Kylian Mbappe Ungkap Kesedihan atas Absennya Italia di Piala Dunia 2026

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, menyatakan kekecewaannya atas kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya beruntun, menyebutnya sebaga

oleh ThomasDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:30 WIB
Penyerang Prancis #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah upayanya mencetak gol yang dianulir karena offside, selama pertandingan persahabatan antara Kolombia dan Prancis di Stadion Northwest di Landover, Maryland, pada 29 Maret 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kapten tim nasional Prancis sekaligus penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, menyampaikan rasa sedih dan kekecewaannya terkait absennya tim nasional Italia dari gelaran Piala Dunia 2026. Ini menandai kegagalan ketiga kalinya secara beruntun bagi Gli Azzurri untuk menembus turnamen akbar tersebut, setelah sebelumnya juga absen pada edisi 2018 dan 2022.

Mbappe mengakui adanya kedekatan emosional dan personal yang kuat dengan Italia. "Saya sangat menyukai Italia," ujarnya. Kedekatan tersebut, jelasnya, terjalin selama ia membela Paris Saint-Germain (PSG), di mana ia berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain Italia kenamaan seperti Gianluigi Donnarumma, Marco Verratti, dan Gianluigi Buffon.

"Saya pernah bermain bersama banyak pemain hebat Italia, saya memiliki banyak teman di sana, dan ketika ada kesempatan, saya berlibur ke negara itu. Saya merasa sangat nyaman berada di sana. Orang-orangnya sangat baik kepada saya," kata Mbappe. Ia juga sering menghabiskan waktu liburannya di negara tersebut.

Mantan bintang PSG ini menilai bahwa ketidakhadiran Italia merupakan kehilangan besar bagi lanskap sepak bola dunia. Hal ini mengingat tradisi kuat yang dimiliki negara tersebut dalam kancah sepak bola internasional.

"Sangat disayangkan karena Italia adalah negara dengan tradisi sepak bola yang luar biasa," ungkapnya. Mbappe menekankan bahwa Italia adalah tim besar yang seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Jumlah Peserta Membesar

Kylian Mbappe berhasil mencetak satu gol saat Timnas Prancis menang 2-1 atas Brasil pada laga uji coba di Gillette Stadium, Foxborough, Jumat (27/03/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Charles Krupa)

Piala Dunia 2026 akan memperkenalkan format baru dengan 48 negara peserta, sebuah perubahan yang diharapkan membuka peluang lebih luas bagi tim-tim yang sebelumnya kesulitan mencapai putaran final. Mbappe memandang format ini sebagai langkah positif yang memungkinkan lebih banyak negara merasakan atmosfer turnamen.

"Ini kesempatan yang luar biasa bagi banyak tim nasional," jelasnya. Meskipun demikian, ia juga menyadari konsekuensi yang kurang menyenangkan ketika salah satu kekuatan tradisional sepak bola justru gagal mengamankan tiket lolos, dan menyatakan rasa simpati untuk negara-negara kuat seperti Italia.

Mbappe Mengejar Rekor

Di samping rasa simpatinya untuk Italia, Mbappe mengusung misi besar untuk mencatatkan sejarah baru dalam karier internasionalnya di Amerika Utara pada Piala Dunia 2026.

Mbappe membidik tiga rekor sekaligus, termasuk mengejar rekor gol sepanjang masa di Piala Dunia yang saat ini dipegang oleh legenda Jerman, Miroslav Klose, dengan 16 gol. Saat ini, Mbappe telah mengoleksi 12 gol. Selain itu, ia juga berpeluang mengejar rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas Prancis, serta rekor Just Fontaine untuk gol terbanyak yang dicetak dalam satu turnamen Piala Dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya