Kembali ke Liga Champions, Aston Villa Usung Misi Bangkit di Markas Club Brugge

Aston Villa memulai kampanye Liga Champions ketiga sepanjang sejarah klub melawan Club Brugge.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 08 September 2026, 16:30 WIB
Pelatih kepala Aston Villa, Unai Emery, bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Aston Villa di London, Selasa, 30 Desember 2025. (Foto AP/Alastair Grant)

Liputan6.com, Jakarta - Aston Villa akan memulai perjalanan di Liga Champions musim ini dengan menghadapi Club Brugge di Belgia, menandai pertemuan keempat kedua tim dalam dua tahun terakhir.

Pertandingan ini menjadi debut kampanye Liga Champions ketiga bagi Aston Villa sejak meraih Piala Champions pada tahun 1982, sementara bagi tuan rumah, ini adalah partisipasi ke-13 di kompetisi elite Eropa, sebuah rekor nasional yang melampaui rival domestik Anderlecht.

Pertemuan di Jan Breydelstadion pada Selasa (8/9/2026) malam WIB akan mempertemukan dua tim dengan kondisi yang kontras di liga domestik masing-masing.

Club Brugge memasuki musim sebagai juara bertahan Liga Pro Belgia dan saat ini menduduki posisi kedua setelah lima putaran, dengan empat kemenangan dan hanya satu kekalahan. Di sisi lain, Aston Villa asuhan Unai Emery baru mengumpulkan satu poin di Premier League musim ini, menimbulkan pertanyaan tentang kohesi skuad yang baru dibentuk.

Di bawah arahan pelatih Unai Emery, yang akan menjalani kampanye Liga Champions kesembilannya, Aston Villa telah mengalami perombakan besar-besaran di musim panas. Banyak pahlawan dari kesuksesan mereka di Liga Europa musim lalu telah meninggalkan klub, digantikan oleh pemain-pemain dengan profil usia lebih rendah dan talenta mentah yang masih perlu diasah.

Rekam Jejak Pertemuan dan Benteng Kandang Club Brugge

Logo Liga Champions. (KERSTIN JOENSSON/AFP)

Kedua tim memiliki sejarah pertemuan yang menarik di kompetisi Eropa. Dalam debut Liga Champions mereka, Aston Villa pernah mengunjungi Bruges sebanyak dua kali. Kunjungan pertama berakhir dengan kekalahan 1-0 di fase liga, namun beberapa bulan kemudian mereka berhasil membalas dengan kemenangan 3-1 di fase gugur. Pertemuan terakhir di Villa Park menghasilkan kemenangan telak 3-0 untuk Aston Villa.

Club Brugge memiliki rekor kandang yang mengesankan di kompetisi kontinental. Mereka hanya menelan tiga kekalahan dari 22 pertandingan terakhir di Jan Breydelstadion. Selain itu, tim berjuluk "Blauw-Zwart" ini dikenal produktif, dengan mencetak tiga gol atau lebih dalam enam dari tujuh pertandingan Liga Champions terakhir mereka di kandang.

Meskipun demikian, kemenangan Club Brugge atas Aston Villa pada November 2024 merupakan satu-satunya keberhasilan mereka dalam 19 pertemuan terakhir melawan tim-tim Inggris. Dari jumlah tersebut, 15 pertandingan di antaranya berakhir dengan kekalahan bagi Club Brugge.

Tantangan Kohesi Skuad Baru Aston Villa

Ilustrasi logo dan trofi Liga Champions. (AFP/Valery Hache)

Unai Emery dihadapkan pada tugas berat untuk membangun kembali Aston Villa setelah eksodus pemain kunci pasca-kemenangan Liga Europa di Istanbul. Skuad baru yang lebih muda dan penuh talenta mentah ini membutuhkan waktu untuk menemukan ritme dan kohesi, seperti yang terlihat dari awal musim Premier League yang sulit.

Aston Villa memulai musim domestik dengan kekalahan telak 4-0 dari Brighton di pertandingan pembuka Premier League. Mereka kemudian menelan kekalahan tipis di kandang dari mantan klub Emery, Arsenal, dan melanjutkan tren tanpa gol dengan hasil imbang 0-0 melawan tim promosi Hull City.

Beberapa pemain kunci tidak dapat memperkuat Aston Villa di Liga Champions. Brian Madjo, yang mencetak dua gol di UEFA Super Cup melawan Paris Saint-Germain bulan lalu, serta rekrutan baru Taylor-Harwood Bellis, tidak masuk dalam skuad fase liga. Madjo sendiri saat ini sedang cedera, bergabung dengan Johan Manzambi dan Amadou Onana yang juga mengalami cedera jangka panjang. Namun, Joao Gomes dapat bermain di Liga Champions meskipun sedang menjalani skorsing domestik tiga pertandingan.

Kesiapan Club Brugge dan Amunisi Utama

Club Brugge datang ke pertandingan ini dengan pengalaman Liga Champions yang lebih matang, menandai dimulainya kampanye kedelapan mereka dalam sembilan tahun terakhir. Mereka juga telah berhasil lolos dari fase grup atau liga dalam tiga musim terakhir, menunjukkan konsistensi di level Eropa.

Musim lalu, meskipun finis di posisi ke-19 pada fase liga, Club Brugge menunjukkan permainan menyerang yang terbuka. Mereka akhirnya dikalahkan 7-4 secara agregat oleh Atletico Madrid di babak playoff gugur, dengan rata-rata 4.2 gol tercipta dalam setiap pertandingan mereka di Liga Champions.

Di bawah mistar gawang, Club Brugge akan diperkuat oleh kiper berpengalaman Yann Sommer, yang sebelumnya pernah tampil di final Liga Champions bersama Inter Milan. Lini tengah akan dikapteni oleh Hans Vanaken, yang berduet dengan Freddie Potts. Vanaken memiliki kenangan manis melawan Aston Villa, setelah mencetak gol kemenangan pada November 2024. Sementara itu, di lini serang, striker bintang Nicolo Tresoldi menjadi ancaman utama, dengan sudah mencetak tiga gol liga musim ini. Hanya Joel Ordonez yang dipastikan absen karena cedera.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya