Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan penghargaan Indonesia Sports Awards dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta Pusat pada Jumat (11/9).
Tahun ini Indonesia Sports Awards mengangkat tema “Recognizing the Ecosystem Behind Indonesia Sports Grounds”, berfokus pada pemberian penghargaan kepada para pelaku industri olahraga. Yaitu para pelaku industri olahraga yang telah memberikan kontribusi dalam kurun waktu tertentu dalam penguatan dan juga pengembangan industri olahraga nasional, dengan kategori Sports Industry of the Year 2026.
Advertisement
Peraih penghargaan Indonesia Sports Awards 2026 kategori Sports Industry of The Year 2026 ada tiga yakni Djarum Foundation, Bank BRI dan Indofood.
Pemilihan pemenang ini setelah melalui proses yang panjang dan ketat bersama dewan juri yang kompeten, antara lain Teuku Arlan P. Lukman - Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Yayan Rubaeni - Asisten Deputi Promosi dan Kemitraan Global Olahraga Kemenpora, Ardhi Suryadhi - Pemimpin Redaksi Detikcom, Akhmad Munir - Ketua Umum PWI, Ricky Soebagdja - Praktisi Olahraga & Sekjen PP PBSI, dan Zahra Kemala Nindita Murad - Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia.
Punya Program Industri Olahraga
Dalam sambutannya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengatakan Djarum Foundation merupakan salah satu stakeholder yang memiliki program berkelanjutan, kontribusi, dan dampak yang besar terhadap perkembangan industri olahraga nasional.
“Tidak mungkin dunia olahraga berkembang tanpa dukungan stakeholder yang bersatu membangun olahraga di Indonesia. Di tahun kedua Indonesia Sports Summit perspektifnya kita mendorong industri olahraga dan memasyarakatkan olahraga agar prestasi bisa terus meningkat. Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Karena olahraga adalah pemersatu bangsa. Apa yang dilakukan penerima penghargaan ini menunjukkan bahwa kontribusi berkelanjutan dapat memberikan dampak luas bagi perkembangan olahraga Indonesia,” ujar Erick Thohir.
Erick menyerahkan langsung penghargaan ini. Salah satu yang menerimanya adalah Direktur Djarum Foundation, Roberto Hartono yang hadir bersama Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, dan Caffino Srikandi Merdeka Cup.
“Djarum Foundation memulai ini (kontribusi di bidang olahraga) dari hobi yang tidak sengaja yaitu bulutangkis, sampai sekarang sudah 57 tahun. Support dari kami juga membangun Supersoccer Arena untuk mengembangkan sepak bola putri Indonesia, yang menjadi tantangan baru buat kami. Kami harap di kemudian hari timnas putri Indonesia mampu berkompetisi di Piala Dunia,” ungkap Roberto.
Djarum Fokus di Pembinaan Usia Muda
Sementara itu Teddy Tjahjono yang menekankan berbagai upaya Djarum Foundation tidak hanya semata menargetkan prestasi, tetapi bagaimana membangun ekosistem olahraga sejak usia dini.
“Penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan sekaligus pengingat bagi kami bahwa apa yang selama ini dilakukan harus terus dijaga keberlangsungannya. Bagi Bakti Olahraga Djarum Foundation, olahraga bukan hanya tentang kompetisi dan prestasi, tetapi juga membangun fondasi sejak usia dini, memberikan ruang bagi talenta untuk berkembang, dan menciptakan ekosistem yang membuat mereka memiliki kesempatan untuk mencapai level yang lebih tinggi,” terang Teddy.
Djarum Foundation mendapat penghargaan dari Kemenpora ini karena aktif membantu pembinaan usia muda. Tak cuma di cabang olahraga bulutangkis, Djarum juga mmebantu pembinaan sepak bola putri, atletik hingga panahan.
Di bulutangkis, ada Audisi Umum PB Djarum dan Festival SenengMinton. Kemudian sepak bola putri, ada MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, dan Caffino Srikandi Merdeka Cup. Tak ketinggalan event Archery Challenge dan Athletics Challenge.
“Semangat Bakti Pada Negeri menjadi landasan kami untuk terus memberikan kontribusi nyata melalui olahraga. Kami ingin apa yang dilakukan hari ini tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kesempatan lebih besar untuk berprestasi dan membawa nama Indonesia di masa depan,” pungkas Teddy.