Liputan6.com, Jakarta - Brad Tapp resmi bisa membela Timnas Malaysia setelah FIFA mengesahkan statusnya sebagai pemain keturunan.
Setelah Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memaparkan asal-usul sang bek,FIFA membuka jalan bagi sang pemain untuk memperkuat Harimau Malaya di FIFA ASEAN Cup 2026.
Advertisement
Berdasarkan dokumen yang diverifikasi FIFA, pemain berusia 25 tahun tersebut lahir di Sydney, Australia. Ia memiliki garis keturunan Malaysia dari sang ibu yang lahir di Pulau Pinang, sehingga memenuhi syarat pendaftaran pemain warisan.
Pengesahan ini menegaskan Tapp telah memenuhi ketentuan hukum dan regulasi internasional untuk membela Malaysia. Keputusan resmi tersebut juga mengakhiri spekulasi publik mengenai kelayakan serta latar belakangnya.
Opsi Anyar di Lini Belakang Malaysia
Pada Juli lalu, Tapp bergabung dengan Johor Darul Ta'zim (JDT) setelah didatangkan dari Central Coast Mariners, klub Liga Australia. Rekrutan ini memberi dorongan baru bagi struktur pertahanan tim nasional.
Pelatih interim Malaysia, Tan Cheng Hoe, kini memiliki alternatif taktis lebih banyak di jantung pertahanan. Tapp diproyeksikan bisa dipasangkan dengan sejumlah nama tangguh seperti Dion Cools, Harith Haiqal, atau Ubaidullah Shamsul.
Fleksibilitasnya juga menjadi nilai tambah. Selain kokoh sebagai bek tengah, pemain berpostur jangkung ini mampu beroperasi sebagai gelandang bertahan sesuai kebutuhan strategi tim.
Peluang Debut Terbuka
Proses pengesahan Tapp oleh FIFA berjalan beriringan dengan pendaftaran penyerang JDT, Bergson da Silva.
Rekan setimnya, Manuel Hidalgo, menyusul mendapat persetujuan FIFA pada 16 September.
Dengan dokumen yang sudah lengkap, Tapp berpeluang besar mencatat debut resmi bersama Malaysia pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadirannya diharapkan meningkatkan stabilitas pertahanan tim.
Sesuai jadwal, Timnas Malaysia akan membuka laga perdana melawan Bangladesh pada 25 September, sebelum menghadapi Indonesia tiga hari berselang dan Singapura pada 1 Oktober.