Dua Medali Emas Disabet Nay Sunda di Indonesia Muaythai Championship 2026

Pelajar SMPN 1 Subang, Niskala Riksa Sunda Silviadi, merebut dua emas IMC 2026 di Bekasi. Emas datang dari Waikru U-15 dan Muay Aerobic.

oleh Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 Agustus 2026, 11:47 WIB
Atlet muda Muaythai asal Kabupaten Subang, Niskala Riksa Sunda Silviadi, yang akrab disapa Nay Sunda, berhasil menggondol dua medali emas dari ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang tengah berlangsung di GOR Abdu Rosyad, Kompleks GOR Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Bekasi - Niskala Riksa Sunda Silviadi, pelajar SMP Negeri 1 Subang yang akrab disapa Nay Sunda, merebut dua medali emas pada Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026. Atlet muda asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu tampil menonjol di ajang Muaythai Indonesia tersebut.

Kejuaraan yang diikuti Nay berlangsung di GOR Abdu Rosyad, Kompleks GOR Patriot Candrabhaga, pada 5-10 Agustus 2026. Penampilan konsisten di arena menjadi kunci catatan emasnya.

Sebelum sukses di Bekasi, Nay sudah merasakan persaingan internasional saat turun di World Muaythai Championship 2026 di Malaysia pada nomor Waikru dan beradu kemampuan dengan atlet dari berbagai negara.

Dua Nomor: Waikru Female U-15 dan Muay Aerobic

Atlet muda Muaythai asal Kabupaten Subang, Niskala Riksa Sunda Silviadi, yang akrab disapa Nay Sunda, berhasil menggondol dua medali emas dari ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang tengah berlangsung di GOR Abdu Rosyad, Kompleks GOR Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. (Dok. Istimewa)

Dua medali emas Nay hadir dari nomor Waikru Female U-15 dan Muay Aerobic. Hasil tersebut menegaskan kapasitasnya di disiplin seni tradisi dan kategori aerobik dalam Muaythai.

Torehan ini menjadi pencapaian istimewa bagi atlet belia asal Subang tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan Muaythai usia muda di daerah mampu melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Saya senang banget bisa dapat dua emas. Namun, ini bukan karena Nay sendiri. Nay bisa sampai di sini karena Abu, Ibu, pelatih, guru-guru di sekolah, dan teman-teman Nay yang selalu dukung dan kasih semangat. Terima kasih semuanya," ujar Nay Sunda dengan polos.

"Nay juga mau terus latihan supaya bisa menang lagi dan bikin Abu sama Ibu bangga. Terima kasih juga buat semua sahabat Nay yang selalu kasih semangat. Kalau Nay menang, rasanya senang karena banyak yang ikut senang," lanjutnya.

Peran Abu, Ibu, Pelatih, dan Sekolah

Atlet muda Muaythai asal Kabupaten Subang, Niskala Riksa Sunda Silviadi, yang akrab disapa Nay Sunda, berhasil menggondol dua medali emas dari ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang tengah berlangsung di GOR Abdu Rosyad, Kompleks GOR Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. (Dok. Istimewa)

Perjalanan Nay dibentuk dukungan keluarga. Sang ayah, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana atau Abu, sejak awal mendorongnya menekuni Muaythai. Ibunya, Dr. (Cand.) Noviyanti Maulani, M.Pd., dikenal sebagai pencipta Muay Aerobik Nusantara yang menjadi bagian pengembangan olahraga ini di Indonesia.

Di luar arena, Nay tetap menjalani peran sebagai pelajar SMP yang membagi waktu antara sekolah dan latihan. Rutinitas itu menumbuhkan disiplin, keberanian, dan kecintaan terhadap Muaythai.

Pengalaman internasionalnya di Malaysia menjadi bekal penting saat kembali tampil di panggung nasional dan membuahkan prestasi di Bekasi.

IMC 2026 Sebagai Kejurnas dan Ajang Pembinaan

IMC 2026 merupakan Kejuaraan Nasional Muaythai Indonesia yang berlangsung pada 5 hingga 10 Agustus 2026 di Kota Bekasi. Kejuaraan ini mempertemukan atlet dari berbagai daerah sebagai bagian dari proses pembinaan sekaligus pencarian bibit untuk dipersiapkan menuju level internasional.

Di pembukaan ajang tersebut, apresiasi terhadap penguatan lapis dasar juga disampaikan pemerintah. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir menilai pengurus cabang memetakan pembangunan dari akar rumput.

"Saya apresiasi bagaimana PBMI lihai melihat bagaimana pembangunan grassroot dari bawah," ujar Erick Thohir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya