Kisah Alexandra Eala, Dari Lapangan Basket hingga Singkirkan Juara Bertahan Wimbledon

Kisah Alexandra Eala, petenis Filipina yang pernah tampil di SEA Games hingga menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Iga Swiatek di Wimbledon 2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 05 Juli 2026, 21:11 WIB
Petenis Filipina, Alexandra Eala, merayakan kemenangan atas petenis Polandia, Iga Świątek, pada babak ketiga tunggal putri The Championships, Wimbledon di London, Sabtu (4/7/2026).AP Photo/Maja Smiejkowska

Liputan6.com, Jakarta - Nama Alexandra Eala menjadi pembicaraan hangat setelah menciptakan salah satu kejutan terbesar di Wimbledon 2026 yang pertandingannya bisa disaksikan di Vidio. Petenis berusia 21 tahun asal Filipina itu sukses menyingkirkan juara bertahan, Iga Swiatek, pada babak ketiga.

Eala menang meyakinkan dengan skor 7-6, 6-2 di Centre Court. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi petenis Filipina pertama pada Era Terbuka yang berhasil menembus babak keempat Grand Slam.

Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena tiga tahun sebelumnya Eala justru menerima ijazah kelulusan dari tangan Swiatek di Akademi Rafa Nadal, Mallorca. Kini, sang murid berhasil mengalahkan sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

Sebelum mencuri perhatian di Wimbledon, Alexandra Eala memulai perjalanan dari lapangan basket. Dia tidak bermain basket, tapi tenis di lapangan basket. Kini, ia menjelma menjadi salah satu bintang baru tenis dunia yang siap bersaing di level tertinggi.

Berawal dari Lapangan Basket hingga Akademi Rafa Nadal

Langkah Alexandra Eala Terhenti di Australia Open 2026 (Instagram/ @alex.eala)

Alexandra Eala lahir di Quezon City, Filipina, dan mengenal tenis dalam kondisi yang jauh dari ideal. Saat kecil, ia berlatih di lapangan tenis sederhana yang dibuat di atas lapangan basket sehingga harus menyesuaikan permainan dengan keberadaan ring basket.

Darah olahraga memang mengalir kuat dalam keluarganya. Sang ibu, Rizza Maniego-Eala, merupakan mantan perenang yang pernah meraih medali perunggu SEA Games, sedangkan kakaknya, Miko, merupakan mantan petenis level perguruan tinggi.

Bakat Eala mulai menarik perhatian ketika ia menjuarai sebuah turnamen di Prancis pada usia 13 tahun. Kesempatan itu membawanya pindah ke Mallorca bersama sang kakak untuk menimba ilmu di Akademi Rafa Nadal sebagai siswa penuh waktu.

Di akademi tersebut, Eala menjalani rutinitas yang disiplin dengan menyeimbangkan pendidikan, latihan teknik, pemulihan fisik, hingga pertandingan. Proses panjang itu membentuknya menjadi salah satu petenis muda paling menjanjikan di dunia.

Selangkah demi Selangkah Menuju Panggung Dunia

Langkah Alexandra Eala Terhenti di Australia Open 2026 (Instagram/ @alex.eala)

Eala selalu meyakini bahwa perkembangan seorang atlet dibangun melalui proses yang bertahap. Ia tidak pernah terpaku pada hasil besar, melainkan terus belajar dari setiap pertandingan yang dijalani.

Perjalanan profesionalnya juga mendapat dukungan dari Joan Bosch. Pelatih senior yang pernah bekerja bersama Carlos Moya dan tim Piala Davis Spanyol itu menjadi salah satu sosok penting yang membantunya berkembang secara teknik maupun mental.

Terobosan besar Eala datang pada Miami Open 2025. Saat itu, ia yang masih berstatus wildcard dan menempati peringkat 140 dunia mampu melaju hingga semifinal setelah mengalahkan Jelena Ostapenko, Madison Keys, termasuk Iga Swiatek.

Memasuki musim lapangan rumput 2026, performanya semakin matang. Eala bahkan menjadi petenis Filipina pertama yang berstatus unggulan di Grand Slam setelah menempati unggulan ke-29 Wimbledon berkat keberhasilannya mencapai semifinal Berlin Open.

Menaklukkan Swiatek dan Menulis Sejarah Baru

Petenis Filipina, Alexandra Eala, merayakan kemenangan atas petenis Polandia, Iga Świątek, pada babak ketiga tunggal putri The Championships, Wimbledon di London, Sabtu (4/7/2026).AP Photo/Maja Smiejkowska

Kemenangan atas Swiatek di Wimbledon 2026 menjadi tonggak baru dalam karier Alexandra Eala. Ia tidak hanya menyingkirkan juara bertahan, tetapi juga memastikan tempat di pekan kedua Grand Slam untuk pertama kalinya.

Penampilan Eala menunjukkan ketenangan luar biasa sepanjang pertandingan. Ia mampu mengatasi tekanan di set pertama sebelum mendominasi permainan pada set kedua untuk mengunci kemenangan dalam dua set langsung.

Prestasi tersebut juga mendapat perhatian dari legenda tenis dunia, Maria Sharapova. Idolanya sejak kecil itu bahkan secara terbuka menyebut Eala sebagai seorang "bintang", sebuah pengakuan yang menegaskan besarnya potensi petenis Filipina tersebut.

Sumber: indianexpress

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya