Drama Berakhir, Kawhi Leonard Resmi Ditukar ke Toronto Raptors Setelah Penyelidikan NBA

Kawhi Leonard resmi kembali ke Toronto Raptors setelah Los Angeles Clippers sepakat menukarnya. Perdagangan ini sempat tertunda akibat penyelidikan NBA terhadap

oleh ThomasDiterbitkan 15 September 2026, 12:30 WIB
Kawhi Leonard (kanan) merupakan salah satu pemain terbaik tim Los Angeles Clippers saat ini dengan rataan 24 poin per game. Ia terkenal membawa keberuntungan bagi tim yang dibelanya dengan langsung membawa timnya menjadi kandidat juara. (Foto: Getty Images via AFP/Douglas P. Defelice)

Liputan6.com, Jakarta - Penantian panjang selama hampir tiga bulan akhirnya berakhir. Bintang NBA Kawhi Leonard secara resmi kembali ke Toronto Raptors setelah Los Angeles Clippers dan Raptors mencapai kesepakatan perdagangan yang telah disetujui sejak awal musim panas.

Konfirmasi trade ini diumumkan pada 14 September 2026, setelah Clippers menerima sanksi dari NBA terkait pelanggaran aturan batas gaji.

Proses transfer Leonard sempat tertunda karena adanya penyelidikan serius yang dilakukan oleh NBA terhadap praktik penghindaran batas gaji (salary cap circumvention) yang dilakukan oleh organisasi Clippers. Penyelidikan ini menjadi hambatan utama yang membuat kesepakatan perdagangan tersebut tidak dapat diselesaikan lebih awal.

Jalan bagi penyelesaian perdagangan ini terbuka setelah pemilik Clippers, Steve Ballmer, akhirnya menerima hukuman yang dijatuhkan NBA, meskipun sempat mengancam akan mengambil tindakan hukum. Pihak Clippers menyatakan komitmen mereka untuk mematuhi sanksi liga, telah membayar denda, dan siap melanjutkan operasional tim.

Detail Kompensasi Perdagangan dan Masa Depan Leonard

Dalam kesepakatan perdagangan ini, Toronto Raptors akan menerima kembali Kawhi Leonard, pemain yang pernah membawa mereka meraih gelar juara NBA. Sementara itu, Los Angeles Clippers akan mendapatkan sejumlah aset berharga sebagai kompensasi atas kepergian Leonard.

Clippers akan menerima Brandon Ingram dan Gradey Dick. Selain itu, mereka juga akan memperoleh dua pilihan draf putaran pertama tanpa perlindungan dari Raptors pada tahun 2031 dan 2033. Clippers juga memiliki hak untuk menukar pilihan draf putaran pertama dengan Raptors pada tahun 2027, serta mendapatkan dua pilihan draf putaran kedua pada tahun 2030 dan 2033.

Leonard, yang kini berusia 35 tahun, akan menjadi satu-satunya anggota yang tersisa dari skuad juara Toronto pada tahun 2019 yang masih berada di daftar pemain aktif. Ia diperkirakan akan menandatangani perpanjangan kontrak dengan Toronto Raptors, dengan nilai maksimal $126 juta untuk durasi dua tahun ke depan.

Sanksi Berat NBA untuk Clippers dan Kawhi Leonard

Kawhi Leonard memasukkan bola saat Raptors dijamu Warriors di gim ketiga NBA Finals 2019 (AP)

Penundaan perdagangan Kawhi Leonard disebabkan oleh penyelidikan independen yang dilakukan NBA melalui firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz. Pada 2 September 2026, NBA mengumumkan bahwa Los Angeles Clippers dan Kawhi Leonard terbukti melanggar aturan penghindaran batas gaji yang tercantum dalam Perjanjian Perundingan Bersama (CBA) liga.

Penyelidikan tersebut mengungkap adanya pola pelanggaran dan beberapa pelanggaran aturan signifikan oleh organisasi Clippers, yang sebelumnya juga pernah terlibat dalam kasus serupa. Pelanggaran yang dilakukan Clippers meliputi secara aktif memulai peluang pendapatan di luar lapangan antara Leonard dan empat perusahaan yang berbisnis dengan tim, yaitu Aspiration Partners, Boingo Wireless, Daktronics, dan Lockton Insurance. Clippers juga memfasilitasi perjanjian dukungan, mendorong perusahaan-perusahaan tersebut dengan menawarkan bisnis dari tim, serta membayar pengeluaran pribadi atas nama Leonard dan perwakilannya.

Selain itu, Clippers gagal melaporkan permintaan yang tidak pantas untuk peluang pendapatan di luar lapangan yang dibuat atas nama Leonard melalui manajer bisnisnya saat itu, Dennis Robertson.

Kawhi Leonard, melalui tindakan Dennis Robertson atas namanya, juga melanggar aturan penghindaran batas gaji. Ia menekan Clippers untuk membantunya mendapatkan peluang pendapatan di luar lapangan, berhasil memperoleh peluang tersebut, dan gagal mengganti pembayaran pengeluaran pribadi yang telah dilakukan oleh Clippers.

Atas dasar pelanggaran tersebut, NBA menjatuhkan sanksi berat kepada Clippers. Tim ini akan kehilangan lima pilihan draf putaran pertama pada Draf NBA tahun 2029, 2030, 2031, 2032, dan 2033. Selain itu, Clippers didenda sebesar $30 juta. Pemilik Clippers, Steve Ballmer, juga diskors dari semua aktivitas liga dan tim selama satu tahun karena keterlibatan sadarnya dalam pelanggaran tersebut.

Sementara itu, Kawhi Leonard dikenakan denda sebesar $700.000. NBA memutuskan untuk tidak menangguhkan Leonard dari bermain atau membatalkan kontraknya yang sedang berjalan, meskipun ia terbukti terlibat dalam pelanggaran tersebut.

Perjalanan Karier Kawhi Leonard: Dari Spurs Hingga Kembali ke Raptors

Sebelum saga perdagangan terbarunya, Kawhi Leonard memiliki sejarah transfer yang signifikan dalam kariernya di NBA. Pada 18 Juli 2018, ia diperdagangkan dari San Antonio Spurs ke Toronto Raptors bersama Danny Green. Sebagai gantinya, Spurs menerima DeMar DeRozan, Jakob Poeltl, dan pilihan draf putaran pertama yang dilindungi pada tahun 2019.

Musim pertamanya bersama Raptors pada tahun 2019 menjadi puncak kariernya, di mana ia berhasil memimpin tim tersebut meraih kejuaraan NBA pertama dalam sejarah klub. Atas performa gemilangnya, Leonard juga dianugerahi penghargaan MVP Final keduanya.

Setelah satu musim yang sukses bersama Toronto Raptors, Leonard memutuskan untuk pindah ke tim kampung halamannya, Los Angeles Clippers. Ia menandatangani kontrak sebagai agen bebas dengan Clippers pada 10 Juli 2019, sebelum akhirnya kembali ke Raptors melalui perdagangan ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya