Liputan6.com, Jakarta - Persaingan memperebutkan Super Tiket menuju PB Djarum di Audisi Umum PB Djarum 2026 wilayah Pekanbaru memasuki fase paling menentukan. Sejumlah talenta muda asal Sumatera tak hanya menunjukkan kemampuan teknik, tetapi juga mental bertanding dan daya juang tinggi demi mewujudkan mimpi menjadi atlet bulutangkis masa depan Indonesia.
Memasuki Sabtu (11/7/2026), persaingan di GOR Angkasa, Pekanbaru, semakin sengit. Tersisa 12 atlet putra yang bertarung di babak semifinal serta enam atlet putri yang melaju ke partai final pada kelompok U-11, KU-11, dan KU-12. Mereka masih memperebutkan enam Super Tiket melalui jalur kompetisi, selain peluang lolos lewat jalur pilihan Tim Pencari Bakat.
Advertisement
Tim Pencari Bakat PB Djarum, Yuni Kartika, menilai antusiasme peserta menjadi bukti ekosistem bulutangkis di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera, tetap berkembang. Menurutnya, lahirnya bibit-bibit baru dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bagi regenerasi atlet nasional.
"Kami cukup gembira melihat ekosistem bulutangkis masih tetap berjalan dengan baik di luar Jawa. Poin utamanya adalah bagaimana potensi-potensi yang ada di daerah tetap menjadi incaran bagi kami. Ini sangat positif bagi bulutangkis Indonesia karena menunjukkan bahwa semangat melahirkan atlet baru tidak pernah padam meski audisi di pulau-pulau lain seperti Sumatera dan Sulawesi sempat terhenti dalam beberapa tahun terakhir," ujar Yuni.
Tiga Kriteria Talenta Istimewa
Mantan peraih medali perak Asian Games 1994 itu mengakui masih banyak aspek dasar yang perlu dibenahi, terutama pada sektor putri. Namun, ia juga melihat sejumlah klub di luar Pulau Jawa sudah menerapkan pola pembinaan yang baik sehingga memudahkan proses pengembangan atlet di PB Djarum.
Menurut Yuni, ada tiga indikator utama dalam melihat potensi seorang atlet muda.
"Untuk kategori putri, saya melihat ada tiga hal yang membuat seorang anak terlihat istimewa, yaitu footwork yang efektif, bakat membidik titik pukul yang pas, serta kemandirian karakter di lapangan. Kami mencari anak yang tidak terus-menerus menengok ke pelatihnya, tapi tahu kapan dia salah dan tahu hal yang harus dilakukan saat menghadapi lawan yang lebih besar atau lebih kecil. Karakter atau kemandirian seperti ini sangat kami nilai," katanya.
Ray Ethan Singkirkan Adik Sendiri
Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari Ray Ethan Jourell asal Jambi. Atlet berusia sembilan tahun itu harus menghadapi adik kandungnya sendiri pada babak 16 besar kategori U-11 putra.
Ray berhasil memenangkan laga emosional tersebut dengan skor 21-8, 26-24 sebelum kembali tampil impresif di perempat final dengan mengalahkan Azka Putra Kesuma dari PB Semen Padang 21-18, 21-9.
Keberhasilan menembus semifinal membuat atlet binaan PB Speed Jambi itu semakin percaya diri mengejar Super Tiket.
"Saya senang bisa lolos ke semifinal, meskipun di pertandingan sebelumnya harus mengalahkan adik sendiri. Tadi permainan saya cukup bagus, tapi masih banyak kekurangan, terutama soal kaki yang kurang cepat. Biasanya kalau sudah masuk gim kedua, saya mulai lemas dan tidak tahan capek, tapi saya harus tetap semangat untuk lanjut. Target saya menjadi juara," ujar Ray.
Drama lainnya hadir dari sektor KU-11 putri. Atlet Pratama Club Riau, Sahelma Hafsa Nurfa, mengalami cedera pergelangan kaki saat menjalani laga semifinal.
Meski sempat kesulitan melangkah, menahan rasa sakit, bahkan menangis di tengah pertandingan, Sahelma memilih bertahan hingga akhir laga. Semangat pantang menyerah itu akhirnya berbuah kemenangan atas Naura Hasanah Anindya dengan skor 21-19, 21-18 sekaligus mengantarkannya ke partai final.
"Tadi rasanya saya ingin menyerah. Rasanya tidak ingin melanjutkan pertandingan karena cedera kaki membuat saya sulit melangkah dan melompat. Tapi pelatih terus menguatkan dan menyemangati. Saya berharap saya bisa meneruskan perjuangan masuk PB Djarum dengan melewati babak final besok," tutur Sahelma.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru diikuti 306 peserta dan berlangsung pada 7-12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau. Para peserta terbaik akan memperebutkan kesempatan bergabung dengan PB Djarum melalui Super Tiket yang menjadi pintu menuju pembinaan bulutangkis tingkat nasional.