A-Stream Open Water Swimming Bali Kebanjiran Peserta, Panitia Terpaksa Tutup Pendaftaran

A-Stream Open Water Swimming series Bali menarik perhatian peserta lokal dan luar negeri.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 14 Juni 2026, 23:53 WIB
Ketua Harian PB Federasi Akuatik Indonesia Harlin Erlianto. (Dok Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kejuaraan renang perairan terbuka internasional Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A-Stream Open Water Swimming series Bali menarik perhatian peserta. Terbukti, 500 lebih kontestan dari dalam dan luar negeri ambil bagian pada A-Stream Open Water Swimming.

"Kalau dari beberapa yang sudah terdaftar dan kemudian dari beberapa email yang masuk dan ingin menyatakan (berpartisipasi), saya perkirakan bisa di atas 500 peserta, kalau memang kita buka terus," kata Ketua Pelaksana Kiki Taher.

Dia menjelaskan, panitia terpaksa membatasi peserta luar negeri sebesar 300 orang.

"Kita harus menutup pendaftaran di dua minggu sebelumnya. Kami juga mendapatkan banyak masukan dan keinginan dari negara-negara lain untuk berpartisipasi," jelasnya.

"Tetapi tanggal 1 (Juni 2026) harus kita tutup. Karena, terkait dengan kapasitas yang kita miliki supaya tidak terlalu over capacity. Sehingga kita bisa lebih mengutamakan kualitas A-Stream yang dari hari ke hari, dari event ke event, dari seri ke seri semakin baik dan berkembang," lanjutnya.

 

Menarik Minat Peserta

Ketua Pelaksana Asian Open Water Swimming Championship (AOWS) dan A-Stream Open Water Swimming series Bali Kiki Taher. (Dok Merdeka.com)

Ia menyebutkan, A-Stream Open Water Swimming adalah IP atau turnamen lokal yang dimiliki oleh Pengurus Besar (PB) Federasi Akuatik Indonesia. Tahun lalu ajang ini berlangsung di Lampung dan juga banyak diminati oleh warga lokal.

"Sejak series pertama di Lampung memang lebih banyak warga negara Indonesia terutama antusiasme lokal. Di Lampung itu ada 10 hingga 20 persen warga negara asing yang berpartisipasi. Di sini juga sama warga negara asing cukup meningkat, di Bali tentu lebih dari 20 persen," ujarnya.

"Bahkan, kita banyak menerima dalam tanda kutip komplain dari peserta-peserta asing yang tidak bisa ikut dan protes karena registrasinya ditutup demikian cepat dan sebagainya. Tentu ini kita ingin sesegera mungkin mempersiapkan diri sebaik mungkin terkait dengan logistik dan sebagainya sehingga kami harus tutup itu di dua minggu sebelumnya," jelasnya.

 

Selanjutnya di Belitung

Ia menyampaikan, A-Stream Open Water Swimming selanjutnya bakal berlangsung di Kepulauan Belitung bersamaan dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

"Kita punya series ketiga yang akan bersamaan dengan kejurnas. Rencananya, akan kita lakukan di Belitung tentu saja sebelum Oktober. Karena di Perairan Indonesia sebagai negara khatulistiwa ini, kita dari Oktober, November, Desember, Januari, Februari itu, relatif secara angin dan arus laut, kecil sekali bisa melakukan event ini," ujarnya.

A-Stream Open Water Swimming akan dibesarkan dan dikembangkan untuk mendukung sport tourism. Sehingga lokasi dengan infrastruktur baik berpotensi menggelar ajang tersebut.

 

Sumber: Moh. Kadafi (Merdeka.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya