Prediksi Turki vs Amerika Serikat: Duel Beda Kepentingan

Amerika Serikat menghadapi Turki di laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 25 Juni 2026, 12:30 WIB
Timnas Amerika Serikat meladeni Turki pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat bertemu Turki dalam pertandingan terakhir Grup D Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 WIB. Laga ini menjadi penentu bagi kedua tim dengan kondisi yang sangat berbeda di klasemen sementara.

Tim tuan rumah, Amerika Serikat, saat ini memimpin Grup D setelah berhasil mengalahkan Australia 2-0 pada Jumat lalu. Kemenangan tersebut tidak hanya mengamankan posisi teratas mereka di grup, tetapi juga memastikan tempat di babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia setelah dua pertandingan.

Di sisi lain, Turki berada di dasar klasemen grup tanpa perolehan poin. Mereka telah tersingkir dari babak gugur turnamen ini setelah menelan kekalahan 1-0 dari Paraguay.

Perjuangan Turki dan Sejarah Partisipasi

Pemain Timnas Turki berbaris untuk menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara Australia dan Turki di BC Place Vancouver pada 14 Juni 2026 di Vancouver, British Columbia. (Richard Heathcote/Getty Images via AFP)

Bagi Turki, partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 ini merupakan penampilan kedua dalam sejarah, setelah sebelumnya meraih posisi ketiga pada edisi 2002. Namun, mereka telah dipastikan tersingkir, meskipun manajer Vincenzo Montella akan tetap memimpin tim.

Turki kini menghadapi risiko menderita tiga kekalahan beruntun di panggung internasional untuk pertama kalinya sejak Euro 2020. Pada turnamen tersebut, mereka juga mengakhiri fase grup tanpa poin.

Arda Guler dan kawan-kawan juga berpotensi tidak mencetak gol dalam setidaknya tiga pertandingan sejak 2010-2011. Dalam sejarah Piala Dunia, Turki gagal memenangkan dua dari tiga pertandingan grup saat mencetak gol pembuka, dan kalah dalam dua pertandingan setelah kebobolan lebih dulu.

Dominasi Amerika Serikat dan Potensi Rekor Baru

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memimpin anak asuhnya menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup D Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB. Dalam duel itu, Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay. (AFP/Frederic J. BROWN)

Performa Amerika Serikat di turnamen ini menunjukkan dominasi yang kuat. Mereka berpotensi mencetak sejarah dengan meraih tiga kemenangan beruntun di Piala Dunia, sebuah capaian yang belum pernah diraih sebelumnya.

Manajer Mauricio Pochettino juga berkesempatan mencatatkan namanya sebagai manajer Amerika paling sukses di Piala Dunia, melampaui rekor Bruce Arena dan Robert Millar yang masing-masing memiliki dua kemenangan di kompetisi.

Tim berjuluk The Yanks ini juga mencetak gol dalam 15 menit pertama dari dua laga pembuka, menjadikannya negara tuan rumah pertama yang melakukannya sejak Prancis pada tahun 1938.

Rekor Pertemuan dan Sorotan Pemain Kunci

Ilustrasi cover Timnas Turki Vs Amerika Serikat. (Dok. Multimedia KLY)

Pertandingan nanti akan menjadi pertemuan pertama Turki dengan tim dari CONCACAF di kompetisi Piala Dunia. Meskipun demikian, Turki pernah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam pertandingan persahabatan tahun lalu di East Hartford. Sementara itu, Amerika Serikat dapat meraih kemenangan pertama mereka melawan Turki sejak 2014, saat mereka unggul 2-1 dalam laga persahabatan di Red Bull Arena, New Jersey.

Dari kubu Turki, gelandang Juventus Kenan Yildiz diperkirakan akan tersedia meskipun mengalami cedera betis dan berpotensi mencatatkan penampilan ke-31 untuk tim nasional.

Hakan Calhanoglu dapat menyamai Tuncay Sanli dengan 22 gol untuk berada di posisi ketiga pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim senior. Kiper Ugurcan Cakir juga bisa naik ke posisi keempat dalam daftar clean sheet sepanjang masa dengan satu clean sheet lagi. Striker Fenerbahce Kerem Akturkoglu, yang mencetak gol melawan AS tahun lalu bersama Arda Guler dari Real Madrid, juga berpeluang masuk 10 besar pencetak gol tim.

Di sisi Amerika Serikat, kapten Christian Pulisic dari AC Milan mungkin diistirahatkan mengingat posisi teratas grup sudah terkunci. Pulisic hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai Eric Wynalda sebagai pencetak gol terbanyak keempat dalam sejarah tim.

Beberapa pemain lain seperti Tyler Adams, Folarin Balogun, Chris Richards, dan Antonee Robinson yang telah mengantongi kartu kuning juga berpotensi diistirahatkan oleh Pochettino. Folarin Balogun bisa menjadi orang Amerika pertama yang mencetak setidaknya tiga gol dalam satu Piala Dunia sejak Bert Patenaude pada tahun 1930. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya