Son Heung-min Diejek Tidak Ikut Wajib Militer, Korea Selatan Boikot Media

Beberapa pemain tim nasional Korea Selatan memutuskan untuk memboikot media setelah adanya dugaan penghinaan terhadap Son Heung-min.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 17 Juni 2026, 06:30 WIB
Son Heung-min saat tampil untuk Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026. (Ulises RUIZ / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menarik perhatian publik ketika Korea Selatan terlibat dalam sebuah kontroversi yang melibatkan kapten tim, Son Heung-min. Beberapa pemain dilaporkan melakukan boikot terhadap media setelah adanya dugaan ejekan yang ditujukan kepada Son terkait masalah wajib militer yang dihadapinya.

Insiden tersebut, seperti yang dilaporkan oleh media Inggris, terjadi pada sesi latihan tim Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko, pada 7 Juni. Dalam rekaman yang beredar, terdapat suara jurnalis yang tidak disebutkan namanya diduga mengolok-olok mengenai pengecualian wajib militer yang didapat oleh Son.

Reaksi terhadap kontroversi ini cukup besar, memicu kemarahan di kalangan skuad Taegeuk Warriors. Setelah Korea Selatan berhasil mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1 di laga pembuka Piala Dunia 2026, Son dilaporkan menolak untuk memberikan komentar kepada media, dan beberapa agenda wawancara pemain lainnya juga dibatalkan.

Menanggapi situasi yang berkembang, Korea Football Association (KFA) merilis pernyataan resmi. "Korea Football Association menyesalkan komentar tidak pantas yang dibuat oleh beberapa personel media selama sesi latihan tim nasional di pemusatan latihan Guadalajara," demikian bunyi pernyataan KFA.

Seharusnya Saling Menghargai

Timnas Korea Selatan bertanding melawan Republik Ceko di laga perdana Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estadio Guadalajara, Meksiko, pada Jumat pagi (12/6/2026) WIB. (AFP/Ulises Ruiz)

Federasi mengungkapkan bahwa bocornya suara tersebut telah menyebabkan kekecewaan yang mendalam di kalangan tim yang sedang berusaha mengharumkan nama Korea Selatan di kancah internasional.

"Kami menghormati pekerjaan jurnalis dan peran media. Namun, kami juga akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap para pemain dan menciptakan lingkungan media yang sehat," demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Di Korea Selatan, setiap pria yang sehat umumnya diwajibkan untuk menjalani dinas militer selama periode sekitar 18 hingga 21 bulan. Akan tetapi, Son mendapatkan pengecualian dari kewajiban tersebut setelah berhasil memimpin tim nasional Korea Selatan meraih medali emas pada Asian Games 2018, yang menjadi prestasi membanggakan bagi negara. 

Olokan untuk Son

Pemain Korea Selatan, Son Heung-min belum mampu menyelesaikan peluang menjadi gol pada saat bertanding melawan Republik Ceko pada laga perdana Piala Dunia 2026 di Estadio Guadalajara, Meksiko, Jumat (12/6/2026) pagi WIB. (AFP/Ulises Ruiz)

Walaupun Son dibebaskan dari kewajiban penuh, ia tetap mengikuti pelatihan dasar militer selama tiga minggu bersama Korps Marinir Korea Selatan pada tahun 2020. Isu mengenai pengecualian ini terkadang masih menjadi topik perdebatan di negaranya, meskipun keputusan yang diambil untuk Son sesuai dengan peraturan yang berlaku di Korea Selatan.

Saat ini, Son yang sebelumnya dikenal sebagai bintang Tottenham Hotspur,  bermain untuk Los Angeles FC. Di tengah berbagai kontroversi yang mengemuka, Korea Selatan berharap agar fokus tim tetap terjaga untuk melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 tanpa terpengaruh oleh polemik yang terjadi di luar lapangan.

 

Sumber: Wiwig Prayugi (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya