Liputan6.com, Jakarta - Eloy Room menjadi pahlawan keberhasilan Curacao meraih poin pertama sepanjang sejarah mengikuti Piala Dunia. Kiper berusia 37 tahun itu pun berkelakar dirinya layak dibuatkan patung karena capaian fantastis tersebut.
Room jadi aktor utama keberhasilan Curacao meraih poin perdana di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 dengam Ekuador di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat pada Minggu (21/6/2026) pagi WIB.
Advertisement
Kiper kelahiran Belanda ini secara luar biasa berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dan tidak kebobolan sepanjang 90 menit penuh. Ia melakukan 15 penyelamatan gemilang sepanjang 90 menit.
Jumlah itu penyelamatan itu termasuk dalam penampilan terbaik seorang kiper dalam sejarah Piala Dunia. Eloy Room jadi penjaga gawang kedua dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu laga.
Berdasarkan laporan ESPN, Eloy Room berhasil menciptakan rekor penyelamatan terbanyak dalam pertandingan Piala Dunia dalam waktu normal alias 90 menit -- sejak penyelamatan menjadi statistik resmi pada tahun 1966.
Eloy Room hanya berselisih satu dengan Tim Howard, pemegang rekor penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia dengan 16 penyelamatan yang diciptakan saat Amerika Serikat melawan Belgia di Piala Dunia Brasil pada 1 Juli 2014. Namun, jumlah Howard termasuk perpanjangan waktu. Sementara selama 90 menit, dia hanya melakukan 12 penyelamatan.
Reaksi Eloy Room
Penampilan Eloy Room sangatlah heroik. Apalagi dia menciptakan rekor itu dengan membawa Curacao, negara dengan populask 158 ribu penduduk, meraih poin pertamanya di Piala Dunia sepanjang sejarah.
"Ini berarti segalanya, rasanya seperti kemenangan, ini poin pertama di Piala Dunia, ini berarti segalanya. Rasanya tidak nyata, perjalanan dari mana kami berasal dan sekarang kami berada di sini dan kami menunjukkan bahwa kami memiliki semangat juang yang sesungguhnya, ini perasaan yang luar biasa," kata Eloy Room dipetik dari ESPN.
"Saya tahu itu banyak penyelamatan. Saya tahu itu rekor dari waktu yang lama, jadi saya sangat bangga. Rasanya sangat menyenangkan. Penyelamatan pertama saya memberi saya kepercayaan diri, saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sibuk," tambahnya.
Berkelakar Layak Dibuatkan Patung
Eloy Room kemudian berkelakar bahwa dirinya merasa layak dibuatkan patung karena menjadi pahlawan Curacao. Ia pun menilai hasil imbang juga patut disyukuri dan menganggap hasil ini sebagai kemenangan.
"Saya sedikit kecewa karena kami memiliki peluang untuk mencetak gol. Bagi kami ini terasa seperti kemenangan," ucapnya.
"Saya pikir dalam 40 tahun saya akan mengingat ini, itu akan luar biasa. Saya pikir saya perlu patung di Curacao sekarang," sambung Room.
Jumlah Followers Instagram Melejit
Kegemilangan Eloy Room bukan hanya membuat dirinya mendapatkan penghargaan Man of the Match alias pemain terbaik. Popularitas dirinya di media sosial juga meningkat tajam.
Eloy Room mengalami nasib serupa dengan kiper Tanjung Verde, Vozinha yang mendapatkan beberapa juta pengikut Instagram setelah penampilannya dalam hasil imbang 0-0 negara kecil itu melawan juara Eropa, Spanyol.
Room, yang bermain untuk tim USL Championship Miami FC, mengalami lonjakan pengikut dari awalnya tak sampai 100 ribu menjadi 724 ribu dalam waktu satu jam.