Janice Tjen Kandas di Babak Pertama Lagi, Tren Buruk Jelang Wimbledon Berlanjut

Janice Tjen kini akan menghadapi Wimbledon 2026 dengan sederet hasil negatif selama tur lapangan rumput.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 24 Juni 2026, 12:30 WIB
Petenis Indonesia, Janice Tjen, memukul bola saat menghadapi Karolina Pliskova dari Republik Cheska dalam pertandingan tunggal putri pada hari kelima Australia Open di Melbourne, Kamis (22/1/2026). (Paul Crock / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Janice Tjen kembali menelan kekalahan di babak pertama dalam rangkaian WTA Tour 2026. Kali ini, petenis kebanggaan Indonesia itu harus gugur langsung dari Eastbourne Open 2026.

Janice Tjen yang berstatus sebagai unggulan keenam turnamen, tak kuasa menahan dominasi Catherine "Caty" McNally di Devonshire Park Lawn Tennis Club, Eastbourne, Britania Raya. Petenis kelahiran Jakarta itu kalah 5-7, 7-6(5), 3-6 pada Selasa (23/6).

Kekalahan itu terasa menyakitkan untuk seorang Janice Tjen. Sebab dirinya sebenarnya tidak tampil buruk sepenuhnya sepanjang laga.

Janice Tjen mampu memberikan perlawanan sengit kepada Caty McNally. Bahkan ia unggul dalam catatan menghasilkan servis aces dengan tiga berbanding satu kali. Pertandingan itu pun berjalan cukup ketat hingga butuh waktu 3 jam 10 menit untuk tuntas.

Tren Negatif Terus Berlanjut

Kalah dari petenis No.2 dunia Iga Swiatek, langkah tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, di Qatar Total Energies Open 2026 terhenti di babak kedua. Tampak dalam foto, petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen memukul bola balasan saat melawan Iga Swiatek (Polandia) pada babak kedua turnamen Qatar Open di Doha, 10 Februari 2026. (Karim JAAFAR/AFP)

Kekalahan ini membuat Janice Tjen masih dalam tren negatif. Petenis nomor 40 dunia itu tercatat menelan tiga kekalahan di babak pertama secara beruntun dalam rangkaian grass-court swing.

Dari tiga pekan yang sudah dijalani, Janice Tjen belum meraih satu pun kemenangan dalam tur lapangan rumput. Sebelumnya dia dapat hasil serupa berupa kandas pada babak awal dari Greet Minnen (Belgia) di Libema Open dan Tatjana Maria (Jerman) di Nottingham Open.

Terakhir kali Janice Tjen meraih kemenangan pada babak pertama adalah saat masih clay-court swing. Tepatnya pada Birmingham Open 2026, di mana dia menang atas Nao Hibino (Jepang). Tapi Janice yang unggulan kedua langsung kandas di babak kedua dari Ashlyn Krueger.

Pemanasan Terakhir Menuju Wimbledon

Janice Tjen, petenis Indonesia, mengembalikan bola ke arah Emma Raducanu, petenis Inggris Raya, pada putaran kedua kejuaraan tenis US Open, Rabu, 27 Agustus 2025, di New York. (Foto AP/Andres Kudacki)

Dengan demikian, Janice Tjen berarti menatap Wimbledon 2026 dengan modal negatif. Ya, Eastbourne Open adalah turnamen pemanasan terakhir sebelum grand slam ketiga tahun ini.

Janice Tjen datang ke Wimbledon dengan bermodalkan tiga kekalahan beruntun di babak pertama. Ia menghadapi ajang bergengsi tersebut dengan hasil yang tak bersahabat.

Pada Wimbledon 2026, belum diketahui lawan yang akan dihadapi oleh Janice Tjen di tunggal. Tapi satu yang pasti, dia juga turun di nomor ganda dengan menggandeng pemain Indonesia lain, Aldila Sutjiadi. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya