Bintang Malaysia Anggap Suporter Timnas Indonesia sebagai Pendukung Sendiri

Jelang laga Grup A di SUGBK, Faisal Halim menegaskan Malaysia tak gentar menghadapi Indonesia.

oleh Aning JatiDiterbitkan 28 September 2026, 10:30 WIB
Bek Timnas Indonesia, Rachmat Irianto berusaha merebut bola gelandang timnas Malaysia, Mohamad Faisal Abdul Halim pada laga Grup B Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Minggu (19/12/2021). Hasil ini membuat timnas melangkah ke semifinal melawan Singapura. (AFP/Roslan Rahman)

Liputan6.com, Jakarta - Faisal Halim menegaskan timnas Malaysia tidak gentar menghadapi timnas Indonesia pada partai kedua Grup AFIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya akan menantang tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), setelah kedua tim sama-sama meraih kemenangan pada laga pembuka.

Winger 28 tahun itu menyebut persiapan fisik dan mental telah dijalankan untuk menghadapi Skuad Garuda. Ia menekankan laga ini tetap harus dilihat sebagai duel yang sama-sama adil di lapangan.

"Ini adalah pertandingan sepak bola 11 lawan 11. Kami perlu bersiap secara fisik dan mental untuk menghadapi Indonesia. Semua rekan saya juga punya keinginan untuk memenangkan pertandingan," ujar Faisal saat ditemui seusai latihan Timnas Malaysia di Lapangan ABC, Senayan, Minggu (27/9/2026).

Sesi tersebut menjadi tahap persiapan terakhir timnas Malaysia sebelum meladeni Indonesia. Faisal berharap seluruh pemain menjaga kondisi agar siap tampil dan membawa hasil positif dari SUGBK.

Tak Gentar Tekanan Suporter

Faisal Halim, penyerang sayap Timnas Malaysia seusai latihan jelang matchday kedua FIFA ASEAN Cup 2026 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Minggu (27-9-2026). (Bola.com/Merisa Amanda)

Faisal tidak mempermasalahkan atmosfer SUGBK yang diperkirakan dipenuhi pendukung timnas Indonesia. Ia memandang tekanan dari tribune sebagai bagian dari pertandingan yang harus dihadapi oleh pemain profesional.

Sebab itu, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tetap fokus pada permainan dan tidak terpengaruh besarnya dukungan untuk tuan rumah. Ia menilai kesiapan fisik dan mental menjadi faktor utama.

"Kami tidak perlu khawatir dengan dukungan suporter Indonesia. Yang saya harapkan, semua rekan saya siap secara fisik dan mental," kata Faisal.

Pemain Selangor FC tersebut menilai hasil akan ditentukan sepenuhnya oleh kualitas permainan kedua tim. Dukungan penonton, menurutnya, merupakan bagian dari atmosfer.

"Di dalam lapangan, kami hanya bermain 11 lawan 11. Hasil pertandingan ditentukan di dalam lapangan. Suporter hanya bisa memberikan semangat dan sorakan," lanjutnya.

Faisal bahkan berharap sorakan dari tribune dapat membuat laga lebih bergairah. "Kami menganggap suporter Indonesia juga sebagai suporter kami untuk memberikan semangat," tutur pemain berusia 28 tahun itu.

Akui Permainan Indonesia Terorganisasi

Faisal telah mengamati penampilan Indonesia ketika mengalahkan Singapura pada pertandingan pertama. Ia menilai Skuad Garuda menampilkan permainan yang teratur dan aliran bola yang rapi.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan memiliki karakter berbeda, bergantung pada lawan yang dihadapi. Oleh karenanya, ia menekankan kesiapan menghadapi skenario yang bisa berubah di atas lapangan.

"Kami melihat Indonesia bermain melawan Singapura. Permainannya begitu teratur dan mengalir. Tetapi, ini sepak bola, pertandingan berbeda, lawan berbeda," ucapnya.

Malaysia, sambung Faisal, tidak akan memberikan perhatian khusus kepada satu individu di kubu Indonesia. Pendekatan tim akan difokuskan untuk meredam kekuatan tuan rumah secara kolektif.

"Kami tidak fokus kepada satu pemain. Kami fokus kepada keseluruhan tim. Malaysia bersiap menghadapi Indonesia," tegas Faisal.

Bermodal Kemenangan

Timnas Malaysia datang ke Jakarta berbekal kemenangan 3-0 atas Bangladesh pada laga pembuka. Arif Aiman Hanapi menyumbang dua gol, sementara Bergson da Silva menambah satu gol pada babak kedua.

Faisal menyebut hasil tersebut menjadi dorongan kepercayaan diri bagi skuadnya setelah periode tanpa berkumpul yang cukup panjang.

"Pertandingan pertama setelah sekian lama kami tidak berkumpul bersama memang tidak mudah. Ketika bertemu Bangladesh, kami mendapatkan tiga poin yang positif untuk persiapan selanjutnya," ujar Faisal.

Ia mengaku telah melakukan analisis terhadap lini belakang Indonesia dan melihat laga di SUGBK berpotensi berlangsung ketat, menuntut konsentrasi penuh serta kesiapan setiap pemain.

"Sebagai pemain, kami harus menganalisis sendiri dan mempersiapkan diri untuk pertandingan yang cukup keras. Apa pun yang terjadi dalam latihan, hasil positif akan datang kalau kami berusaha dan bekerja keras," ujar Faisal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya