Giovanni Malago Diprediksi Kembali Pimpin FIGC, Calon Tunggal di Pemilihan Desember

Giovanni Malago diprediksi kembali pimpin Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebagai calon tunggal dalam pemilihan presiden pada 14 Desember 2026.

oleh ThomasDiterbitkan 10 Oktober 2026, 16:30 WIB
Giovanni Malago

Liputan6.com, Jakarta - Giovanni Malago diperkirakan akan kembali memimpin Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah namanya menjadi calon tunggal dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Pertemuan majelis umum FIGC telah diagendakan untuk tanggal tersebut, dengan pemilihan presiden baru menjadi salah satu poin utama.

Kembalinya Malago ke kursi kepemimpinan ini terjadi setelah masa jabatan pertamanya berakhir di tengah kontroversi terkait kelayakan administratif. Meskipun demikian, ia sempat ditunjuk sebagai komisaris luar biasa untuk menjaga stabilitas federasi.

Sebagai komisaris, salah satu tugas utama Malagò adalah menyelenggarakan pemilihan presiden baru, sebuah proses yang kini hampir pasti akan mengukuhkannya kembali sebagai pemimpin FIGC.

Awal Kepemimpinan dan Mundurnya Gravina

Giovanni Malago pertama kali terpilih sebagai Presiden FIGC pada 22 Juni 2026. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil meraih 68,58% suara, mengungguli Giancarlo Abete yang memperoleh 29,17% suara.

Pemilihan yang mengantarkan Malago pada jabatan tersebut terjadi menyusul pengunduran diri Gabriele Gravina sebagai Presiden FIGC. Keputusan Gravina untuk mundur diambil setelah tim nasional Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Kontroversi Kelayakan dan Intervensi Komite Olimpiade Nasional Italia

Masa jabatan pertama Malago sebagai Presiden FIGC berakhir pada 6 Oktober 2026, dipicu oleh masalah administratif mengenai kelayakannya. Isu ini muncul karena Malago tidak terdaftar secara resmi sebagai anggota FIGC pada saat pencalonannya, padahal Pasal 29 statuta FIGC secara tegas mensyaratkan hal tersebut.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI) mengambil tindakan. Pada 6 Oktober 2026, dewan eksekutif dan dewan nasional CONI secara bulat memutuskan untuk menempatkan FIGC di bawah administrasi luar biasa. Meskipun dicopot dari posisi presiden terpilih, Giovanni Malago segera ditunjuk sebagai komisaris luar biasa FIGC.

Penunjukan Malagò sebagai komisaris ini merupakan sebuah kompromi yang bertujuan untuk menjaga stabilitas federasi dan menghormati keinginan komponen federal yang sebelumnya telah memilihnya. Sebagai komisaris, ia bertanggung jawab untuk mengawasi operasional federasi, menjaga agar administrasi tetap berjalan, dan menyelenggarakan pemilihan presiden yang baru.

Pemilihan yang akan datang pada 14 Desember 2026 ini dijadwalkan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan CONI pada 31 Januari. Malago sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya