Bawa Generasi Baru Italia Raih Kemenangan, Silvio Baldini Bicara Soal Status Pelatih Permanen

Silvio Baldini sukses membawa generasi baru Italia meraih dua kemenangan beruntun. Namun, ia belum mau memikirkan peluang menjadi pelatih permanen Azzurri.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:21 WIB
Pelatih Sementara Timnas Italia, Silvio Baldini. (X/FIGC)

Liputan6.com, Jakarta - Juru taktik interim Italia, Silvio Baldini, masih enggan mengomentari kans dirinya untuk menakhodai skuad Azzurri secara definitif. Atensi utamanya untuk sekarang ini masih tercurah pada performa yang baru saja ia selesaikan bersama skuad negara tersebut.

Baldini menyudahi masa bakti sementaranya dengan torehan yang impresif. Skuad Italia sukses memetik dua kemenangan dengan skor tipis 1-0 tatkala bersua Luksemburg serta Yunani dalam sepasang laga pamungkas.

Hal yang mencuri perhatian, komposisi tim yang dikumpulkannya kental dengan aroma daun muda. Dari total 24 nama yang dipanggil ke dalam skuad, tercatat ada 19 nama yang melakoni laga perdana mereka di level tim nasional senior.

Walaupun bermain dengan komposisi pemain yang minim jam terbang internasional, Italia terbukti masih sanggup memetik hasil maksimal. Figur Francesco Pio Esposito keluar sebagai pahlawan lewat sumbangan gol tunggal penentu kemenangan pada kedua pertandingan tersebut.

Kepercayaan Baldini pada Generasi Muda Italia

Skuad Timnas Italia dalam laga uji coba internasional pada Juni 2026. (Official X @Azzurri)

Seusai mengandaskan perlawanan Yunani, Baldini menyatakan bahwa performa apik yang dipertontonkan oleh barisan pemain muda bukan merupakan hal yang mengagetkan bagi dirinya. Ia menilai bahwa potensi besar mereka sejatinya sudah nampak sejak awal.

"Saya tidak memberikan pujian hanya demi memberi pujian. Saya tahu nilai para pemain ini," kata Baldini.

"Saat pemain muda memahami bahwa memiliki aturan adalah sebuah sumber daya, bukan hukuman, mereka telah mencapai tingkat kedewasaan yang dibutuhkan untuk menjadi tim penting. Sekarang mereka hanya perlu terus berkembang."

Dirinya pun berpendapat bahwa atmosfer pertandingan di level senior sanggup mengatrol mentalitas dan rasa percaya diri anak asuhnya. Di samping hal tersebut, Baldini lagi-lagi mengingatkan perihal signifikansi ketertiban dalam proses meniti karier bagi seorang atlet lapangan hijau.

"Saya berharap kami juga mendapatkan sedikit keberuntungan malam ini, karena keberuntungan penting dalam semua aspek kehidupan. Saya ingin mereka mendapatkan kepercayaan diri dari pengalaman ini. Memiliki aturan dan gaya hidup yang baik bukanlah hukuman."

Tidak Terlalu Memikirkan Masa Depan di Tim Senior

Rentetan hasil positif dalam dua laga pembuka memicu lahirnya dorongan publik agar Baldini dipertahankan di kursi kepelatihan Italia. Sejumlah suporter serta pengamat sepak bola dikabarkan berharap agar sang pelatih meneruskan kinerjanya di tim nasional senior.

Walau demikian, Baldini menanggapi riuh rendah tersebut secara kalem. Ia menekankan bahwa hal paling krusial bagi dirinya adalah menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan secara optimal.

"Terima kasih, tetapi yang penting bagi saya adalah melakukan pekerjaan saya dengan baik. Sayangnya, dalam sepak bola, orang-orang terlalu cepat memberi label kepada Anda."

"Saya percaya jawaban terbaik untuk label-label itu adalah apa yang telah ditunjukkan para pemain ini di lapangan. Saya bukan seseorang yang muncul begitu saja. Takdir membawa saya ke sini, tetapi perjalanan ini tidak mudah."

Saat kembali dicecar pertanyaan mengenai kesiapannya andai diminta memimpin Italia mulai September mendatang, Baldini sama sekali tidak memperlihatkan gelagat tertentu terkait ambisi personalnya untuk bertahan.

Menunggu Keputusan FIGC dan Melihat Masa Depan Italia

Baldini menggarisbawahi bahwa niat utamanya hanyalah memberikan sumbangsih positif bagi perkembangan sepak bola Italia. Oleh karena itu, ia tidak mau memusingkan urusan status kepelatihan permanen sebagai target prioritasnya.

"Itu tidak penting bagi saya. Saya hanya ingin berguna. Saya adalah bagian dari keluarga Italia."

"Saya melatih pertandingan-pertandingan ini karena saya ingin para pemain saya mendapatkan apresiasi atas apa yang telah mereka capai bersama saya."

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) diwacanakan bakal melangsungkan agenda pemungutan suara demi menentukan sosok presiden anyar pada 22 Juni 2026. Selepas agenda pemilihan tersebut rampung, barulah kepastian perihal sosok arsitek anyar tim nasional Italia akan diputuskan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya