Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang yang sangat penting tidak hanya bagi tim nasional dari berbagai negara. Turnamen ini, yang untuk pertama kalinya melibatkan 48 negara, juga akan memberikan peluang pendapatan tambahan bagi klub-klub yang mengirimkan pemain mereka untuk berpartisipasi.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan pertandingan, FIFA telah menyiapkan dana kompensasi yang lebih besar dibandingkan dengan edisi sebelumnya melalui Program Manfaat Klub atau Club Benefits Programme.
Advertisement
Dana kompensasi ini akan diberikan kepada klub yang melepaskan pemainnya untuk memperkuat tim nasional selama periode Piala Dunia.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara FIFA dan Asosiasi Klub Eropa (ECA). Kesepakatan terbaru yang disetujui pada tahun 2023 mengatur distribusi dana untuk periode 2023 hingga 2026.
Menariknya, kompensasi tidak hanya diberikan kepada klub tempat pemain bernaung selama Piala Dunia berlangsung. Klub-klub yang pernah menjadi tempat pemain tersebut berlatih dalam dua tahun sebelumnya juga berhak mendapatkan bagian dari dana kompensasi.
Sebagai contoh, penampilan Marc Guehi bersama Timnas Inggris dapat menghasilkan pembayaran bagi dua klub berbeda, yaitu Manchester City dan Crystal Palace, karena bek berusia 25 tahun itu pernah membela kedua klub tersebut sejak tahun 2023.
Revisi Peraturan Piala Dunia 2026
FIFA telah melakukan perubahan signifikan terkait skema pembayaran untuk Piala Dunia 2026. Sebelumnya, kompensasi hanya diberikan berdasarkan partisipasi pemain dalam putaran final, tetapi kini FIFA juga memperhitungkan pertandingan kualifikasi.
Dengan demikian, lebih banyak dana akan dialokasikan untuk klub-klub yang melepaskan pemain mereka. Kebijakan ini memberikan keuntungan tambahan bagi klub-klub yang mengirimkan pemain ke tim nasional yang tidak berhasil lolos ke putaran final yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Meskipun negara mereka tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, kontribusi pemain selama fase kualifikasi tetap akan dihitung dalam skema kompensasi.
FIFA Menyediakan Anggaran Besar
FIFA telah mengumumkan alokasi dana sebesar US$ 355 juta untuk Program Manfaat Klub dalam rangka Piala Dunia 2026. Alokasi ini mencakup baik pertandingan kualifikasi maupun fase final dari turnamen tersebut. Meskipun demikian, hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah pembayaran harian yang akan diterima setiap pemain selama fase final berlangsung. Berbagai laporan yang beredar memperkirakan bahwa nominal pembayaran harian tersebut berkisar di angka US$ 11 ribu.
Perhitungan untuk pembayaran ini akan dimulai sepuluh hari sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 dan akan berlanjut hingga pertandingan terakhir yang diikuti oleh pemain bersama tim nasional mereka.
Jika angka yang diperkirakan tersebut benar-benar diterapkan, sebuah klub bisa menerima lebih dari 250 ribu dolar AS hanya dari satu pemain yang tersingkir pada fase grup. Semakin lama seorang pemain bertahan dalam turnamen, semakin besar pula jumlah dana yang akan diterima oleh klub yang bersangkutan.
Lebih Besar Dibanding Piala Dunia 2022
Pada ajang Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar, FIFA telah mengalokasikan dana sebesar US$ 209 juta untuk klub-klub yang melepas pemain mereka. Sebanyak 440 klub menerima bagian dari program distribusi dana ini.
Meskipun pada Piala Dunia 2026 jumlah dana yang dialokasikan meningkat sekitar US$ 146 juta dibandingkan dengan edisi di Qatar, nilai pembayaran per pemain setiap harinya tidak mengalami banyak perubahan.
Pada Piala Dunia 2022, angka yang dilaporkan berada di kisaran US$ 10.950 per hari. Perbedaan total dana ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia serta FIFA yang kini juga mempertimbangkan pertandingan kualifikasi dalam skema kompensasi yang diterapkan.
Klub dengan Kompensasi Terbesar
Dalam ajang Piala Dunia 2022, Manchester City berhasil mencatatkan diri sebagai klub dengan pendapatan tertinggi dari Program Manfaat Klub FIFA. The Citizens mengirimkan 16 pemain ke Qatar dan menerima sekitar US$ 4,6 juta.
Di posisi kedua, Manchester United meraih pendapatan sekitar US$ 3,33 juta, sementara Chelsea menempati posisi ketiga dengan pemasukan sebesar US$ 3,25 juta. Menjelang Piala Dunia 2026, persaingan antara klub-klub semakin terbuka lebar. Besarnya dana yang akan diterima oleh klub-klub ini sangat tergantung pada jumlah pemain yang dipanggil ke timnas serta seberapa jauh timnas mereka melangkah dalam turnamen tersebut.
Saat ini, berdasarkan daftar skuad yang telah diumumkan, lima klub Premier League dengan jumlah pemain terbanyak yang akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 adalah: Manchester City dengan 17 pemain, Arsenal dengan 15 pemain, dan Manchester United, Crystal Palace, serta Liverpool masing-masing dengan 11 pemain.
Klub-klub ini memiliki kesempatan besar untuk menjadi penerima kompensasi terbesar dari FIFA, mengingat banyaknya pemain mereka yang memperkuat timnas yang diprediksi akan melaju jauh di turnamen. Namun, jumlah akhir yang akan diterima oleh masing-masing klub baru akan terungkap setelah semua pertandingan Piala Dunia 2026 selesai dilaksanakan.
Sumber: Aning Jati (Bola.com)