2 Pesepakbola Legendaris Putri Jepang Latih Talenta Muda Indonesia

Mana Iwabuchi dan Aya Miyama datang ke Jakarta memberikan pelatihan kepada 74 pesepak bola putri belia Indonesia.

oleh ThomasDiterbitkan 17 September 2026, 20:30 WIB
Coaching clinic bersama dua pesepak bola putri legendaris Jepang Mana Iwabuchi dan Aya Miyama

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 74 pesepak bola putri usia 10 hingga 13 tahun mendapat pengalaman istimewa. Mereka berkesempatan belajar langsung dari dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, dalam coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon.

Kegiatan tersebut digelar di KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 musim 2026-2027.

Para peserta berasal dari Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Mereka juga merupakan bagian dari program MilkLife Soccer Extra Training yang dipersiapkan untuk tampil pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars tahun depan.

Kehadiran Iwabuchi dan Miyama membuat sesi latihan terasa berbeda. Kedua mantan pemain Timnas Putri Jepang tersebut tidak hanya memberikan materi teknis, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka hingga mencapai level tertinggi sepak bola dunia.

Iwabuchi dan Miyama merupakan bagian dari skuad Jepang yang menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2011. Keduanya juga memiliki pengalaman panjang di level internasional.

Belajar Teknik Dasar hingga Simulasi Pertandingan

Coaching clinic berlangsung selama 90 menit. Sesi diawali dengan opening dan warm-up untuk mempersiapkan kondisi fisik para peserta.

Setelah itu, Iwabuchi dan Miyama memberikan sejumlah materi teknik dasar. Para pemain muda diajak berlatih ball touch, juggling, gerakan mengecoh lawan, step work, hingga teknik yang dapat digunakan dalam situasi pertandingan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi pertandingan. Para peserta dibagi menjadi delapan tim dan bermain di empat lapangan secara bersamaan.

Menariknya, Iwabuchi dan Miyama ikut turun dalam rotasi pertandingan. Dengan begitu, para pemain muda tidak hanya menyaksikan aksi sang legenda, tetapi bisa merasakan langsung bagaimana bermain bersama pesepak bola yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

Mana Iwabuchi menekankan pentingnya menguasai teknik dasar sejak usia dini. Menurut mantan pemain Arsenal Women tersebut, kontrol bola dan akurasi tembakan merupakan fondasi yang harus terus diasah.

"Saya melihat mereka sangat semangat, ada power, dan mereka sangat enjoy untuk bermain sepak bola. Saya kira itu sangat bagus," ujar Iwabuchi.

Iwabuchi juga menceritakan bagaimana kebiasaannya bermain sepak bola sejak kecil turut membentuk kariernya.

"Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang," katanya.

Aya Miyama: Lingkungan Sangat Penting

Coaching clinic bersama dua pesepak bola putri legendaris Jepang Mana Iwabuchi dan Aya Miyama

Sementara itu, Aya Miyama memberikan perhatian pada faktor lingkungan dalam perkembangan pesepak bola putri.

Mantan kapten Timnas Jepang tersebut menilai pemain muda membutuhkan lingkungan yang mendukung agar mereka memiliki kesempatan berkembang secara konsisten.

Miyama melihat para peserta memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Namun, proses tersebut membutuhkan latihan, pengalaman bertanding, serta dukungan yang berkesinambungan.

"Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya," ujar Miyama.

Miyama berharap program seperti MilkLife Soccer Challenge dapat ikut membantu menciptakan generasi baru pesepak bola putri Indonesia.

"Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu," ucapnya.

Jadi Inspirasi untuk Pesepak Bola Putri Indonesia

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan kehadiran Iwabuchi dan Miyama sengaja dihadirkan sebagai sosok panutan bagi para peserta.

Menurut Teddy, perjalanan kedua legenda tersebut menunjukkan bahwa konsistensi sejak usia dini dapat membuka jalan menuju prestasi di tingkat internasional.

"Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model. Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa," kata Teddy.

Kolaborasi dengan Pokemon juga diharapkan menciptakan pengalaman olahraga yang menyenangkan dan inklusif bagi anak-anak.

Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga, mengatakan para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari dua pemain yang pernah mencapai puncak sepak bola dunia.

"Saya sangat berharap bisa melihat kalian semua tampil dan berprestasi di panggung dunia," tutur Fukunaga.

Bagi para peserta, pengalaman tersebut bukan sekadar sesi latihan. Mereka mendapatkan kesempatan melihat secara langsung standar teknik dan permainan pemain kelas dunia sekaligus memperoleh motivasi untuk terus berkembang.

Salah satunya Zavinna Latisya Istiana dari SDN Cilangkap 01 Pagi. Ia mengaku senang dapat berlatih bersama Iwabuchi dan Miyama.

"Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka. Selain teknik dasar bermain sepak bola, kami juga diajarkan kerja sama tim, cara berkomunikasi di lapangan," kata Zavinna.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya