Padel Pro Academy Antarkan Atlet ke Timnas Indonesia Jelang Debut Padel di Asian Games 2026

Timnas Padel Indonesia dilepas di PIM 5. Padel Pro Academy memasok pemain senior-junior dan memaparkan metodologi latihan terstruktur.

oleh Farrel Mido DestianoDiterbitkan 20 September 2026, 05:38 WIB
International exhibition match jelang Asian Games 2026 (19/09/2026) Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Liputan6.com, Jakarta - Padel akan untuk kali pertama dipertandingkan di Asian Games 2026. Indonesia menyiapkan diri melalui pelepasan resmi Timnas Padel yang berlangsung di Padel Pro Signature, Pondok Indah Mall 5, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Momen ini menjadi penanda penting bagi pembinaan padel nasional, sekaligus menonjolkan peran Padel Pro Academy Indonesia dalam memasok atlet berprestasi ke level tim nasional.

Akademi tersebut mengusung metodologi pelatihan yang terstruktur dan teruji dengan fokus pada penguasaan teknik, pemahaman taktik, serta pembentukan mental bertanding sejak usia dini. Technical and Methodology Director Padel Pro Academy Indonesia, David Garrido, menekankan komitmen membangun sistem latihan yang solid bagi komunitas dan atlet.

"Pada dasarnya, yang kami coba lakukan di akademi ini adalah menerapkan metodologi yang sudah terbukti. Kami mendukung siswa dan komunitas di Indonesia, khususnya Jakarta, untuk memiliki rencana yang tepat dan sistem terstruktur agar mereka bisa berkembang serta mencapai versi terbaik dari diri mereka sendiri," ujar David Garrido.

Metodologi dan Daya Saing Padel Pro Academy

International exhibition match jelang Asian Games 2026 (19/09/2026) Pondok Indah, Jakarta Selatan.

David menyadari persaingan di ekosistem padel Jakarta kian ketat seiring hadirnya nama besar dari kancah internasional. Ia menilai nilai tambah akademinya terletak pada kualitas pelatih dan sistem pembinaan yang konsisten.

"Kami bersaing dengan raksasa besar seperti Gustavo Prato, Diagonal Academy, M3, serta kedatangan Pablo Aymar. Dibandingkan mereka, kami terhitung kecil, tetapi kami belajar dari mereka," ujar David Garrido.

Ia menekankan model pembinaan yang menempatkan pelatih kelas dunia sebagai pengawal perkembangan atlet di bawah satu kerangka kerja yang sama. "Hal berbeda yang kami tawarkan adalah membawa pelatih-pelatih papan atas yang bekerja di bawah sistem kami untuk mengawal perkembangan dan pertumbuhan para pemain secara intensif," lanjutnya.

Efektivitas pendekatan itu tercermin dari komposisi skuad Timnas Padel Indonesia, baik kelompok senior maupun junior, yang banyak diisi pemain hasil binaan akademi. Dominasi ini menegaskan peran Padel Pro Academy Indonesia sebagai salah satu lumbung talenta nasional yang disiapkan untuk bersaing di level internasional.

Kontribusi Padel Pro Academy ke Timnas

Atlet Timnas Padel Indonesia, Giorgio Soemarno, memaparkan kontribusi akademi terhadap tim senior yang akan tampil di Asian Games. Ia merinci nama-nama pemain yang masuk ke dalam rombongan.

"Untuk tim senior yang akan berangkat ke Asian Games, kami memiliki tiga pemain nasional yaitu saya sendiri, Armando, dan Diaz," ujar Giorgio Soemarno.

Di sisi lain, partisipasi di ajang multi-event seperti Asian Games yang dipadukan dengan program latihan berkualitas dinilai menjadi dorongan bagi ekosistem padel nasional. Masa depan cabang olahraga padel Indonesia diyakini akan makin cerah dan diperhitungkan di kancah dunia.

Tidak berhenti di level senior, Padel Pro Academy Indonesia juga menjadi tulang punggung pembinaan usia muda. Pembinaan berjenjang yang dijalankan menyiapkan atlet dari fase dasar menuju jenjang kompetitif.

Saat ini enam pemain akademi tengah mengikuti proses seleksi timnas junior. Mereka menguasai deretan posisi lima besar nasional untuk kategori U-16 dan U-18, memperlihatkan kesinambungan pembinaan dari akar rumput hingga melahirkan atlet elit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya