Prediksi Kroasia vs Ghana: Duel Hidup Mati Menuju Babak Gugur Piala Dunia 2026

Kroasia dan Ghana akan berduel di Lincoln Financial Field dalam laga penentu nasib Grup L Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 27 Juni 2026, 14:00 WIB
Gelandang Kroasia Luka Modric siap membantu tim mengalahkan Ghana di Piala Dunia 2026. (Cole Burston/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan krusial akan tersaji di Lincoln Financial Field, Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB, mempertemukan Kroasia dan Ghana dalam laga penentu nasib di Grup L Piala Dunia 2026.

Bagi Kroasia, kemenangan adalah harga mati untuk mengamankan posisi di babak selanjutnya, sementara Ghana cukup meraih hasil imbang untuk melaju.

Kedua tim memiliki posisi yang sangat ketat di klasemen, hanya terpisah satu tempat dan satu poin di Grup L. Kondisi ini menjadikan duel mereka sebagai "winner-takes-all encounter" yang menjanjikan tensi tinggi.

Kroasia datang dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas Panama, sementara Ghana berhasil menahan imbang Inggris 0-0 dalam pertandingan terakhir mereka.

Misi Wajib Menang Kroasia

Pemain Kroasia Ivan Perisic (14). (AP Photo/Tony Gutierrez)

Kroasia membutuhkan tiga poin penuh untuk menghindari penantian cemas di posisi ketiga klasemen Grup L. Kemenangan 1-0 atas Panama tidak hanya menyingkirkan tim terbawah grup, tetapi juga menempatkan nasib Kroasia di tangan mereka sendiri.

Hasil positif akan membuat Kroasia paling buruk finis di posisi kedua, bahkan berpotensi memuncaki grup jika Inggris kehilangan poin saat melawan Panama. Namun, tim asuhan Zlatko Dalic tidak bisa hanya mengandalkan hasil imbang, karena mereka akan tetap berada di belakang Ghana berdasarkan poin murni dan di belakang Inggris dalam halhead-to-head.

Meski demikian, Kroasia menunjukkan peningkatan pertahanan setelah kebobolan dalam tujuh pertandingan berturut-turut, termasuk melawan Kepulauan Faroe dan Montenegro, sebelum berhasil menjaga gawangnya bersih saat menghadapi Panama. Namun, mereka belum berhasil memenangkan dua pertandingan berturut-turut sepanjang tahun 2026.

Gelandang veteran Luka Modric baru saja merayakan penampilan ke-200 untuk negaranya dengan kemenangan di Piala Dunia.

Ghana Berbekal Pertahanan Solid

Pemain Timnas Ghana, termasuk Jordan Ayew, Thomas Partey, dan Antoine Semenyo, menjalani sesi latihan di Bryant University, Rhode Island, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026). The Black Stars mematangkan persiapan jelang menghadapi Inggris di Piala Dunia 2026. (KLY Sports/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)

Ghana berhasil mencuri perhatian dengan menahan imbang Inggris 0-0 pada Selasa lalu. Hasil ini, meskipun hanya satu poin, dirayakan seolah-olah mereka mendapatkan dua poin tambahan.

Pertahanan gigih Ghana mendapat pujian, bahkan manajer Inggris menyebutnya sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia lihat. Meskipun hanya menguasai 78,8% bola saat melawan tim Thomas Tuchel, Ghana merasa dirugikan karena tidak diberikan tendangan penalti setelah Ezri Konsa menjatuhkan Prince Kwabena Adu.

Ghana masih tertinggal dari Inggris dalam selisih gol, namun mereka dapat bermain untuk hasil imbang dan tetap melaju ke babak gugur Piala Dunia. Terakhir kali Ghana mencapai tahap ini adalah pada tahun 2010, ketika mereka berhasil menembus perempat final.

Tim berjuluk Black Stars ini belum mencatatkan tembakan tepat sasaran di babak pertama dalam pertandingan Piala Dunia tahun ini. Dengan hanya satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, hasil imbang ketiga dari empat laga akan menjadi target Ghana dalam pertemuan perdana mereka dengan finalis Piala Dunia 2018 tersebut.

Sorotan Skuad dan Taktik

Kroasia Vs Ghana. (Bola.com/KLY)

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, memiliki skuad yang sepenuhnya fit untuk pertandingan ketiga ini. Dalic dihadapkan pada dilema krusial di lini depan setelah Ante Budimir mencetak gol penentu kemenangan dari bangku cadangan melawan Panama, menggantikan Petar Musa pada babak pertama.

Petar Musa dan Josko Gvardiol diganti saat jeda pertandingan melawan Panama, namun Gvardiol diperkirakan tidak akan kehilangan tempatnya di starting XI. Pemain Kroasia Martin Baturina tampil memukau dengan menyelesaikan enam dribel dan memenangkan tujuh pelanggaran saat melawan Panama, sebuah catatan yang belum pernah terjadi di Piala Dunia sejak Diego Maradona pada tahun 1982.

Sementara itu, di kubu Ghana, pelatih Carlos Queiroz terpaksa melakukan perubahan di posisi penjaga gawang melawan Inggris karena Lawrence Ati Zigi tidak fit akibat cedera otot. Benjamin Asare yang menggantikannya, tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial dan diperkirakan akan mempertahankan posisinya.

Queiroz diperkirakan akan memiliki semua opsi pemain lapangan yang tersedia, meskipun Prince Kwabena Adu sempat diganti setelah masuk sebagai pemain pengganti, yang tampaknya merupakan perubahan taktis. Pemain yang patut diperhatikan dari Ghana adalah Brandon Thomas-Asante, yang mencetak 13 gol di Championship untuk Coventry City namun baru mengoleksi satu gol internasional dari tujuh penampilan.

Perkiraan Pemain

Kroasia: Livakovic; Stanisic, Pongracic, Sutalo, Gvardiol; Kovacic, Modric; Baturina, Pasalic, Perisic; Budimir.

Ghana: Asare; Senaya, Adjetey, Opoku, Mensah; Yirenkyi, Partey, Sibo; Williams, Ayew, Semenyo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya