Liputan6.com, Jakarta - Raheem Sterling memasuki periode terburuk dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Setelah kontraknya bersama Feyenoord Rotterdam diputus pada pertengahan 2026, eks Liverpool tersebut belum menemukan klub baru untuk bernaung.
Terkini, ia tertangkap basah sedang mengemudi dalam pengaruh zat berbahaya dan tak berhasil memberikan bukti yang kuat kepada penyidik. Tindakannya tersebut berujung pada kecelakaan yang kemudian membuatnya ditahan sejak bulan Mei.
Advertisement
Akibat perilaku tersebut, sejumlah klub bahkan menolak tawaran untuk mengamankan jasa Sterling dengan status bebas transfer. Diketahui setidaknya ada 3 klub asal Prancis yang pada akhirnya memilih opsi mendatangkan pemain lain daripada harus meminang sang pemain.
Sosok yang kini berusia 31 tahun tersebut sedang menunggu putusan pengadilan setempat terkait kecerobohannya. Melihat situasi memprihatinkan ini, masa depan Raheem Sterling di sepak bola diyakini telah mencapai titik akhir.
Konsumsi Zat Terlarang
Usai diinterogasi pasca kecelakaan yang melibatkan dirinya, diketahui Sterling menggunakan zat nitrogen oksida yang dikonsumsi secara ilegal. Kepada pihak berwenang, pemain yang memiliki 82 caps bersama Timnas Inggris tersebut tak mengelak saat coba diselidiki oleh penyidik.
Sidang lanjutan atas perkaranya dijadwalkan akan berlangsung pada 25 November 2026 mendatang. Sterling berpotensi diganjar hukuman 2 tahun penjara serta lisensi berkendaranya telah dicabut sejak peristiwa itu.
Ditolak 3 Klub Prancis
Lebih dari setengah tahun tak memiliki klub, agen sang pemain sempat menawarkan Sterling kepada beberapa klub Eropa. Salah satu destinasi yang diincar adalah Liga Prancis. Diketahui sang agen mendekati klub Ligue 1 Le Havre dan 2 klub lain yang tidak disebutkan namanya.
"Sayangnya bagi Sterling, klub asal Normandy (Le Havre) tersebut merasa sudah memiliki kekuatan yang cukup di posisinya. Klub besar di kasta kedua Prancis juga sempat ditawarkan, tetapi jawaban mereka serupa," dilansir Foot Mercato.
Karier di Ujung Tanduk
Sebelum mengakhiri kontraknya bersama Feyenoord, klub terakhir yang mempercayakan Sterling bermain adalah Arsenal. Ia menjalani masa peminjaman bersama The Gunners dari Chelsea pada musim 2025/2026 dan tampil dalam 28 pertandingan di seluruh kompetisi.
Dengan usianya yang kini menginjak 31 tahun, sulit bagi Sterling untuk menarik perhatian klub besar Eropa. Opsi paling memungkinkan baginya saat ini adalah mencoba peruntungan di liga kasta bawah Eropa atau menjajaki karier di benua lain seperti Asia.