Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi menetapkan Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana atau yang akrab disapa TingTing sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Jawa Barat untuk periode 2025–2029. Menggantikan almarhum Evi Silviadi, TingTing membawa misi melanjutkan pembinaan atlet, memperkuat organisasi, dan meningkatkan prestasi Muaythai Jawa Barat.
Penetapan TingTing merupakan hasil rapat pleno PBMI pada 2 Oktober 2026. Surat keputusan tersebut diserahkan di Bandung, Kamis (15/10/2026).
Advertisement
Mengemban amanah baru, TingTing menegaskan komitmennya untuk meneruskan visi dan misi almarhum Evi Silviadi, terutama dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia juga ingin memastikan pergantian kepemimpinan tidak menghambat program organisasi maupun perkembangan para atlet.
“Untuk Pengprov, saya mohon doa dan dukungan karena ini sesuatu yang baru untuk kita semua. Sebelumnya, kita sangat didukung dan banyak dibantu oleh almarhum Abu Evi Silviadi,” ujar TingTing.
Menurut TingTing, kondisi tersebut harus dihadapi bersama dengan memperkuat komunikasi dan menjaga kekompakan seluruh jajaran pengurus. Ia berharap keluarga besar Muaythai Jawa Barat tetap bersemangat dan optimistis dalam menjalankan program pembinaan.
“Kondisi ini harus kita jalani dan hadapi bersama-sama. Kita harus bisa berjalan mandiri, bersemangat, dan penuh optimisme agar pembinaan serta prestasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Fokus Pembinaan Atlet dan Penguatan Organisasi
Salah satu fokus utama kepemimpinan TingTing adalah menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus memperkuat koordinasi dengan PBMI, KONI Jawa Barat, serta pengurus Muaythai di tingkat kabupaten dan kota.
Ia menilai, pembinaan yang terarah dan konsisten dapat membuka kesempatan bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
TingTing juga menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, latihan yang teratur dan pendampingan yang tepat tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga menanamkan kedisiplinan dan memberikan arah positif bagi masa depan mereka.
Baginya, melanjutkan kepemimpinan Evi Silviadi bukan sekadar mempertahankan program olahraga, melainkan juga menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi landasan pembinaan Muaythai Jawa Barat.
Ia mengingat salah satu filosofi yang diwariskan almarhum, yakni “memintarkan yang bodoh, memuliakan yang hina, dan menyembuhkan yang sakit”.
“Ada visi dan misi dari almarhum Abu, yaitu memintarkan yang bodoh, memuliakan yang hina, dan menyembuhkan yang sakit. Itu salah satu nilai yang harus kita lanjutkan,” tutur TingTing.
Ia mencontohkan, sejumlah atlet yang sebelumnya belum memiliki tujuan hidup kini mampu berkembang menjadi olahragawan berprestasi setelah mendapatkan pembinaan yang tepat.
“Dulu, sebelum berlatih, ada atlet yang mungkin hanya keluyuran atau berkelahi di jalan karena tidak memiliki tujuan. Sekarang, mereka bisa menjadi atlet berprestasi di dalam negeri maupun di kancah internasional. Itu sangat membanggakan dan merupakan bagian dari tujuan mulia almarhum Evi Silviadi,” ungkapnya.
PBMI Dorong Inovasi dan Sinergi dengan KONI Jawa Barat
Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim menyatakan, penetapan TingTing merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi setelah wafatnya Evi Silviadi.
Menurut Azwan, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan Muaythai, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun ekosistem pembinaan di tingkat kabupaten dan kota. Potensi tersebut perlu didukung program yang sistematis dan berkelanjutan agar mampu menghasilkan atlet berkualitas.
Azwan berharap TingTing dapat merangkul seluruh unsur organisasi, melanjutkan program yang telah berjalan, serta menghadirkan gagasan baru untuk menjawab tantangan pembinaan ke depan.
PBMI juga mendorong koordinasi yang konstruktif antara pengurus pusat dan daerah, termasuk sinergi dengan KONI Jawa Barat dan para pemangku kepentingan olahraga. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelatih, memperluas kesempatan atlet berkembang, dan menjaga keberlangsungan kompetisi.
“Pergantian kepemimpinan ini harus kita jadikan energi baru untuk bekerja lebih baik. PBMI tentu berharap TingTing dapat merangkul semua pihak, melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan inovasi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depan,” ujar Azwan.
Segera Perkuat Koordinasi Program
Sebagai langkah awal, TingTing menyatakan akan segera berkomunikasi dengan PBMI, KONI Jawa Barat melalui delegasi teknis, panitia pelaksana, serta pengurus Muaythai di tingkat kabupaten dan kota.
Koordinasi tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan persiapan program dan berbagai agenda olahraga dapat terakomodasi dengan baik. Ia ingin seluruh unsur organisasi bergerak searah agar pembinaan atlet tetap berjalan di tengah masa transisi kepemimpinan.
TingTing juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti beserta jajaran pengurus pusat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia berharap kerja sama antara PBMI, Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, KONI Jawa Barat, dan pengurus daerah semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi.
Dengan masa kepemimpinan hingga 2029, TingTing kini mengemban tanggung jawab untuk menjaga stabilitas organisasi, memperkuat sistem pembinaan, dan meneruskan warisan Evi Silviadi.
Melalui kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan, pembinaan karakter, dan pengembangan atlet secara berkelanjutan, Muaythai Jawa Barat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.