Final Liga Champions: PSG dan Arsenal Terancam Mainkan Gelandang di Posisi Bek Kanan

Final Liga Champions 2025/2026 akan menghadirkan duel PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Sabtu 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 29 Mei 2026, 23:47 WIB
Pekerja melakukan persiapan jelang laga final liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Jumat (29/5/2026). (AFP/Attila Kisbendek)

Liputan6.com, Jakarta - Final Liga Champions 2025/2026 akan menghadirkan duel dua tim terbaik Eropa musim ini. PSG dan Arsenal dijadwalkan saling berhadapan di Puskas Arena, Budapest, Sabtu 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB.

PSG datang ke partai final dengan status juara bertahan sekaligus tim paling konsisten sepanjang musim. Di sisi lain, Arsenal berhasil mencapai laga puncak berkat pertahanan solid setelah belum pernah kalah dan hanya kebobolan empat gol sejak fase liga.

Namun di balik performa impresif tersebut, kedua tim ternyata dibayangi persoalan besar menjelang pertandingan penentuan. Posisi bek kanan menjadi sektor yang paling mengkhawatirkan dan berpotensi memengaruhi jalannya final.

Baik Luis Enrique maupun Mikel Arteta bahkan berpeluang memasang pemain tengah sebagai opsi darurat di area tersebut. Kondisi itu membuat pertarungan di sisi sayap diprediksi menjadi salah satu faktor paling krusial dalam laga nanti.

Arsenal Berpotensi Andalkan Gelandang di Posisi Bek Kanan

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Arsenal tengah menghadapi situasi rumit setelah Jurrien Timber belum sepenuhnya pulih dari cedera. Bek asal Belanda itu belum kembali masuk skuad pertandingan sejak pertengahan Maret dan peluang tampil di final masih tanda tanya.

Masalah The Gunners semakin kompleks karena Ben White juga harus menepi akibat cedera lutut yang mengakhiri musimnya sejak Mei lalu. Dengan dua bek kanan utama absen, Arteta dipaksa mencari alternatif lain untuk mengisi posisi tersebut.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Arsenal sempat mencoba sejumlah solusi darurat. Cristhian Mosquera, Martín Zubimendi, hingga Declan Rice pernah dimainkan sebagai bek kanan demi menjaga stabilitas permainan tim. Dua nama terakhir sejatinya berposisi sebagai gelandang.

Mosquera memang menjadi opsi paling masuk akal karena merupakan bek murni. Namun pemain berusia 21 tahun itu akan menghadapi ujian berat saat harus meredam kombinasi Khvicha Kvaratskhelia dan Nuno Mendes yang dikenal sebagai salah satu duet sisi kiri paling agresif di dunia saat ini.

PSG Juga Dihantui Problem Besar Tanpa Achraf Hakimi

Selebrasi Khvicha Kvaratskhelia dalam laga PSG vs Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (29/4/2026). (AP Photo/Aurelien Morissard)

PSG ternyata berada dalam kondisi yang tak jauh berbeda. Achraf Hakimi dikabarkan masih berusaha memulihkan kondisi setelah mengalami cedera hamstring pada semifinal melawan Bayern Munchen.

Apabila Hakimi tidak bisa bermain, Luis Enrique kemungkinan besar akan menurunkan Warren Zaire-Emery sebagai bek kanan. Meski posisi aslinya adalah gelandang tengah, pemain berusia 20 tahun itu sudah 21 kali dimainkan di sektor tersebut sepanjang musim ini.

Dari sisi adaptasi, Zaïre-Emery memang cukup terbiasa menjalankan peran sebagai bek kanan. Meski begitu, PSG tetap akan kehilangan kekuatan menyerang yang biasa diberikan Hakimi lewat kontribusi ofensif agresifnya dari sisi kanan lapangan.

Situasi tersebut berpotensi dimanfaatkan Arsenal melalui kecepatan pemain seperti Gabriel Martinelli, Leandro Trossard, maupun Eberechi Eze. Bahkan andai Hakimi tetap dimainkan, kondisi fisiknya diperkirakan belum mencapai level terbaik setelah cukup lama menepi karena cedera.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya