Padukan Lari dan Budaya, Jogja Run’nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari

Jogja Run’nShine 2026 digelar untuk kedua kalinya. Acara ini tak sekadar lari tapi juga menyajikan budaya.

oleh ThomasDiterbitkan 03 Agustus 2026, 20:30 WIB
Jogja Run’nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari (Liputan6.com/Thomas)

Liputan6.com, Jakarta - Ajang lari Jogja Run’nShine 2026 kembali digelar dengan konsep yang lebih besar dan lebih kaya pengalaman. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, event yang akan berlangsung pada 18-20 September 2026 di Yogyakarta ini menargetkan partisipasi 3.500 pelari dari berbagai daerah.

Tak sekadar lomba lari, Jogja Run’nShine 2026 mengusung konsep sporty & artsy dengan memadukan olahraga, seni, musik, kuliner, hingga aktivitas kreatif yang mengajak peserta menikmati Yogyakarta dari perspektif berbeda.

Penyelenggaraan Jogja Run’nShine merupakan hasil kolaborasi antara Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), SIRAH Travel, Sedekat Imaji Rupa, serta MyRace Sports Organizer.

Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi kelanjutan dari semangat Renaissance yang telah dibangun sejak edisi perdana.

"Jogja Run’nShine kami hadirkan bukan hanya sebagai sebuah ajang lari, tetapi sebagai ruang untuk merayakan Yogyakarta secara lebih utuh, sejalan dengan makna Renaissance yang menjadi inspirasi penyelenggaraannya. Tahun ini, kami ingin memperluas lagi pengalaman tersebut dengan harapan siapa pun yang datang tidak hanya berlari untuk hidup sehat, tetapi juga menemukan pengalaman, berinteraksi, dan membawa pulang cerita baru tentang Yogyakarta," ujar Alfatika dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8/2026).

 

Usung Konsep Sinergi 5K

Jogja Run’nShine 2026 menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan tetap mengusung konsep Sinergi 5K, yaitu Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi.

Konsep tersebut diterapkan melalui rute lari yang menghubungkan kawasan pendidikan, pusat sejarah, area ekonomi, permukiman masyarakat, hingga ruang publik yang menjadi bagian dari identitas Yogyakarta.

Menurut Alfatika, rute tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mengejar catatan waktu terbaik, tetapi juga memperoleh pengalaman menjelajahi berbagai wajah Kota Yogyakarta.

Pengalaman peserta juga diperkuat melalui identitas visual acara. Tahun ini, Jogja Run’nShine kembali menggandeng duo seniman TEMPA untuk merancang jersey dan medali resmi bertema "Shine Beats".

Desain tersebut menggambarkan pelari yang menyatu dengan lanskap Yogyakarta melalui perpaduan elemen arca, guci, matahari, alam, serta siluet pelari sebagai simbol energi, budaya, dan kebersamaan.

Direktur Sedekat Imaji Rupa, Galih Satrio, menilai konsep tersebut mencerminkan keseimbangan antara kesehatan fisik dan pengalaman artistik.

"Manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang. Semangat tersebut yang dibawa Run’nShine, di mana festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olah rasa. Di sini, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan, semua bertemu dalam satu ruang perayaan utuh," katanya.

Hadiah Liburan hingga Paket Umrah

Selain meningkatkan pengalaman peserta, penyelenggara juga menambah nilai hadiah bagi para pemenang.

Direktur Marketing SIRAH Travel, Andi Fadly Arifuddin atau Fadly Padi, mengatakan peserta berkesempatan memperoleh hadiah perjalanan ke berbagai destinasi.

Kategori Best Costume akan mendapatkan paket wisata ke Thailand, juara kategori 5K memperoleh paket liburan ke Turki, sementara pemenang kategori 10K akan membawa pulang hadiah utama berupa paket Umrah. Bila pemenang non Muslim maka dapat memilih tiket liburan ke Turki atau Thailand.

"Peningkatan hadiah tersebut kami harap dapat memberikan pengalaman yang semakin menarik bagi peserta sekaligus memperkuat unsur perjalanan dan wisata yang menjadi bagian dari konsep acara," ujar Fadly.

Konsep sporty & artsy juga diwujudkan melalui berbagai rangkaian acara pendukung.

Head of Program Experience GIK UGM, Gilang W. April, mengatakan peserta dan pengunjung dapat menikmati Morning Music Concert yang menghadirkan grup musik Barasuara, Culinary Expo, Active Lifestyle Expo, hingga pameran seni Mampir Gelanggang yang berlangsung pada 18 September hingga 12 Oktober 2026 di Galeri Bulaksumur.

Pameran tersebut melibatkan 18 seniman dengan total 63 karya, serta dilengkapi berbagai agenda seperti Artist Talk, Gallery Activation, dan ruang diskusi yang mempertemukan seniman, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat.

 

Kolaborasi untuk Memajukan Yogyakarta

Ketua KAHGAMA, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, mengatakan Jogja Run’nShine menjadi contoh kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung perkembangan Yogyakarta.

Menurutnya, semangat Sinergi 5K menunjukkan bagaimana kampus, komunitas, alumni, hingga pelaku kreatif dapat berkontribusi melalui kegiatan yang sehat dan produktif.

Senada, Sekretaris Jenderal KAHGAMA, Mandela Sinaga, berharap Jogja Run’nShine terus berkembang sebagai agenda kolaboratif yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi olahraga, budaya, dan kreativitas.

Adapun pendaftaran Jogja Run’nShine 2026 dibuka untuk kategori 5K dengan harga tiket Rp250 ribu, sedangkan kategori 10K dibanderol Rp290 ribu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya