Kejar Prestasi Dunia, Berkuda Memanah Indonesia Kerja Sama dengan Hungaria

Indonesian Horseback Archery Federation membuat terobosan baru dengan menjalin kerjasama bersama Hungaria.

oleh ThomasDiterbitkan 16 Agustus 2026, 20:30 WIB
Berkuda Memanah Indonesia Kerja Sama dengan Hungaria

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Memanah Seluruh Indonesia (FN.PBM Pusat) atau Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF) memperkuat langkah menuju level internasional. Salah satunya dengan menjalin kerja sama strategis bersama Nemethy Horseback Archery Sport Association dari Hungaria.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest, Hungaria, Senin (10/8/2026).

MoU ditandatangani Ketua Umum FN.PBM Pusat Triwatty Marciano bersama Ketua Nemethy Horseback Archery Sport Association Christoph Arpad Nemethy. Prosesi tersebut disaksikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Hungaria Penny Dewi Herasati serta sejumlah undangan dan perwakilan kedua organisasi.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pertukaran pengalaman, meningkatkan kualitas atlet dan pelatih, sekaligus mendorong standar Berkuda Memanah Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat internasional.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan FN.PBM Pusat dengan Nemethy dalam rangkaian IHAA Forum di Pomaz, Hungaria, pada Maret 2026.

Dorong Peningkatan Kualitas Berkuda Memanah

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengapresiasi langkah FN.PBM Pusat membangun jejaring internasional dengan organisasi Berkuda Memanah di Hungaria.

"KONI Pusat mengapresiasi langkah yang dilakukan Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah di Hungaria. Kerja sama ini membuktikan bahwa transformasi organisasi Pordasi memang penting sehingga federasi nasional dapat melakukan kerja sama dengan organisasi terkait di luar," kata Marciano.

Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas olahraga Berkuda Memanah, mulai dari standar teknis, pelatihan hingga regulasi.

"Harapannya kerja sama antar federasi nasional dapat meningkatkan kualitas olahraga berkuda memanah, mulai dari standar teknis, pelatihan, regulasi dan sebagainya," ujarnya.

Marciano juga berharap Berkuda Memanah semakin dikenal dan dapat dipertandingkan dalam berbagai multievent internasional.

"Tentunya harus diikuti sosialisasi di berbagai negara, sehingga olahraga berkuda memanah dapat dipertandingkan pada multievent internasional dan atlet-atlet Indonesia dapat mempersembahkan prestasi dunia," sambungnya.

Bidik PON 2028 hingga Olimpiade Brisbane 2032

Berkuda Memanah Indonesia Kerja Sama dengan Hungaria

Kolaborasi dengan Hungaria menjadi bagian dari strategi FN.PBM Pusat membangun prestasi Berkuda Memanah secara berjenjang.

Dalam waktu dekat, kerja sama tersebut diharapkan mendukung persiapan menuju PON XXII/2028. Peningkatan kualitas atlet dan pelatih, sistem kepelatihan, standar kompetisi serta pengembangan ekosistem Berkuda Memanah di berbagai daerah menjadi sejumlah fokus utama.

Tak berhenti di level nasional, FN.PBM Pusat juga membawa ambisi lebih besar di panggung dunia. Salah satu visi yang ingin diperjuangkan adalah membuka peluang Berkuda Memanah menjadi cabang olahraga eksibisi pada Olimpiade Brisbane 2032 di Australia.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan proses panjang, termasuk peningkatan standar teknis, kualitas sumber daya manusia, relasi internasional, serta kolaborasi dengan organisasi Berkuda Memanah dari berbagai negara.

Jadi Jembatan Diplomasi Indonesia-Hungaria

Kerja sama Indonesia dan Hungaria juga memiliki dimensi yang lebih luas karena Berkuda Memanah bukan sekadar olahraga.

Cabang ini memiliki sejarah dan tradisi yang kuat sehingga berpotensi menjadi sarana sport diplomacy untuk mempererat hubungan kedua negara.

Melalui kerja sama tersebut, pertukaran tidak hanya mencakup kompetisi dan pelatihan, tetapi juga pengetahuan, pengalaman, budaya, serta nilai-nilai sportivitas.

Duta Besar RI untuk Hungaria Penny Dewi Herasati menilai kesamaan akar sejarah dan budaya Berkuda Memanah di Indonesia dan Hungaria dapat menjadi modal penting untuk mempertemukan masyarakat kedua negara.

"Berkuda Memanah memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat, baik di Indonesia maupun Hungaria. Kesamaan tersebut memberikan ruang bagi olahraga untuk menjadi sarana mempertemukan masyarakat kedua negara sekaligus menjaga warisan tradisi dalam konteks modern," ujar Penny.

Dia menilai kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari diplomasi olahraga yang memperkuat hubungan Indonesia dan Hungaria melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya dan persahabatan.

KBRI Budapest juga menyatakan komitmennya menjadi jembatan dalam mendukung berbagai program serta pertukaran yang dapat mempererat hubungan kedua negara melalui olahraga.

 

 

Tiga Pilar Kolaborasi

Kerja sama FN.PBM Pusat dan Nemethy dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Knowledge Exchange, Athlete Development, dan Cultural Synergy.

Knowledge Exchange mencakup pertukaran pengetahuan dan metodologi latihan. Athlete Development diarahkan pada peningkatan kapasitas atlet dan pelatih. Sementara Cultural Synergy menempatkan Berkuda Memanah sebagai sarana memperkuat hubungan bilateral sekaligus menjaga warisan budaya kedua negara.

Ketua Umum FN.PBM Pusat Triwatty Marciano menilai kolaborasi tersebut menjadi jembatan bagi perkembangan Berkuda Memanah Indonesia dengan pengalaman dan standar internasional.

"Berkuda Memanah bukan hanya sebuah olahraga, tetapi juga merupakan warisan hidup yang menghubungkan kita dengan sejarah, menuntut kedisiplinan, serta membangun ikatan yang kuat antara manusia dan kuda," kata Triwatty.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin menjembatani semangat dan perkembangan Berkuda Memanah di Indonesia dengan pengalaman dan keunggulan standar internasional," lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya