Liputan6.com, Jakarta - Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menegaskan perebutan gelar FIFA ASEAN Cup 2026 bukan semata untuk mengukuhkan julukan Raja ASEAN bagi Tim Gajah Perang. Ia menyebut turnamen ini menjadi bagian dari misi lebih besar menatap Piala Asia 2027.
Menurut Chanathip, edisi kali ini punya bobot berbeda karena secara resmi diakui FIFA. Imbasnya, hasil setiap pertandingan berpengaruh terhadap peringkat dunia, sehingga para peserta terdorong menurunkan komposisi terbaik.
Advertisement
"Tentu saja sepak bola ASEAN tahun ini sangat penting. Ini merupakan FIFA ASEAN, dan menurut perasaan saya, semua tim membawa skuad terbaik untuk bertanding," ujar Chanathip dalam sesi konferensi pers resmi, Minggu (4/10/2026).
Memburu Gelar Perdana
Level kompetisi yang meningkat disebut memantik motivasi berlipat di ruang ganti skuad asuhan pelatih Anthony Hudson. Targetnya jelas: menjadi juara pada edisi perdana turnamen ini.
Chanathip menekankan tekad kolektif bersama staf pelatih dan seluruh pemain untuk mengamankan trofi pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Selain catatan historis, hasil di ajang regional ini disiapkan sebagai batu loncatan strategis.
Thailand memfungsikan turnamen sebagai ajang pemanasan dan pembentukan karakter bertanding sebelum naik ke panggung yang lebih besar, yakni Piala Asia 2027. Kemenangan atas rival serumpun dinilai bisa memperkuat kondisi psikologis pemain.
"Jika kami menang, kami akan bertemu mereka lagi di Piala Asia. Itu akan menambah kepercayaan diri kami. Tentu saja, saya percaya bahwa semua pemain muda di dalam tim cukup percaya diri dan ingin mendapatkan kemenangan kali ini untuk meluapkan kepercayaan diri kami sendiri," tambah sang kapten.
Sebagai pengingat, di putaran final Piala Asia 2026, Thailand berada satu grup bersama Timnas Indonesia. Selain itu, di Grup F, ada pula Jepang dan Qatar.
Membuktikan Dominasi
Menutup pernyataannya, gelandang berusia 32 tahun itu berharap rangkaian hasil positif mampu kembali menyulut antusiasme publik sepak bola di Negeri Gajah Putih. Resonansi dukungan di tribun diyakini berdampak langsung ke performa tim.
Chanathip melihat sokongan masif suporter dapat memicu para pemain muda untuk terus bersaing menembus skuad utama Timnas Thailand. Kompetisi internal yang sehat disebut penting untuk menjaga standar permainan.
Dengan persiapan di bawah arahan Anthony Hudson serta kepemimpinan Chanathip Songkrasin, Thailand menargetkan pembuktian di dua level: mempertahankan superioritas di Asia Tenggara sekaligus tampil sebagai kekuatan yang diperhitungkan di Asia.