MotoGP 2026: Aprilia Sebut 2 Sirkuit Ini Bakal Sulitkan Jorge Martin

MotoGP 2026 menyisakan lima seri, dengan dua trek diprediksi bakal menyulitkan.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 15 Oktober 2026, 22:30 WIB
Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, asal Spanyol, mengendarai motornya selama sesi latihan bebas MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 26 September 2025. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Aprilia Racing mulai memetakan sirkuit yang berpotensi menyulitkan Jorge Martin dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Direktur Teknik Aprilia, Fabiano Sterlacchini, secara khusus menyoroti Sepang, Malaysia, dan Lusail, Qatar, sebagai dua lintasan yang memicu kekhawatiran timnya menjelang lima seri terakhir musim ini.

Persaingan menuju takhta juara dunia semakin memanas setelah Martin hanya unggul dua poin atas Marc Marquez di puncak klasemen. Meski Aprilia baru saja mencatatkan sejarah dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi teratas pada balapan utama di Mandalika, keunggulan tipis Martin membuat persaingan dengan bintang Ducati tersebut masih sangat terbuka.

Marco Bezzecchi juga belum sepenuhnya kehilangan peluang. Pembalap Aprilia itu menempati peringkat ketiga dengan selisih 46 poin dari Martin, sehingga masih berpotensi memberikan tekanan dalam perebutan gelar pada lima seri penutup musim 2026.

Sepang dan Qatar Jadi Perhatian Aprilia

Podium Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026) berisi Marco Bezzecchi (posisi pertama) Raul Fernandez (kedua), dan Jorge Martin (ketiga). (AFP/Sonny Tumbelaka)

Setelah menyelesaikan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, para pembalap akan menghadapi lima seri terakhir yang berlangsung di Phillip Island, Sepang, Lusail, Portimao, dan Valencia.

Aprilia sebelumnya menjadikan Mandalika sebagai salah satu sirkuit yang diharapkan memberikan keuntungan besar. Secara performa, ekspektasi tersebut terbukti melalui dominasi mereka pada balapan utama. Namun, kegagalan memaksimalkan hasil Sprint membuat Martin kehilangan kesempatan untuk memperlebar jarak dari Marquez.

Sterlacchini mengakui sulit menentukan sirkuit mana yang akan lebih menguntungkan Aprilia atau Ducati. Menurutnya, perkiraan berdasarkan karakter lintasan tidak selalu sesuai dengan hasil yang terjadi di akhir pekan balapan.

"Ini sulit dikatakan, bukan karena saya tidak mau mengungkapkannya. Sebagai contoh, kami seharusnya berada dalam mode bertahan di Spielberg, tetapi justru menjalani akhir pekan yang sangat bagus," ujar Sterlacchini.

Meski demikian, ia secara khusus menyebut Sepang dan Qatar sebagai dua lintasan yang membuat Aprilia lebih waspada.

"Kami sedang bekerja agar bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin di Sepang. Sementara itu, Jorge tidak balapan di Qatar tahun lalu. Jadi, pada dasarnya, kedua sirkuit tersebut menjadi tempat yang sedikit lebih kami khawatirkan," kata Sterlacchini.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Catatan balapan musim lalu memperlihatkan bahwa Ducati mampu tampil sangat kompetitif di kedua lintasan tersebut.

Rapor Buruk Aprilia di Sepang dan Lusail

Pembalap Aprilia, Jorge Martin saat tes pramusim MotoGP 2025 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (05/02/2025). (AFP/ Mohd Rasfan)

Di Qatar, Ai Ogura menjadi pembalap Aprilia terbaik dalam sesi kualifikasi dengan menempati posisi ke-10. Ia kemudian finis ketujuh pada Sprint, sedangkan Bezzecchi menjadi pembalap RS-GP terbaik dalam balapan utama dengan menempati posisi kesembilan.

Sebaliknya, Marc Marquez tampil dominan dengan merebut pole position dan memenangi Sprint serta balapan utama.

Situasi serupa terjadi di Sepang. Tidak ada pembalap Aprilia yang berhasil menembus kualifikasi kedua atau Q2. Bezzecchi hanya mampu finis ketujuh pada Sprint, sementara Ogura menempati posisi ke-10 dalam balapan utama.

Ducati bahkan tetap mampu memenangi kedua balapan di Malaysia meski Marquez absen akibat cedera. Francesco Bagnaia menang pada Sprint setelah memulai balapan dari pole position, sedangkan Alex Marquez menjadi pemenang MotoGP.

"Di sirkuit lainnya, kami merasa kemungkinan besar bisa cukup kompetitif. Valencia mungkin menjadi lintasan yang netral karena merupakan sirkuit dengan dominasi tikungan kiri, tempat Marc biasanya sangat kompetitif," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya