Donald Trump Bisa Kembali Ciptakan Kontroversi di Final Piala Dunia 2026

Donald Trump berpeluang melanggar tradisi pada final Piala Dunia 2026. Namun, FIFA tidak akan menghalanginya.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 16 Juni 2026, 15:30 WIB
(Kiri/Kanan) Presiden AS, Donald Trump, memperhatikan saat menerima Hadiah Perdamaian FIFA (FIFA Peace Award) dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pengundian Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Brendan SMIALOWSKI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpeluang kembali menjadi sorotan pada final Piala Dunia 2026. Menurut kabar yang beredar, FIFA tidak akan menghalangi jika Trump ingin menyerahkan trofi secara langsung kepada kapten tim yang meraih kemenangan, bahkan dia bisa turut merayakan momen tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh talkSPORT, FIFA memberikan keleluasaan kepada Trump terkait perannya dalam acara penyerahan trofi setelah pertandingan final Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium pada tanggal 19 Juli 2026. Informasi yang diterima Trump menunjukkan bahwa FIFA memang mengharapkan kehadirannya untuk menyerahkan trofi kepada kapten tim juara.

Selain kehadiran Trump, perwakilan dari pemerintah Kanada dan Meksiko juga akan diundang untuk turut serta dalam seremoni penutupan turnamen tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa acara final Piala Dunia 2026 akan menjadi momen penting yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemimpin negara.

Kembali Langgar Tradisi FIFA

Gianni Infantino, Presiden FIFA, mengarahkan Donald Trump, Presiden AS, menjauh dari para pemain Chelsea yang merayakan kemenangan setelah final Piala.

Keberadaan Trump dalam perayaan juara mengingatkan kita pada momen final Piala Dunia Antarklub 2025. Saat itu, Trump menjadi sorotan karena tetap berdiri di samping kapten Chelsea Reece James ketika trofi diangkat, yang memicu berbagai perdebatan di kalangan publik.

Dalam tayangan siaran televisi, gelandang Chelsea Cole Palmer tampak bingung dengan situasi tersebut. Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino awalnya berusaha mengarahkan Trump agar keluar dari area selebrasi, namun akhirnya membiarkannya tetap berada di sana. Menurut protokol FIFA, trofi biasanya diletakkan di podium khusus sebelum diambil oleh salah satu pemain tim juara untuk dibawa ke panggung perayaan.

Namun, sumber yang dikutip oleh talkSPORT menyatakan bahwa FIFA akan memberikan keputusan sepenuhnya kepada Trump, apakah ia ingin tetap berada di tengah para pemain saat pengangkatan trofi atau bergabung dengan para pejabat lainnya selama seremoni berlangsung. Sumber dari Gedung Putih percaya bahwa Trump kemungkinan besar akan memilih untuk merayakan kemenangan bersama tim juara, menunjukkan kedekatannya dengan mereka pada momen bersejarah tersebut.

Bakal Hadir di Final

Pada tanggal 13 Juli 2025, di MetLife Stadium, New Jersey, Presiden Donald Trump melihat Reece James dari Chelsea mengangkat trofi setelah pertandingan final Piala Dunia Antarklub melawan PSG.

Karena benturan jadwal, Trump tidak bisa menghadiri pertandingan pembuka Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Paraguay. Meskipun demikian, ia telah memastikan kehadirannya pada final yang akan berlangsung di MetLife Stadium.

Selain itu, sumber dari Gedung Putih juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan Trump akan menyaksikan lebih dari satu pertandingan selama turnamen ini berlangsung. Perlu dicatat bahwa jadwal presiden dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Namun, laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Infantino telah memberikan kebebasan penuh kepada Trump mengenai cara penyerahan trofi kepada juara dunia.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya