3 Keunggulan Thailand Jelang Duel Lawan Timnas Indonesia

Jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Thailand membawa tiga keunggulan.

oleh Radifa ArsaDiterbitkan 04 Oktober 2026, 14:30 WIB
Timnas Thailand pada pertandingan kontra Filipina di FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jumat (2-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia menatap final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan pekerjaan penting: membaca tiga kekuatan utama Thailand yang berpotensi merepotkan di laga penentuan.

Partai perebutan gelar antara Timnas Indonesia dan Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 malam WIB.

Sebelum tiba di laga puncak, Skuad Merah Putih lolos secara dramatis usai menutup Grup A dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh. Adapun Thailand sudah memastikan tiket melaju meski baru memainkan dua laga awal di fase grup.

Sepanjang penyisihan, pendekatan permainan kedua tim terlihat berbeda. Thailand di bawah Anthony Hudson menerapkan pola yang kontras dengan pilihan John Herdman di kubu Indonesia.

1. Komposisi Berubah Setiap Laga

llustrasi Timnas Thailand. (Bola.com/Dok. FAT)

Jika Indonesia cenderung mengandalkan komposisi yang relatif tetap di tiga pertandingan fase grup, Thailand justru memilih merotasi susunan pemainnya.

Dalam tiga laga Grup B, Anthony Hudson tidak pernah menurunkan komposisi yang sama. Perubahan dilakukan di berbagai posisi sesuai karakter lawan yang dihadapi.

Konsekuensinya, sangat jarang ada pemain yang selalu tampil sebagai starter di ketiga pertandingan penyisihan.

Pengecualian hanya terjadi pada Kritsada Kaman yang selalu dipercaya memulai laga sejak menit pertama, sementara nama-nama lain bergantian mengisi pos starter.

2. Pemain Inti Mendapat Waktu Rehat

Timnas Thailand pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Vietnam di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Selasa (29-9-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Setelah mengamankan tempat di final lewat dua kemenangan di Grup B, Thailand memanfaatkan partai terakhir kontra Filipina untuk melakukan perombakan besar pada skuad.

Para pemain inti yang selama ini jadi andalan banyak diistirahatkan, sementara Anthony Hudson memberi menit bermain kepada deretan pemain muda yang minim pengalaman.

Kebijakan tersebut memberi waktu pemulihan bagi amunisi terbaik Thailand, sehingga ketika memasuki final tingkat kebugaran dan stamina mereka berada pada level optimal.

3. Distribusi Gol Merata, Tanpa Ketergantungan

Timnas Thailand pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Vietnam di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Selasa (29-9-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Perbedaan lain yang mencolok terlihat pada kontribusi individu. Timnas Indonesia memunculkan beberapa figur yang tampil dominan sepanjang fase grup.

Mitchell Baker mencetak lima gol saat membantu Skuad Garuda menundukkan Bangladesh 9-2 dan untuk sementara memimpin daftar top scorer. Di laga yang sama, Ole Romeny membukukan empat assist.

Di kubu Thailand, produksi gol tersebar lebih merata. Hanya Teerasak Poephimai yang mampu mencetak lebih dari satu gol, sedangkan gol lain lahir dari Chaiyaphon Otton, Iklas Sanron, Jude Soonsup-Bel, dan Sarach Yooyen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya