Indonesian American Games 2026 Pertandingkan 7 Cabang Olahraga, Satukan Diaspora di AS

Indonesian American Games 2026 mempertandingakn tujuh cabang olahraga yakni bola voli, bola basket, tenis, pickleball, bulu tangkis, mini soccer, dan catur.

oleh ThomasDiterbitkan 17 Juli 2026, 12:30 WIB
Indonesian American Games 2026 Pertandingkan 7 Cabang Olahraga

Liputan6.com, Jakarta - Ajang olahraga multicabang bertaraf internasional Indonesian American Games (IAG) 2026 sukses digelar untuk pertama kalinya di Wintrust Sports Complex, Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Kehadiran IAG menjadi wadah baru bagi diaspora Indonesia untuk mempererat persaudaraan melalui olahraga sekaligus memperkenalkan budaya Tanah Air di panggung internasional.

Edisi perdana IAG berlangsung selama tiga hari, pada 19-21 Juni 2026, dengan diikuti sekitar 200 peserta dari komunitas diaspora Indonesia yang berasal dari berbagai wilayah di Amerika Serikat dan jaringan diaspora dari puluhan negara.

Mengusung tema "Satu Bangsa, Satu Semangat, Satu Permainan", IAG mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni bola voli, bola basket, tenis, pickleball, bulu tangkis, mini soccer, dan catur.

Tema tersebut menjadi simbol semangat persatuan masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia melalui olahraga.

Suasana Indonesia juga terasa kental sepanjang penyelenggaraan IAG 2026. Selain pertandingan olahraga, pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya Indonesia, mulai dari tari tradisional, atraksi pencak silat, demonstrasi lacrosse, hingga kompetisi senam poco-poco.

Perpaduan olahraga dan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya warga Amerika Serikat.

Didukung Pemerintah Indonesia

Indonesian American Games 2026 Pertandingkan 7 Cabang Olahraga

Penyelenggaraan Indonesian American Games mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia. Hal itu ditandai dengan kehadiran Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, pada upacara pembukaan.

Dukungan juga datang dari Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, yang tidak hanya menghadiri seremoni pembukaan, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan selama penyelenggaraan IAG.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran para konsul jenderal RI, atlet, seniman, serta ratusan masyarakat Indonesia dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Inisiator Indonesian American Games 2026, Davon Arjunaidi, mengatakan IAG lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang mampu menyatukan diaspora Indonesia melalui olahraga.

"Indonesian American Games bukan sekadar kompetisi olahraga. Ajang ini merupakan ruang silaturahmi bagi seluruh diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Kami ingin membangun rasa memiliki sebagai bangsa Indonesia, mempererat jaringan antarkomunitas, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Amerika melalui pendekatan olahraga dan seni," ujar Davon.

Menurutnya, antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana menjadi bukti bahwa diaspora Indonesia membutuhkan ruang bersama yang inklusif.

"Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan diaspora Indonesia akan wadah yang mampu menyatukan berbagai profesi, usia, dan daerah asal dalam suasana yang sehat, inklusif, dan penuh kebersamaan," katanya.

Olahraga dan Budaya Jadi Bahasa Universal

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi penyelenggaraan Indonesian American Games sebagai implementasi nyata nilai-nilai Olimpiade di tengah masyarakat Indonesia di luar negeri.

"Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan. Indonesian American Games menunjukkan bahwa semangat Olimpiade tidak mengenal batas negara. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan komunitas diaspora Indonesia yang berhasil menghadirkan kegiatan positif ini," ujar Okto.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menilai Indonesian American Games menjadi contoh nyata diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

"Kedutaan Besar Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan masyarakat Indonesia yang telah menghadirkan Indonesian American Games. Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antardiaspora, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan sportivitas," katanya.

Menurut Dwisuryo, olahraga dan kebudayaan merupakan bahasa universal yang mampu membangun persahabatan antarbangsa sekaligus memperluas jejaring kerja sama Indonesia dengan berbagai pihak di Amerika Serikat.

Melalui Indonesian American Games 2026, diaspora Indonesia tidak hanya berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga, tetapi juga merayakan identitas kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan persatuan Indonesia tetap hidup di mana pun masyarakat Indonesia berada.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya