Liputan6.com, Jakarta - Kemenangan besar Timnas Amerika Serikat atas Paraguay dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 secara langsung menyebabkan permintaan tiket meningkat pesat. Hal ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap pertandingan yang melibatkan tim nasional ini.
Setelah peluit akhir dibunyikan, harga tiket untuk pertandingan selanjutnya yang melibatkan The Yanks mengalami lonjakan signifikan di berbagai platform penjualan kembali. Kenaikan harga ini terjadi hanya dalam hitungan jam setelah pertandingan berakhir.
Advertisement
Amerika Serikat memulai turnamen dengan hasil yang sangat meyakinkan, yaitu menang 4-1 atas Paraguay pada malam Jumat (12/6/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB. Kemenangan ini tidak hanya meningkatkan harapan publik akan peluang tim yang dilatih oleh Mauricio Pochettino, tetapi juga membangkitkan semangat suporter secara drastis.
Dampak dari kemenangan tersebut terlihat jelas pada harga tiket untuk pertandingan kedua di fase grup melawan Australia, yang akan berlangsung di Lumen Field, Seattle, pada pekan depan. Kenaikan ini menunjukkan betapa tingginya antusiasme penggemar untuk menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga.
Data dari situs penjualan kembali seperti StubHub dan SeatGeek mengungkapkan bahwa harga tiket termurah yang tersedia melonjak hingga mencapai US$ 1.800 (sekitar Rp 32,3 juta) tidak lama usai partai versus Paraguay berakhir. Angka ini hampir enam kali lipat lebih mahal dibandingkan harga tiket Kategori 3 yang sebelumnya ditetapkan oleh FIFA.
Kenaikan Harga Tiket
Sejak lama, pertandingan antara Amerika Serikat dan Australia telah menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para pendukung tuan rumah. Bahkan, minat terhadap laga ini dikatakan lebih besar dibandingkan dengan pertandingan pembuka melawan Paraguay.
Namun, pada awal pekan ini, harga tiket termurah masih berkisar pada angka US$ 1.000 sebagaimana dilaporkan oleh TicketData.com yang mengawasi pergerakan harga di berbagai platform penjualan kembali. Lonjakan harga tiket mulai terlihat bahkan sebelum pertandingan Amerika Serikat melawan Paraguay dimulai.
Menjelang kick-off yang dijadwalkan pada Jumat malam, harga tiket telah mendekati angka US$ 1.500. Setelah tim Amerika Serikat berhasil mencetak empat gol dan meraih kemenangan terbesar dalam sejarah mereka di Piala Dunia, harga tiket pun kembali mengalami lonjakan.
Menurut data dari TicketData.com, harga tiket termurah untuk pertandingan melawan Australia meningkat sebesar 63 persen dibandingkan dengan tiga hari sebelumnya. Ini menunjukkan betapa tingginya antusiasme para pendukung terhadap laga yang akan datang.
Dampak Kemenangan Terus Berlanjut
Kenaikan harga tiket tidak hanya terlihat pada pertandingan melawan Australia. Pertandingan ketiga di Grup D antara Amerika Serikat dan Turki yang dijadwalkan berlangsung di SoFi Stadium dekat Los Angeles pada 25 Juni juga mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Sampai Sabtu pagi waktu setempat, harga tiket termurah untuk laga tersebut telah meningkat sebesar 66 persen dibandingkan dengan tiga hari sebelumnya. Kenaikan yang paling mencolok terjadi pada Jumat malam ketika, tiga jam sebelum pertandingan melawan Paraguay dimulai, harga tiket termurah untuk laga Amerika Serikat versus Turki masih berada di angka US$ 1.086. Namun, kurang dari 30 menit setelah pertandingan berakhir, harga tiket tersebut melonjak menjadi US$ 1.370. Pada Sabtu pagi, harga tiket kembali meningkat hingga mencapai US$ 1.456.
Antusiasme suporter juga mulai merambah ke pertandingan babak 32 besar yang akan dilaksanakan di Bay Area pada 1 Juli. Jika Amerika Serikat berhasil meraih gelar juara Grup D, mereka akan tampil di pertandingan tersebut. Harga tiket termurah untuk laga itu awalnya berada di bawah US$ 900 sepanjang hari Jumat, tetapi setelah kemenangan atas Paraguay, harga tiket langsung melonjak menjadi US$ 1.124 dalam waktu kurang dari setengah jam.
Secara keseluruhan, harga tiket untuk berbagai pertandingan Piala Dunia 2026 memang terus mengalami kenaikan seiring dengan dimulainya turnamen serta meningkatnya antusiasme penonton. Namun, menurut data dari TicketData.com, pertandingan antara Amerika Serikat melawan Australia dan Turki menjadi dua laga dengan kenaikan harga tertinggi kedua dan ketiga di seluruh turnamen. Hanya laga antara Belanda dan Jepang yang mencatatkan kenaikan harga lebih besar.
Pendukung Bersemangat
Kenaikan harga di platform resmi resale yang dikelola oleh FIFA memang tidak sebanding dengan yang ditawarkan oleh situs pihak ketiga. Namun, meski demikian, tren kenaikannya tetap terlihat dengan jelas. Fenomena ini mencerminkan euforia yang dirasakan oleh puluhan ribu penonton di SoFi Stadium saat Amerika Serikat berhasil mengalahkan Paraguay, serta jutaan orang lainnya yang menyaksikan pertandingan tersebut melalui siaran televisi.
Para pemain pun merasakan langsung energi yang tercipta di dalam stadion tersebut. Beberapa anggota tim bahkan menggambarkan suasana pertandingan itu sebagai sesuatu yang "sulit dipercaya".
Gelandang tim nasional Amerika Serikat, Weston McKennie, berharap penampilan timnya dapat menarik lebih banyak orang untuk terhubung dengan sepak bola. "Mudah-mudahan hari ini, melalui penampilan kami, mereka bisa melihat dan merasa terhubung dengan kami," ungkap McKennie.
Ia menambahkan, "Saya pikir kami ingin menjadi tim yang dekat dengan masyarakat. Mereka bisa melihat kebahagiaan yang kami rasakan ketika bermain." McKennie juga menyampaikan pesan kepada mereka yang selama ini menganggap sepak bola sebagai olahraga yang membosankan.
"Lalu, bagi orang-orang yang mungkin berkata, 'Sepak bola membosankan', hari ini ada lima gol yang tercipta. Jadi, mudah-mudahan mereka tidak mengatakan itu lagi," ujar bintang Juventus tersebut.
Lebih lanjut, McKennie menekankan bahwa penonton dapat merasakan energi di stadion dan melihat semangat para suporter yang telah mendukung mereka selama bertahun-tahun, termasuk pendukung dari Paraguay.
"Saya pikir salah satu hal yang akan mengubah sepak bola di sini adalah hadirnya Piala Dunia. Banyak orang akan tersentuh oleh gairah yang dimiliki para suporter," imbuh McKennie.
Sumber: Aning Jati (Bola.com)