Perbandingan 2 Edisi Piala Dunia di Amerika Serikat

Piala Dunia kembali bergulir di Amerika Serikat. Apa sajakah perbedaan antara Piala Dunia 1994 dan Piala Dunia 2026 mendatang?

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 11 Juni 2026, 12:30 WIB
Arab Saudi. Termasuk Piala Dunia 2022, Arab Saudi telah lolos sebanyak 6 kali ke putaran final Piala Dunia. Dalam 5 edisi sebelumnya, 1994 hingga 2006 dan 2018, mereka hanya mampu 1 kali lolos dari fase grup, yaitu di Piala Dunia pertama mereka pada edisi 1994 dan terhenti di babak kedua (16 besar) usai kalah 1-3 dari Swedia. Di fase grup mereka keluar sebagai runner-up Grup F di bawah Belanda yang mengoleksi poin sama, 6, hasil dari 2 kali menang dan 1 kali kalah. (AFP/Mike Nelson)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah 32 tahun sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya, Amerika Serikat kembali menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Namun, Piala Dunia 2026 tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan edisi yang berlangsung pada tahun 1994.

Peserta turnamen kali ini meningkat dua kali lipat, harga tiket mengalami lonjakan signifikan, jumlah pertandingan bertambah, dan penyelenggaraan kini melibatkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pada Piala Dunia 1994, harga tiket untuk fase grup berkisar antara US$ 25-75, sedangkan untuk pertandingan pembuka, tiketnya dijual antara US$ 40-120.

Di sisi lain, tiket untuk laga final yang diadakan di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, ditawarkan dengan harga antara US$ 180-475.

Ketika FIFA mulai menjual tiket pertandingan secara individual pada bulan Desember lalu, harga tiket untuk fase grup Piala Dunia 2026 bervariasi antara US$ 140-2.735. Sementara itu, harga tiket untuk laga final mencapai antara US$ 4.185-8.680.

Tahun ini juga menjadi momen bersejarah karena Piala Dunia pertama yang menerapkan sistem harga dinamis, di mana harga tiket dapat berubah berdasarkan permintaan pasar yang aktual maupun yang diprediksi.

Bahkan pada bulan April lalu, FIFA menaikkan harga tiket tertinggi untuk laga final menjadi US$ 10.990.

Selain perbedaan harga tiket, terdapat sejumlah perbedaan penting lainnya antara Piala Dunia 1994 dan Piala Dunia 2026.

Jumlah Peserta

Roberto Baggio terlihat kecewa setelah tendangan penaltinya melewati mistar gawang Brasil pada final Piala Dunia 1994 di Stadion Rose Bowl, Amerika Serikat. Italia mengalami kekalahan 2-3.

Piala Dunia 1994 menjadi edisi terakhir yang diikuti oleh 24 negara. Empat tahun setelahnya, jumlah peserta meningkat menjadi 32 tim. Pada Piala Dunia 2026, FIFA kembali memperluas jumlah peserta dengan menambahkannya menjadi 48 tim.

Dengan perubahan ini, tim yang berhasil melaju ke final kini harus menjalani delapan pertandingan untuk meraih gelar juara, yang mana satu laga lebih banyak dibandingkan dengan format sebelumnya yang hanya memerlukan tujuh pertandingan.

Ukuran Lapangan Kini Seragam

Menjelang Piala Dunia 1994, FIFA telah menetapkan ukuran lapangan standar sebesar 68 x 105 meter. Namun, pengelola stadion masih diperbolehkan untuk mempertahankan lapangan yang lebih kecil dari ukuran yang ditetapkan.

Berbeda dengan situasi pada Piala Dunia 2026, kali ini semua stadion yang digunakan telah dimodifikasi untuk memenuhi standar ukuran lapangan yang ditetapkan oleh FIFA. Hal ini menunjukkan komitmen FIFA dalam menjaga keseragaman dan kualitas pertandingan di level internasional.

Jumlah Penonton

Pemain Arab Saudi, Saeed Al Owairan (kiri) berebut bola dengan pemain Prancis, Didier Deschamps saat pertandingan putaran pertama grup C Piala Dunia 1998 antara Prancis dan Arab Saudi di Stade de France di Saint-Denis 18 Juni 1998. (AFP/Gabriel Bouys)

Piala Dunia 1994 berhasil mencatat jumlah penonton yang luar biasa, dengan total mencapai 3,59 juta orang selama turnamen berlangsung. Rata-rata, sekitar 68.991 penonton menyaksikan setiap pertandingan dari total 52 laga yang diadakan.

Dengan jumlah pertandingan yang hampir dua kali lipat pada Piala Dunia 2026, diperkirakan total penonton akan mencapai antara 6 hingga 7 juta orang, menunjukkan antusiasme yang semakin meningkat terhadap ajang sepak bola ini.

Negara Tuan Rumah

Piala Dunia 1994 diadakan sepenuhnya di Amerika Serikat, memanfaatkan sembilan stadion sebagai lokasi pertandingan. Laga pembuka diadakan di Stadion Soldier Field yang terletak di Chicago. Berbeda dengan edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 akan melibatkan 16 stadion yang tersebar di tiga negara, yakni 11 stadion di Amerika Serikat, tiga di Meksiko, dan dua di Kanada.

Meskipun turnamen diadakan di tiga negara, semua pertandingan dari perempat final hingga final akan berlangsung di Amerika Serikat. Menariknya, Chicago tidak termasuk dalam daftar kota tuan rumah untuk edisi kali ini. Pemerintah kota tersebut menyatakan bahwa mereka tidak berminat untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah karena merasa FIFA tidak memberikan jaminan finansial yang cukup.

Stadion Pertandingan

Departemen Kepolisian Transit New Jersey melalui Kantor Manajemen Darurat (OEM), bersama mitra federal, negara bagian, kabupaten, dan lokal, melaksanakan latihan tanggap darurat di Stadion.

Pada tahun 1994, sejumlah lima stadion yang menjadi kandang tim NFL dipilih sebagai lokasi untuk pertandingan, di antaranya Giants Stadium, Foxboro Stadium, Pontiac Silverdome, dan RFK Stadium, yang kini sudah tidak berfungsi lagi.

Berbeda dengan situasi saat itu, semua venue yang akan digunakan di Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 adalah stadion NFL modern yang memiliki fasilitas ruang VIP mewah serta area tempat duduk premium yang lebih banyak.

Dari stadion yang digunakan pada tahun 1994, hanya Soldier Field, Rose Bowl, Cotton Bowl, Citrus Bowl, dan Stanford Stadium yang masih ada hingga saat ini. Namun, sayangnya, tidak ada satu pun dari stadion tersebut yang akan digunakan dalam Piala Dunia kali ini.

Penerapan Taktik

Pada Piala Dunia 1994, pertandingan dilangsungkan tanpa adanya jeda khusus, meskipun cuaca saat itu panas dan lembap. Diperkirakan, Piala Dunia 2026 akan menghadapi kondisi cuaca yang serupa.

Namun, ada perbedaan signifikan, yaitu setiap babak akan disertai dengan jeda minum selama tiga menit. Selain berfungsi untuk membantu pemain dalam memulihkan kondisi fisik, momen istirahat ini juga diperkirakan akan dimanfaatkan oleh pelatih untuk memberikan instruksi taktik dengan cepat dan efisien. Dengan demikian, strategi permainan bisa lebih terencana dan responsif terhadap situasi di lapangan.

Identifikasi Pemain

Contoh penggantian pemain dalam pertandingan sepak bola. (AFP/Ian Kington)

Pada tahun 1994, peraturan yang berlaku mengizinkan setiap tim untuk melakukan dua pergantian pemain. Namun, ada ketentuan tambahan yang membolehkan satu pergantian tambahan jika penjaga gawang mengalami cedera atau mendapatkan kartu merah.

Sejak tahun 1998, FIFA telah menambah jumlah pergantian pemain menjadi tiga. Saat ini, sejak Piala Dunia 2022, setiap tim diberikan kesempatan untuk melakukan hingga lima pergantian pemain selama waktu normal pertandingan. Selain itu, jika pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu, tim dapat melakukan satu pergantian tambahan, serta satu pergantian khusus untuk menggantikan pemain yang mengalami gegar otak.

Piala Dunia 1994 menandai awal kewajiban mencantumkan nama pemain di bagian belakang jersey. Kebijakan ini kemudian diadopsi sebagai standar dalam sepak bola internasional. Meskipun nomor punggung telah diwajibkan sejak Piala Dunia 1950, sistem nomor tetap yang berlaku sepanjang turnamen mulai diterapkan pada tahun 1954.

FIFA juga mewajibkan penggunaan nomor di celana pemain sejak tahun 1974, sementara pencantuman nomor di bagian depan jersey baru diterapkan pada tahun 1994. Dengan demikian, perkembangan ini menunjukkan pentingnya identifikasi pemain dalam pertandingan sepak bola.

Panitia Piala Dunia

Gianni Infantino menjabat sebagai Presiden FIFA. (Bola.com/Dok.FIFA).

Piala Dunia 1994 diorganisir oleh panitia lokal yang dipimpin oleh Alan Rothenberg, seorang pengacara dari California yang juga merupakan mantan ketua Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF). Dalam upayanya untuk mengenalkan sepak bola dan Piala Dunia kepada masyarakat, Rothenberg melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Amerika Serikat.

Situasi yang berbeda terlihat pada Piala Dunia 2026, di mana FIFA mengambil alih peran yang jauh lebih signifikan dalam penyelenggaraan acara tersebut. Gianni Infantino, selaku Presiden FIFA, menjadi figur yang paling mencolok menjelang turnamen, terutama dengan kedekatannya bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam salah satu kesempatan menjelang Piala Dunia 2026, Infantino bahkan memberikan penghargaan perdamaian FIFA kepada Trump.

 

Sumber: Hery Kurniawan (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya