Liputan6.com, Jakarta - Erick Thohir menegaskan olahraga perlu dipandang sebagai investasi yang menggerakkan ekonomi, bukan sekadar pos pengeluaran. Pesan itu ia sampaikan saat tampil sebagai keynote speaker pada pembukaan Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat (11/9).
Dalam paparan berjudul "Sports As An Economic Powerhouse" pada forum bertema "Beyond the Game 2.0, From Nation Building to Global Industry", Erick mencontohkan dampak riil penyelenggaraan ajang olahraga terhadap perekonomian. Ia menyebut Mandalika yang impaknya mencapai Rp 4,5 triliun sebagai gambaran potensi industri ini ketika dikelola serius.
Advertisement
Erick juga menarik garis sejarah bahwa investasi melalui olahraga telah hadir sejak awal republik berdiri. "Dalam sejarah kemerdekaan kita, tiga tahun setelah Indonesia merdeka, bangsa kita telah menunjukkan komitmennya untuk melakukan investasi lewat olahraga," ujar Erick membuka speech-nya. Ia merujuk pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama yang digelar pada 1948 sebagai tonggak pembinaan sekaligus pemersatu.
"Dengan PON dengan olahraga karakter bangsa kita terbangun, olahraga menjadi alat pemersatu bangsa agar masyarakatnya disiplin dalam membangun kemerdekaan," ujarnya. Erick kemudian menambahkan perhelatan besar berikutnya sebagai kelanjutan visi tersebut. "Kemudian Indonesia juga menggelar Asian Games (1962). Itu juga investasi," kata Erick lagi.
Menyasar persepsi publik dan pelaku industri, ia menekankan perlunya menghapus stigma bahwa olahraga adalah beban biaya. "Olahraga adalah investasi, bukan biaya," ujar Erick. Ia menyebut dukungan sektor swasta berperan besar, di samping kontribusi masyarakat dan pemerintah, serta menilai pihak yang ikut memajukan olahraga juga merasakan manfaat ekonominya.
Menurut Erick, Kemenpora terus mendorong kemudahan bagi investor, termasuk langkah deregulasi. Ia menyebut perlunya ekosistem yang terintegrasi agar penyelenggaraan ajang olahraga lebih sederhana dari sisi perizinan dan operasional. "Jadi, pertumbuhan ini semua harus terjadi dengan kerja sama pemerintah, private sektor dan masyarakat. Tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama," ujarnya lagi.
Platform "Sports in Indonesia" Resmi Diperkenalkan
Pada kesempatan yang sama, Erick Thohir meresmikan "Sports in Indonesia", sebuah platform informasi yang memuat beragam aktivitas dan penyelenggaraan olahraga di Tanah Air.
Situs ini menyajikan kalender kegiatan olahraga yang terhubung ke laman resmi penyelenggara, termasuk akses ke loket tiket. Pengguna dapat langsung membeli tiket dari tautan yang tersedia apabila berminat menghadiri sebuah ajang.
Selain jadwal pertandingan dan event, platform tersebut memuat informasi perjalanan di berbagai daerah, travel tips, aspek keselamatan, etika, hingga hari libur di Indonesia untuk memudahkan perencanaan kunjungan.
Fitur integrasi dengan Google Calendar dan Apple Calendar memungkinkan pengguna mengatur agenda pribadi terkait kegiatan olahraga secara praktis. Bagi investor, laman ini dapat menjadi rujukan awal untuk menjajaki penyelenggaraan ajang olahraga di Indonesia.
Indonesia Sports Awards
Masih dalam rangkaian acara, Erick Thohir menyerahkan penghargaan khusus "Indonesia Sports Awards" kepada Djarum Foundation, BRI, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atas kontribusi besar mereka bagi kemajuan olahraga nasional.
Djarum Foundation dikenal konsisten membina atlet bulu tangkis usia dini melalui audisi yang digelar setiap tahun. Program ini telah melahirkan banyak atlet hebat tingkat nasional.
Belakangan, yayasan tersebut juga aktif mengembangkan bibit sepak bola putri dengan menggelar turnamen berskala nasional dan internasional.
BRI tercatat enam tahun terakhir menjadi sponsor utama Indonesia Super League, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Indofood kerap mendukung kegiatan olahraga multievent di Tanah Air dan menjadi sponsor klub-klub Indonesia, mulai dari sepak bola, bulu tangkis, hingga cabang lainnya.