya dinilai mampu membawa perubahan positif di dalam ruang ganti San Siro.

Krisis Manajemen Milan dan Deretan Calon Pelatih Lain

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, berbicara dengan pemain AC Milan, Christian Pulisic, usai ditarik keluar pada laga Serie A antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Milan membutuhkan tim manajemen senior baru setelah berpisah dengan pelatih kepala Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknik Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani sehari setelah musim 2025-26 berakhir, setelah Rossoneri gagal lolos ke Liga Champions. Pembersihan massal ini dilakukan demi memperbaiki prestasi klub yang merosot tajam.

Situasi darurat ini membuat manajemen harus bergerak cepat dalam berburu tanda tangan pelatih baru. Meski Jaissle menjadi pilihan utama Rangnick, Milan juga memiliki beberapa nama alternatif lainnya.

Pemilik klub, Gerry Cardinale, dikabarkan lebih menyukai pelatih kepala Amerika Serikat saat ini yaitu Mauricio Pochettino. Selain itu, nama pelatih berpengalaman seperti Oliver Glasner juga masuk dalam radar bidikan Rossoneri.

Persaingan ketat untuk mengisi kursi panas di San Siro ini diprediksi akan selesai dalam waktu dekat. Manajemen Milan kini harus memilih dengan cermat demi masa depan klub yang lebih baik.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya