Romario Minta Kontrak Carlo Ancelotti di Timnas Brasil Dirobek Usai Kegagalan Piala Dunia 2026

Legenda Brasil Romario mendesak Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) memecat Carlo Ancelotti setelah Seleção tersingkir dari Piala Dunia 2026.

oleh ThomasDiterbitkan 10 Juli 2026, 19:30 WIB
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti. (AP Photo/Andre Penner)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda sepak bola Brasil, Romario, mendesak Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk segera memecat pelatih Carlo Ancelotti. Permintaan tegas ini muncul setelah Tim Nasional Brasil secara mengejutkan tersingkir dari Piala Dunia 2026, sebuah hasil yang disebut Romario sebagai "aib" dan "kegagalan besar".

Tim Samba harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar setelah takluk 1-2 dari Norwegia. Kekalahan ini tidak hanya menggagalkan ambisi Brasil meraih gelar juara dunia keenam, tetapi juga menandai pencapaian terburuk tim dalam ajang Piala Dunia selama 36 tahun terakhir.

Kritik dari Romario, yang merupakan juara Piala Dunia 1994 bersama Seleção, serta desakan pemecatan Ancelotti, mulai mencuat segera setelah kekalahan tersebut, dengan berbagai laporan berita diterbitkan pada 9 dan 10 Juli 2026.

Kritik Tajam Romario Terhadap Ancelotti

Reaksi pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. (Odd Andersen/AFP)

Romario memimpin gelombang kritik terhadap Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi pelatih asal Italia itu untuk tetap memegang kendali Timnas Brasil setelah kegagalan yang memalukan tersebut. "Tidak mungkin Ancelotti tetap menjadi pelatih timnas Brasil setelah skandal ini, aib yang dia timbulkan," ujar Romario.

Legenda sepak bola itu bahkan menyatakan akan langsung membatalkan kontrak Ancelotti jika ia berada di posisi ketua federasi. "Saya akan membatalkan kontraknya. Setelah pertandingan, sebagai ketua, saya akan pergi ke ruang ganti dan berkata: 'Baiklah, terima kasih banyak, selamat tinggal, pergilah ke neraka. Ajukan gugatan hukum terhadapnya dan kita lihat apa yang akan terjadi,'" tegas Romario.

Ia juga menambahkan, "Jika saya berada di federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi dan mengakhiri kontraknya saat itu juga."

Sorotan Taktik dan Kebijakan Skuad

Selain menuntut pemecatan, Romario juga menyoroti keputusan taktis Ancelotti dalam pertandingan krusial melawan Norwegia. Ia secara spesifik mengkritik penggantian Bruno Guimarães dengan Ederson di posisi bek kanan.

"Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan tidak mengerti apa yang ada di kepalanya: menarik Bruno Guimaraes keluar untuk menempatkan Ederson di posisi bek sayap," kata Romario. Ia juga mempertanyakan logika di balik keputusan tersebut, terutama jika itu dilakukan karena kurangnya opsi bek sayap. "Ketika seorang bek sayap cedera, Anda justru memasukkan bek tengah?" tambahnya.

Romario juga mengkritik kebijakan Ancelotti dalam membentuk skuad, menilai bahwa kurangnya opsi pemain di sektor pertahanan menjadi salah satu kelemahan. Lebih lanjut, ia membandingkan situasi Ancelotti dengan pelatih Brasil sebelumnya, seperti Dunga dan Tite, yang juga menghadapi kegagalan serupa.

CBF Tetap Pertahankan Ancelotti di Tengah Badai Kritik

Meskipun gelombang kritik menghujani Carlo Ancelotti, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) berencana untuk tetap mempercayai pelatih tersebut. Kontrak Ancelotti dengan CBF diketahui masih berlaku hingga tahun 2030.

Menurut laporan CNN Brasil, para pemain senior timnas Brasil telah menyampaikan kepada Ketua CBF, Samir Zoud, mengenai pentingnya stabilitas tim. Mereka meminta agar Ancelotti diberi ketenangan untuk membangun tim ke depan. Mantan pelatih tim nasional Brasil, Vanderlei Luxemburgo, juga ikut berkomentar, menyatakan bahwa pers pasti akan menuntut pemecatan Ancelotti jika ia adalah pelatih Brasil.

Kritik keras terhadap Ancelotti juga datang dari surat kabar "GZH" dari Porto Alegre. Selain Ancelotti, Romario juga melontarkan kritik kepada penyerang muda Endrick atas penampilannya yang dianggap kurang memuaskan di babak gugur Piala Dunia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya