Maybank Marathon 2026 Perkuat Gerakan Sustainability, Donasi Run for Charity Tembus Rp 933 Juta

Maybank Marathon 2026 turun mengadakan donasi. Hasilnya terkumpul Rp 933 juta.

oleh ThomasDiterbitkan 18 September 2026, 12:30 WIB
Jumpa pers Maybank Marathon 2026

Liputan6.com, Jakarta - Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa tak sekadar menghadirkan tantangan bagi ribuan pelari yang berlomba menaklukkan rute di Bali. Ajang lari yang digelar pada 23 Agustus 2026 tersebut juga menjadi wadah untuk memperluas dampak sosial dan lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan.

Salah satu program yang kembali dihadirkan adalah Maybank Marathon Run for Charity (MMRFC). Tahun ini, program tersebut melibatkan 35 pelari penggerak inspirasi bersama enam mitra keberlanjutan.

Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 933.711.005. Jumlah itu meningkat 29 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada penerima manfaat dari enam mitra keberlanjutan. Dengan demikian, setiap kilometer yang ditempuh para pelari dalam Maybank Marathon turut memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan keterlibatan pelari menjadi elemen penting dalam upaya memperluas dampak penyelenggaraan Maybank Marathon.

“Maybank Marathon kami bangun bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai platform yang mempertemukan semangat berlari dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Steffano.

Menurutnya, MMRFC menunjukkan bagaimana partisipasi para pelari dapat menghasilkan dampak sosial yang nyata. Semangat kolaborasi tersebut juga dinilai sejalan dengan misi Maybank Indonesia, yakni Humanising Financial Services.

Pelari Ikut Jaga Kebersihan Lintasan

Jumpa pers Maybank Marathon 2026

Kontribusi pelari terhadap agenda sustainability Maybank Marathon 2026 tidak berhenti pada program donasi.

Maybank Indonesia juga menghadirkan Jejak Hijau Runner, yakni pelari yang bertugas sebagai pacer bagi peserta kategori Marathon dengan target waktu sub-6 jam 30 menit dan sub-7 jam.

Selain membantu peserta menjaga ritme agar dapat mencapai garis finis sebelum batas waktu perlombaan, para Jejak Hijau Runner juga bertugas mengampanyekan berbagai tindakan sederhana untuk menjaga lingkungan.

Salah satunya dilakukan secara langsung di lintasan. Para Jejak Hijau Runner turut mengambil sampah yang mereka temukan sepanjang rute marathon.

Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan Jejak Hijau Maybank Marathon, yang mendorong seluruh ekosistem perlombaan, termasuk pelari, untuk ikut mengurangi dampak lingkungan dari penyelenggaraan ajang tersebut.

Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menilai keterlibatan pelari merupakan bagian penting dalam membangun penyelenggaraan marathon yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui Jejak Hijau Runner, kami ingin menunjukkan bahwa setiap pelari dapat mengambil bagian dalam perjalanan sustainability Maybank Marathon. Kehadiran mereka di lintasan bukan hanya membantu pelari lain mencapai garis finis, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga lingkungan di sepanjang perjalanan,” kata Maria.

Menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030

Langkah keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Maybank Indonesia menuju aspirasi Maybank Marathon Netral Karbon 2030.

Sebelumnya, pengukuran jejak karbon Maybank Marathon 2025 mencatat emisi sebesar 4.336 tCO₂e. Sebagian besar emisi berasal dari aktivitas pelari, khususnya penggunaan transportasi dan akomodasi.

Data tersebut kemudian menjadi baseline dalam penyusunan Roadmap Jejak Hijau. Maybank Indonesia selanjutnya menjalankan sejumlah langkah untuk menekan emisi secara lebih terukur pada penyelenggaraan 2026.

Beberapa di antaranya meliputi optimalisasi layanan shuttle, penggunaan kendaraan listrik, serta pengelolaan sumber daya dan limbah yang lebih bertanggung jawab.

Dampak program Jejak Hijau juga diperluas ke masyarakat sekitar lokasi perlombaan. Bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia, Maybank Indonesia melanjutkan program Desa Sanding Bebas Emisi.

Program tersebut mendorong pengembangan desa rendah emisi melalui pemetaan emisi dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas.

Sementara dari sisi sosial dan inklusivitas, Maybank Marathon 2026 turut mendukung Piduh Charity Café bersama Yayasan Widya Guna. Program ini diarahkan sebagai ruang pemberdayaan sekaligus pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus.

Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa konsep sustainability dalam Maybank Marathon terus berkembang. Keberlanjutan tidak hanya diterapkan dalam operasional lomba, tetapi juga melibatkan pelari, komunitas, mitra, hingga masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.

“Perjalanan menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030 tidak dapat kami lakukan sendiri. Kolaborasi dan partisipasi menjadi kunci agar setiap penyelenggaraan dapat menghasilkan kemajuan yang terukur sekaligus meninggalkan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tutur Maria.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya