Usai Ukir Rekor MURI, PABKI Bidik Piala Dunia 2027

Rekor pecah dalam rangkaian pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lempar Pisau dan Kapak di Kiara Artha Park, Bandung, pada 29-30 Agustus 2026.

oleh ThomasDiterbitkan 31 Agustus 2026, 06:30 WIB
PABKI sukses pecahkan rekor MURI, kini bidik Piala Dunia 2027

Liputan6.com, Jakarta - Persatuan Olahraga Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) mencatatkan pencapaian istimewa dalam perkembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Tanah Air. Sebanyak 600 bilah pisau berhasil menancap secara bersamaan di papan sasaran dan mengantarkan PABKI masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pemecahan rekor tersebut berlangsung dalam rangkaian pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lempar Pisau dan Kapak di Kiara Artha Park, Bandung, pada 29-30 Agustus 2026.

Aksi tersebut melibatkan lebih dari 300 pelempar yang berasal dari 15 kontingen provinsi di Indonesia. Setiap peserta menggunakan satu set perlengkapan standar kompetisi yang terdiri dari empat bilah pisau lempar.

Ketua Harian PABKI, Hendri Jay Agustian, menyebut pemecahan rekor tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi perkembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Indonesia.

"Kegiatan MURI yang kami laksanakan ini bisa dikatakan pertama kali di dunia, bukan hanya di Indonesia. Kami memaksimalkan 600 lemparan menancap di target putih. Ini menjadi bukti simbolis betapa masifnya perkembangan olahraga ini di tanah air," kata Hendri dalam keterangan tertulis.

Pengawasan Ketat

Proses pemecahan rekor dilakukan dengan pengawasan ketat dari PABKI bersama tim MURI. Setiap lemparan yang dinyatakan sah dicatat sebagai satu poin.

Dalam proses penilaian, pisau yang sempat menancap di papan sasaran kemudian terjatuh karena tertimpa lemparan berikutnya tetap dinyatakan sah.

Penghitungan dilakukan dengan melibatkan asisten juri yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan papan sasaran. Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh lemparan yang masuk dalam penilaian dapat terpantau dengan baik.

Setelah rekor 600 pisau tercatat, kegiatan berlanjut ke agenda utama, yakni Kejurnas Lempar Pisau dan Kapak 2026.

Kompetisi berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan 12 kelas. Total terdapat 72 gelar juara yang diperebutkan para peserta.

Kejurnas kali ini menerapkan sistem open tournament. Sekitar 85 hingga 90 persen peserta merupakan anggota resmi PABKI, sementara sisanya berasal dari pelempar umum yang belum menjadi anggota organisasi.

PABKI Bersiap Menuju Pentas Internasional

PABKI sukses pecahkan rekor MURI, kini bidik Piala Dunia 2027

PABKI merupakan organisasi yang menaungi olahraga lempar pisau dan kapak yang masuk dalam kategori olahraga rekreasi Indonesia. Organisasi tersebut berdiri pada 2021 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Untuk periode 2026-2030, PABKI dipimpin Viktor Alexander Lateka, perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal.

Hendri menjelaskan komunitas lempar pisau dan kapak sebenarnya telah aktif menggelar berbagai kejuaraan sejak 2010. Namun, Kejurnas 2026 menjadi momentum untuk mendorong penyelenggaraan kompetisi dengan tata kelola yang lebih profesional.

Salah satunya melalui penyelenggaraan siaran langsung pertandingan secara daring. Langkah tersebut membuka kesempatan bagi komunitas pelempar internasional untuk memantau perkembangan kompetisi di Indonesia.

"Siaran langsung ini turut dipantau sekitar 50 sampai 100 pelempar profesional dari berbagai negara," ujar Hendri.

PABKI juga menjadikan Kejurnas 2026 sebagai tahap awal penjaringan atlet yang diproyeksikan tampil di pentas internasional.

Hal tersebut berkaitan dengan rencana penyelenggaraan Piala Dunia Lempar Pisau di Indonesia pada akhir 2027.

Bidik Tiga Kali Lipat Peserta

Selain mempersiapkan diri menuju kompetisi internasional, PABKI juga tengah menyelesaikan finalisasi administrasi untuk bergabung secara resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hendri menyebut seluruh kelengkapan tata kelola dan persyaratan organisasi telah dipenuhi. Kejurnas 2026 pun menjadi salah satu momentum penting dalam proses tersebut.

PABKI selanjutnya menargetkan peningkatan jumlah partisipasi atlet hingga tiga kali lipat.

Pertumbuhan tersebut diharapkan tidak hanya memperluas basis atlet lempar pisau dan kapak di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Tanah Air sebagai salah satu kekuatan utama olahraga tersebut di tingkat internasional.

Pemecahan rekor 600 pisau di Bandung pun menjadi simbol ambisi PABKI untuk membawa olahraga lempar pisau dan kapak Indonesia ke level yang lebih tinggi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya