Liputan6.com, Jakarta - Timnas Putri U-16 Thailand keluar sebagai juara Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino 2026 setelah menaklukkan Timnas Putri U-16 Indonesia atau Garuda Pertiwi dengan skor tipis 1-0 pada partai final di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).
Gol tunggal Kawinthida Kikuntod menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung sengit. Tendangan bebas sang kapten pada menit ke-23 meluncur tajam ke arah gawang dan gagal diantisipasi kiper sekaligus kapten Garuda Pertiwi, Alleana Ayu Arumy.
Advertisement
Sejak awal pertandingan, Thailand langsung mengambil inisiatif serangan. Permainan cepat dan kombinasi umpan pendek membuat Garuda Pertiwi harus bekerja keras menjaga pertahanannya.
Meski mendapat tekanan, pasukan Timo Scheunemann mampu memberikan perlawanan. Alleana tampil impresif di bawah mistar dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk ketika menggagalkan peluang Phonnapat Phapyai pada menit ke-12.
Lini belakang Indonesia yang dihuni Jazlyn Kayla Firyal, Raisya Novita Amalia, Febri Arum, dan Shifana Rizka Nadhifa juga tampil disiplin. Mereka beberapa kali berhasil mematahkan serangan Thailand sebelum memasuki area berbahaya.
Namun, pertahanan Garuda Pertiwi akhirnya runtuh pada menit ke-23. Thailand memperoleh tendangan bebas yang kemudian dieksekusi langsung oleh Kawinthida.
Bola hasil sepakan kapten Thailand tersebut menukik tajam dan bersarang di gawang Indonesia. Thailand pun unggul 1-0.
Tertinggal, Garuda Pertiwi mencoba meningkatkan intensitas serangan. Akan tetapi, rapatnya organisasi pertahanan Thailand membuat berbagai upaya Indonesia belum membuahkan hasil hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Garuda Pertiwi tampil lebih agresif. Ayla Dva Khala Ahisma, Nafeeza Ayasha Nori, dan Rengganis Wijanarto berusaha menghidupkan lini tengah Indonesia untuk menciptakan peluang.
Thailand merespons dengan permainan transisi yang cepat. Tim Negeri Gajah Putih beberapa kali mampu membawa bola hingga ke kotak penalti Indonesia.
Pertandingan semakin menarik memasuki menit-menit akhir. Indonesia terus mencari gol penyeimbang, sedangkan Thailand berusaha mempertahankan keunggulan dengan memperketat pertahanan.
Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tidak berubah. Thailand pun memastikan diri menjadi kampiun Srikandi Merdeka Cup 2026.
Garuda Pertiwi Tuai Pujian
Keberhasilan Thailand mengangkat trofi semakin lengkap dengan performa impresif sepanjang turnamen. Mereka mencetak 16 gol, memiliki akurasi passing mencapai 83,06 persen, serta mencatatkan penguasaan bola hingga 62,47 persen.
Pelatih Timnas Putri U-16 Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Menurutnya, Srikandi Merdeka Cup menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan tim sebelum menghadapi agenda berikutnya.
"Ini adalah turnamen yang bagus dan kami merasa senang bisa bermain dengan tujuh negara lainnya. Kami akan bersiap untuk kualifikasi AFC U-17 yang akan diadakan di Thailand nanti. Kami akan memulai Training Center bulan depan," kata Thidarat.
Meski gagal meraih trofi, Garuda Pertiwi mendapat apresiasi atas perjuangan mereka sepanjang turnamen. Timo Scheunemann menilai anak asuhnya menunjukkan mental bertanding yang kuat ketika menghadapi salah satu tim kuat sepak bola putri Asia.
Timo juga menyoroti keberanian para pemainnya yang tetap tampil agresif meski berada dalam tekanan.
"Pemain sudah berjuang. Butuh mental yang luar biasa malam ini, butuh jiwa pejuang, dan itu mereka tunjukkan saat lawan Thailand. Mereka sudah memberikan 100 persen. Mentalitasnya luar biasa," ujar Timo.
Ia optimistis sejumlah pemain dari skuad U-16 tersebut memiliki peluang untuk berkembang hingga level Timnas Putri senior jika konsisten meningkatkan kemampuan dan sikap, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Garuda Pertiwi juga meraih penghargaan tim fair play dalam turnamen tersebut.
Jadi Fondasi Sepak Bola Putri Indonesia
Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan mental para pemain muda Indonesia. Menurutnya, keberanian menghadapi tim-tim kuat Asia menunjukkan pembinaan sepak bola putri mulai memberikan hasil positif.
"Peningkatan kualitas mental terlihat jelas ketika para srikandi muda melangkah ke lapangan tanpa rasa gugup saat bertemu dengan negara-negara raksasa Asia," kata Vivin.
Ia menilai Srikandi Merdeka Cup menjadi bagian penting dalam memperluas talent pool sepak bola putri Indonesia. Program pembinaan berjenjang melalui pemusatan latihan serta pengalaman menghadapi lawan internasional dinilai mampu mempercepat perkembangan pemain muda.
"Turnamen ini adalah awal, bukan akhir. Saya sangat berharap anak-anak ini tidak cepat puas, terus disiplin berlatih, dan konsisten mengembangkan kemampuan mereka di klub maupun akademi," lanjutnya.
Sementara itu, Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menyebut turnamen tersebut merupakan puncak dari rangkaian Women Soccer Trilogy yang terdiri dari MilkLife Soccer Challenge, Hydroplus Soccer League, dan Caffino Srikandi Merdeka Cup.
Teddy juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Kudus yang memadati tribun sepanjang turnamen.
"Srikandi Merdeka Cup ini adalah puncak dari trilogi Women Soccer yang memang kita sudah rencanakan. Kami berterima kasih kepada dukungan masyarakat yang selalu memenuhi tribun penonton," kata Teddy.
Ia berharap rangkaian kompetisi tersebut menjadi fondasi berkelanjutan bagi lahirnya pemain-pemain berkualitas yang nantinya dapat memperkuat Timnas Putri Indonesia.
Program pembinaan sepak bola putri pun akan terus berlanjut. MilkLife Soccer Challenge dijadwalkan kembali bergulir di 15 kota mulai awal September hingga akhir 2026.