Liputan6.com, Jakarta - Costa Serena menjadi hunian sementara peserta Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. Kapal pesiar hampir 300 meter itu bersandar di Pelabuhan Nagoya dan dialihfungsikan sebagai hotel terapung bagi atlet serta ofisial selama pesta olahraga berlangsung.
Kapal berbendera Italia tersebut berkapasitas hampir 4.000 orang dengan sekitar 1.500 kabin. Sejumlah kamar ditata untuk satu orang, sementara kamar lain memiliki dua tempat tidur. Di atas kapal tersedia restoran dengan pilihan menu beragam dan area lounge untuk bersantai.
Advertisement
Suasana keseharian terekam di ruang makan dan pusat kebugaran: atlet Mongolia terlihat menikmati santap prasmanan, sedangkan seorang atlet Qatar berlatih angkat beban di gym, dilaporkan AFP via Japan Today.
Pengalaman Tinggal di Costa Serena
Penyelenggara menerapkan pola akomodasi yang berbeda pada Asian Games 2026. Mereka tidak membangun perkampungan atlet seperti edisi sebelumnya dengan pertimbangan efisiensi biaya. Costa Serena menjadi bagian dari skema tersebut bersama beberapa opsi tempat tinggal lain.
Tom Stevens, pelatih dayung Kanada yang mendampingi tim Lebanon, mengaku puas selama bermukim di kapal. "Semuanya baik-baik saja. Makanannya berlimpah. Bagi siapa pun yang pernah berada di kapal pesiar, semuanya sesuai dengan yang ditawarkan," ujar Stevens.
Stevens sudah sepekan berada di Costa Serena. Saat angin kencang melanda Nagoya menyusul topan yang menerjang wilayah timur Jepang, ia tak merasakan gangguan di atas kapal. "Tidak merasakan apa-apa," katanya.
Menurutnya, pengalaman di kapal berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan tim selama periode kompetisi.
Sorotan Akomodasi dan Transportasi
Lebih dari 17.000 atlet dan ofisial, jumlah yang bahkan melebihi Olimpiade, disebar ke hotel, unit kayu sementara, serta Costa Serena. Penggunaan kapal pesiar sebagai akomodasi atlet pernah diterapkan pada ajang olahraga lain, namun belum dalam skala besar seperti Asian Games Aichi-Nagoya.
Panitia menilai konsep ini bisa menjadi rujukan untuk penyelenggaraan multiolahraga di masa depan. Meski demikian, isu akomodasi dan transportasi sempat menjadi sorotan selama event berlangsung.
Sejumlah tim mengeluhkan unit penginapan bergaya kontainer yang dinilai sempit, dengan tempat tidur terlalu pendek. Kendala mobilitas juga muncul karena beberapa bus terlambat datang atau bahkan tidak muncul sesuai jadwal.
Stevens menyebut ia juga menghadapi persoalan selama di Jepang, terutama terkait transportasi dan waktu tempuh di darat.
Ragam Fasilitas di Atas Kapal
Costa Serena beroperasi berbeda dari pelayaran wisata reguler. Toko jam mewah ditutup dan kasino tidak beroperasi selama kapal difungsikan sebagai hotel atlet Asian Games 2026. Panitia juga menambahkan sejumlah mesin olahraga baru agar tersedia fasilitas gym tambahan bagi para peserta.
Di area lounge, interior menonjol dengan kursi-kursi empuk berbentuk hati berwarna-warni dan lampu gantung menyerupai cabai. "Interior kapal memadukan unsur mitologi Yunani, tradisi Jepang, dan sentuhan dari sejumlah budaya lain. Konsep tersebut mencerminkan keberagaman atlet dan kru yang berada di dalam kapal," tulis AFP.
Penilaian positif juga datang dari Sajjad Anoushiravani, pejabat tim angkat besi Iran. "Fantastis, semuanya tersedia. Modern, stafnya sempurna dan sangat bersih," ujar Anoushiravani.
Usai Asian Games 2026 berakhir, Costa Serena akan kembali ke rute pelayaran. Kapal dijadwalkan berlayar melintasi samudra dan tiba di Buenos Aires menjelang Natal. Ditanya apakah tertarik tetap berada di kapal mengikuti perjalanan tersebut, ia menjawab, "100 persen."